Dialog Ahmeed Deedat-Van Heerden tentang Musa, Yesus dan Muhammad
Selasa, 26 September 2023 - 13:04 WIB
Kenyataannya adalah Muhammad memberikan kaumnya sebuah hukum dan peraturan yang belum pernah dimiliki mereka sebelumnya.
Mengenai Yesus, ketika orang-orang Yahudi merasa curiga terhadapnya bahwa ia mungkin seorang penipu dengan tujuan menyesatkan ajaran mereka, Yesus mengambil penderitaan untuk meyakinkan mereka bahwa dia tidak datang dengan agama baru. Tidak ada hukum baru dan tidak ada peraturan baru.
Baca juga: Kisah Kedatangan Nabi Isa pada Akhir Zaman versi Islam dan Nasrani
Saya kutip kata-katanya: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, 'Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. "(Matius 5: 17-18).
Dengan kata lain, dia tidak datang dengan hukum atau aturan baru. Dia datang hanya untuk menggenapi hukum lama. Hal inilah yang diberikannya kepada orang-orang Yahudi untuk dimengerti. Kecuali jika ia sedang mencoba menggertak orang-orang Yahudi, agar menerimanya sebagai utusan Allah dan dengan dalih mencoba memasukkan aga-ma baru kepada mereka.
Tidak! Utusan Tuhan ini tidak akan pernah berusaha dengan curang untuk menumbangkan agama Tuhan. Dia dengan sendirinya mematuhi hukum. Dia mematuhi perintah-perintah Musa, dan menghormati hari Sabbath. Tidak ada kesempatan seorang Yahudi menunjukkan jari padanya dan berkata, "Mengapa kamu tidak puasa" atau "Mengapa kamu tidak mencuci tanganmu sebelum membelah roti".
Yesus menuduh mereka selalu mengatakan bertentangan dengan muridnya, tetapi tidak pernah berten-tangan dengannya. Hal ini karena sebagai seorang Yahudi yang baik, ia menghormati hukum-hukum nabi yang mendahuluinya. Singkatnya, ia tidak menciptakan agama baru dan tidak membawa hukum baru seperti Musa dan Muhammad.
"Apakah hal ini benar?" Ahmed Deedat bertanya kepada Dominee.
"Ya," jawab Dominee.
"Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa," ujar Ahmed Deedat.
Baca juga: Musuhi Nabi Musa, Ilmuwan Ungkap Ternyata Firaun Jalankan Ajaran Islam Ini
"Musa dan Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar, tetapi menurut agama Kristen, Yesus dengan kejam dibunuh di tiang salib. Apakah hal ini benar?" tanya Ahmed Deedat.
Dominee kembali menjawab, "Ya."
"Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa," ujar Ahmed Deedat.
"Musa dan Muhammad terbaring dikubur dalam bumi, tetapi menurut Anda, Yesus beristirahat di surga. Apakah hal ini benar?" Ahmed Deedat bertanya kepada Dominee. Dominee setuju.
Ahmed Deedat kembali berkata, "Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa."
Baca juga: Kisah Nabi Yosua Dituduh Membunuh Nabi Musa
Mengenai Yesus, ketika orang-orang Yahudi merasa curiga terhadapnya bahwa ia mungkin seorang penipu dengan tujuan menyesatkan ajaran mereka, Yesus mengambil penderitaan untuk meyakinkan mereka bahwa dia tidak datang dengan agama baru. Tidak ada hukum baru dan tidak ada peraturan baru.
Baca juga: Kisah Kedatangan Nabi Isa pada Akhir Zaman versi Islam dan Nasrani
Saya kutip kata-katanya: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, 'Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. "(Matius 5: 17-18).
Dengan kata lain, dia tidak datang dengan hukum atau aturan baru. Dia datang hanya untuk menggenapi hukum lama. Hal inilah yang diberikannya kepada orang-orang Yahudi untuk dimengerti. Kecuali jika ia sedang mencoba menggertak orang-orang Yahudi, agar menerimanya sebagai utusan Allah dan dengan dalih mencoba memasukkan aga-ma baru kepada mereka.
Tidak! Utusan Tuhan ini tidak akan pernah berusaha dengan curang untuk menumbangkan agama Tuhan. Dia dengan sendirinya mematuhi hukum. Dia mematuhi perintah-perintah Musa, dan menghormati hari Sabbath. Tidak ada kesempatan seorang Yahudi menunjukkan jari padanya dan berkata, "Mengapa kamu tidak puasa" atau "Mengapa kamu tidak mencuci tanganmu sebelum membelah roti".
Yesus menuduh mereka selalu mengatakan bertentangan dengan muridnya, tetapi tidak pernah berten-tangan dengannya. Hal ini karena sebagai seorang Yahudi yang baik, ia menghormati hukum-hukum nabi yang mendahuluinya. Singkatnya, ia tidak menciptakan agama baru dan tidak membawa hukum baru seperti Musa dan Muhammad.
"Apakah hal ini benar?" Ahmed Deedat bertanya kepada Dominee.
"Ya," jawab Dominee.
"Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa," ujar Ahmed Deedat.
Baca juga: Musuhi Nabi Musa, Ilmuwan Ungkap Ternyata Firaun Jalankan Ajaran Islam Ini
"Musa dan Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar, tetapi menurut agama Kristen, Yesus dengan kejam dibunuh di tiang salib. Apakah hal ini benar?" tanya Ahmed Deedat.
Dominee kembali menjawab, "Ya."
"Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa," ujar Ahmed Deedat.
"Musa dan Muhammad terbaring dikubur dalam bumi, tetapi menurut Anda, Yesus beristirahat di surga. Apakah hal ini benar?" Ahmed Deedat bertanya kepada Dominee. Dominee setuju.
Ahmed Deedat kembali berkata, "Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa."
Baca juga: Kisah Nabi Yosua Dituduh Membunuh Nabi Musa
(mhy)
Lihat Juga :