Bumi Utsmani Dikapling-kapling, Yahudi Dirikan Negara di Palestina
Senin, 03 Agustus 2020 - 15:56 WIB
Sementara itu, sebagian kalangan terpelajar Irak memalingkan wajahnya pada Inggris. Sebagiannya lagi mendukung agar Inggris menjadi konsultan dalam program-program reformasi, bahkan sampai batas meminta perlindungan Inggris atas negeri mereka. (Baca juga: Kisah Heroik Sultan Abdul Hamid II Menghadapi Konspirasi Barat)
Tatkala orang-orang Persatuan dan Pembangunan melakukan tindakan keras terhadap gerakan Arab Baru, maka Arab Baru mengadakan muktamar di Perancis pada tahun 1332 H/ 1912 M. Orang-orang Prancis telah menyediakan tempat yang sangat cocok bagi mereka untuk terselenggaranya muktamar tersebut. Para peserta muktamar memutuskan:
1. Perlunya dilakukan reformasi sesegera mungkin.
2. Pengikutsertaan orang-orang Arab dalam pemerintahan pusat.
3. Menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi di seluruh wilayah Arab.
4. Menjadikan kewajiban militer bersifat lokal bagi orang-orang Arab, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.
5. Memberikan dukungan terhadap tuntutan orang-orang Armenia.
Para peserta muktamar menegaskan, bahwa gerakan mereka bukanlah gerakan keagamaan. Orang-orang Kristen memiliki jumlah yang sama dengan orang-orang Islam di dalam muktamar tersebut. Muktamar dipimpin oleh Abdul Hamid Az-Zahrawi
Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan
Prancis banyak menaruh harapan terhadap muktamar ini. Di dalamnya banyak warganya yang menjadi peserta. Setelah itu Perancis mengumumkan basil muktamar tersebut.
Perang Dunia
Tatkala terjadi Perang Dunia I (1333-1337 H/1914-1918 M), Turki bergabung dengan Jerman dan Austria, sementara itu Inggris berkat surat menyurat dengan Al-Husein Makmahun telah berhasil menyeret orang-orang Arab untuk menjadi sekutu Inggris-Prancis dan Rusia. Maka menyebarlah pemikiran nasionalisme Arab dan terjadilah benturan yang sangat hebat antara orang-orang Arab dan Turki.
Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani
Tatkala orang-orang Persatuan dan Pembangunan melakukan tindakan keras terhadap gerakan Arab Baru, maka Arab Baru mengadakan muktamar di Perancis pada tahun 1332 H/ 1912 M. Orang-orang Prancis telah menyediakan tempat yang sangat cocok bagi mereka untuk terselenggaranya muktamar tersebut. Para peserta muktamar memutuskan:
1. Perlunya dilakukan reformasi sesegera mungkin.
2. Pengikutsertaan orang-orang Arab dalam pemerintahan pusat.
3. Menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi di seluruh wilayah Arab.
4. Menjadikan kewajiban militer bersifat lokal bagi orang-orang Arab, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.
5. Memberikan dukungan terhadap tuntutan orang-orang Armenia.
Para peserta muktamar menegaskan, bahwa gerakan mereka bukanlah gerakan keagamaan. Orang-orang Kristen memiliki jumlah yang sama dengan orang-orang Islam di dalam muktamar tersebut. Muktamar dipimpin oleh Abdul Hamid Az-Zahrawi
Baca juga: Usaha Arabisasi Pemerintahan Utsmani yang Mengundang Pertentangan
Prancis banyak menaruh harapan terhadap muktamar ini. Di dalamnya banyak warganya yang menjadi peserta. Setelah itu Perancis mengumumkan basil muktamar tersebut.
Perang Dunia
Tatkala terjadi Perang Dunia I (1333-1337 H/1914-1918 M), Turki bergabung dengan Jerman dan Austria, sementara itu Inggris berkat surat menyurat dengan Al-Husein Makmahun telah berhasil menyeret orang-orang Arab untuk menjadi sekutu Inggris-Prancis dan Rusia. Maka menyebarlah pemikiran nasionalisme Arab dan terjadilah benturan yang sangat hebat antara orang-orang Arab dan Turki.
Baca juga: Ketika Freemasonry Masuk dan Atur Detak Jantung Kekuasaan Utsmani
Lihat Juga :