Kaum Kebatinan dalam Islam Menurut Cak Nur

Rabu, 29 Maret 2023 - 04:00 WIB
Diduga bahwa orang-orang Persi penganut Manicheanisme di zaman Abbasiyah secara rahasia masuk Islam dan memeluk paham kebatinan kalangan kaum Isma'ili.

Baca juga: 3 Perbedaan Syiah dan Sunni, Salah Satunya Rukun Islam

Menurut Cak Nur, paham Sy'iah Isma'iliyyah bertemu dengan Manicheanisme dalam ajaran yang hendak memberi pada penganutnya "kearifan dan martabat kosmis" yang budi kasar orang umum tak mampu menggapainya.

Sedikit sekali kemungkinan orang luar lingkungan sendiri akan diberi pengakuan kemanusiann yang penuh. Pandangan hidup kaum Isma'ili yang sangat esoteris (bathini) itu telah membuat mereka sebagai salah satu kelompok yang paling eksklusifistik dalam Islam.

Tapi lain dari Manucheanisme, kebatinan kaum Isma'ili sangat menekankan pembangunan praktis susunan masyarakat dunia, sebagai bentuk keterlibatan nyata mereka dalam sejarah kemanusiaan.

Mereka itu kini dipimpin Aga Khan yang terkenal itu. Mereka tidak saja menjadi sponsor atas kegiatan kultural dan ilmiah yang antusias, tapi juga banyak mendorong kemajuan masyarakat manusia pada umumnya, khususnya masyarakat Islam sendiri.

Sebagai misal, kata Cak Nur, mereka memberi award bidang arsitektur Islam kepada Pesantren Pabelan, Magelang, Jawa Tengah, atas dasar konsep tentang arsitektur Islam masa depan yang cukup revolusioner, yang menurut penilaian mereka diwakili rintisannya oleh pesantren itu.

Baca juga: Benarkah Jafar Barzanji Penganut Syiah Zaidiyah? Begini Kata Gus Baha

Mereka juga banyak mengadakan pameran benda-benda seni peninggalan Islam di kota-kota besar dunia (1983 di New York), suatu bentuk kegiatan yang dimungkinkan oleh minat mereka yang besar kepada usaha memelihara warisan sejarah Islam. Mereka juga terdiri dari kaum bisnis dan wirausahawan yang sukses, seperti tampak nyata di banyak kawasan Afrika Timur.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!