Instropeksi dengan Buku Harian Ramadan

Selasa, 08 Juli 2014 - 14:05 WIB
Instropeksi dengan Buku...
Instropeksi dengan Buku Harian Ramadan
A A A
Hampir setiap bulan Ramadan, siswa di berbagai sekolah dasar (SD) memiliki kegiatan baru. Meminta tanda tangan guru mengaji, ustaz, atau kiai sebagai bukti bahwa siswa tersebut telah mengikuti kegiatan Ramadan.

Sayangnya, ketika memasuki jenjang SMP, buku kegiatan tersebut tidak lagi dimanfaatkan. Hanya sekolah menengah tertentu saja yang masih menggunakan buku kegiatan Ramadan sebagai pengendali kegiatan siswa selama bulan puasa.

Adanya buku kegiatan, membuat aktivitas siswa menjadi lebih terjadwal. Siswa menjadi lebih tahu apa yang harus mereka lakukan. Apalagi, sebagian besar waktu puasa kali ini, dalam kondisi libur sekolah.

Tanpa adanya buku kegiatan, maka perilaku siswa tidak terkontrol dengan baik. Namun yang lebih penting dari pemanfaatan buku kegiatan Ramadan adalah perlunya mengenalkan siswa dengan buku harian.

Kita tidak akan mengenal nama aktivis Indonesia Soe Hok Gie, cendekiawan muslim Ahmad Wahib, maupun Anne Frank kalau mereka tidak menulis buku harian yang dipublikasikan.

Buku harian Soe Hok Gie, Ahmad Wahib, dan Anne Frank membuka mata hati, pikiran, dan pandangan dunia tentang perjuangan, keberagamaan, dan perang. Itulah dahsyatnya sebuah catatan dalam buku harian.

Tetapi, buku harian belum banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Padahal, buku harian bukan semata-mata sebuah buku yang berisi beberapa peristiwa dalam hidup atau sekadar mencatat aktivitas kesehariannya. Buku harian dapat dikembangkan menjadi catatan kemajuan dan perkembangan diri seseorang yang dilakukan dengan menuliskan
pikiran, renungan, dan apapun yang dialami atau dirasakan, termasuk perbuatan buruk.

Peningkatan buku kegiatan menjadi buku harian semakin menemukan urgensinya jika dikaitkan dengan kurikulum 2013. Dalam kurikulum tersebut, penilaian yang dilakukan oleh guru bukan sekadar pada ranah kognitif atau pengetahuan, tetapi mencakup aspek sikap dan keterampilan.

Untuk menilai sikap seseorang diperlukan pemahaman yang utuh terhadap kepribadian siswa. Instrumen observasi, penilaian diri sendiri belum cukup merepresentasikan sikap seseorang. Oleh karena itulah diperlukan buku harian sebagai rekaman sikap siswa.

Buku harian bermanfaat bagi siswa dan gurunya. Bagi siswa buku harian bermanfaat untuk: pertama, introspeksi diri. Dengan menulis perbuatan buruk dan permasalahan yang dihadapinya, maka siswa melalui bimbingan gurunya dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa yang akan datang.

Kedua, jujur pada diri sendiri. Penulisan dalam buku harian yang dilakukan apa adanya tanpa menyembunyikan sesuatu yang buruk dapat melatih siswa untuk bersifat jujur pada dirinya sendiri. Keberanian siswa untuk jujur pada dirinya berimbas pada kesadaran siswa untuk menerima keadaan diri apa adanya, tanpa merasa malu atau bersalah.

Ketiga, mencurahkan perasaan. Buku harian dapat menjadi media untuk menceritakan keluh kesah siswa dengan menumpahkan segala isi hati dan kekesalannnya sehingga beban yang menghimpit dadanya menjadi berkurang.

Keempat, pengawasan diri. Dengan mencatat perbuatan buruk membuat siswa selalu mengawasi dirinya sendiri. Ketika dia melakukan perbuatan buruk atau melanggar aturan sekolah, maka perbuatan tersebut harus dicatat dalam buku hariannya. Pencatatan perbuatan buruk membuat siswa berfikir ulang apabila mereka melakukannya dan akhirnya dengan kesadaran sendiri siswa tersebut tidak melakukan perbuatan yang tidak
terpuji.

Kelima, melatih siswa menulis. Melalui buku harianlah, siswa dibiasakan menuangkan ide-idenya sehingga mereka dapat menjadi penulis yang baik. Hanya dengan terbiasa menulis, seseorang dapat menjadi penulis yang baik.

Sedangkan manfaat buku harian siswa bagi guru antara lain: pertama, mengetahui perkembangan psikologis siswa. Melalui buku harian yang ditulis apa adanya, guru dapat memperoleh pengertian dan pengetahuan yang sebenarnya atas pertumbuhan siswa. Catatan seperti itu membuat guru mudah melihat kejujuran siswa, mengetahui perkembangannya, memahami permasalahan yang dihadapi, dan mengetahui kelebihan dan
kekurangan siswanya.

Kedua, buku harian juga berfungsi untuk membuat evaluasi pendidikan pada ranah efektif yang selama ini terabaikan. Guru dapat mengetahui sifat, karakter, dan perbuatan siswa yang tidak dapat dinilai dengan instrumen test objektif. Dengan memanfaatkan buku harian guru dapat menilai sikap spiritual dan sosial siswa dengan baik.

SUYITMAN
Guru MTsN 1 Kebumen
(hyk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Alquran sebagai Lautan...
Alquran sebagai Lautan Ilmu
Tausiyah Singkat Penyejuk...
Tausiyah Singkat Penyejuk Hati, Dunia Hanya Sementara
Tabligh Akbar Ramadan...
Tabligh Akbar Ramadan 2025: Ustaz Das'ad Latif Ajak Meningkatkan Kepekaan Sosial melalui Puasa
Tausiyah Aa Gym Ini...
Tausiyah Aa Gym Ini Bikin Semangat untuk Beribadah
Ini Tausiyah Wantim...
Ini Tausiyah Wantim MUI Jelang Ramadhan 1441 Hijriah
Rawat Kerukunan, GGN...
Rawat Kerukunan, GGN Ganjar Gelar Tausiyah Moderasi Beragama
Rekomendasi
Bangunan Monumental...
Bangunan Monumental Kuno Ditemukan di Arab Saudi, Ilmuwan Ungkap Hal Ini
Terjadi di Zaman Nabi,...
Terjadi di Zaman Nabi, Fenomena Alam Ini Jadikan Organ Tubuh seperti Kaca
Patung Bunda Maria Menangis,...
Patung Bunda Maria Menangis, Ilmuwan Temukan Fakta di Luar Nalar Manusia
Artikel Terkini
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved