Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (1): Abu Jahal Merencanakan Pembunuhan

Selasa, 25 Juli 2023 - 17:07 WIB
Yang pertama beliau minta kepada Abu Bakar adalah agar rumah Abu Bakar dikosongkan karena beliau akan menyampaikan sesuatu yang sangat rahasia. Tapi Abu Bakar mengatakan "Ya Rasulullah yang ada di rumah hanya keluargamu." Karena waktu Rasulullah dan Aisyah sudah tunangan sehingga keluarga Abu Bakar juga dianggap keluarga Rasulullah.

Rasulullah ﷺ kemudian menyampaikan bahwa beliau telah menerima perintah Allah untuk hjjrah ke Madinah malam itu juga. Abu Bakar bertanya: "As-shuhbah ya Rasulullah?" (Apakah saya diizinkan menemanimu ya Rasul?). Beliau menjawab: "Na'am" (iya benar).

Menurut Aisyah dalam riwayatnya: "Saya tidak pernah melihat orang menangis karena bahagia sampai saya melihat ayahku Abu Bakar menangis bahagia ketika itu."

Abu Bakar kemudian menyampaikan kepada Rasulullah bahwa beliau telah mempersiapkan dua ekot onta untuk perjalanan itu. Satu untuk dirinya dan satu lagi untuk Rasulullah ﷺ. Tapi Rasulullah menolak dan mengatakan: "الا بالثمن" (kecuali Kalau saya bayar). Artinya beliau tidak mau digratiskan. Padahal Abu Bakar bagaikan saudara, bahkan mertuanya sendiri.

Siang yang menegangkan. Tapi bagi Abu Bakar sangat membahagiakan karena diberikan kehormatan mendampingi Rasulullah dalam perjalanan itu. Sementara Rasulullah di siang itu beliau sibuk mengatur siasat untuk perjalanan malam harinya. Salah satunya adalah dengan menugasi Ali (Karramallahu wajhah) untuk tidur di tempat tidur beliau di malam nanti.

Manhattan City, 24 Juli 2023

(Bersambung)!

Baca Juga: Kisah Lengkap Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW (2)
(rhs)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:  Itu adalah shalatnya orang-orang munafik, itu adalah shalatnya orang-orang munafik, itu adalah shalatnya orang-orang munafik.  Salah seorang dari mereka duduk hingga sinar matahari telah menguning, tatkala itu ia sedang berada di antara dua tanduk setan atau pada dua tanduk setan.  Maka dia bengkit untuk shalat, dia shalat empat rakaat dengan sangat cepat (seperti burung mematuk makanan),  dia tidak mengingat Allah padanya kecuali sangat sedikit.

(HR. Sunan Abu Dawud No. 350)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More