Kisah Nabi Ibrahim Berdakwah di Babilonia, Membuat Makar terhadap Tuhan Mereka
Kamis, 23 November 2023 - 11:19 WIB
Qoola laqad kuntum antum wa aabaaa'ukum fii dalaalim mubiin
Artinya: Nabi Ibrahim menjawab: "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata". ( QS Al-Anbiya: 54 )
Kemudian Nabi Ibrahim as menjelaskan lebih lanjut argumen tentang kebatilan menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan.
Baca juga: Doa Nabi Ibrahim: Jauhkanlah Aku beserta Anak Cucuku dari Menyembah Berhala
Ibrahim berkata, "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?"
Mereka menjawab, "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian". ( QS Asy-Syu’ara : 72-74)
Sebenarnya mereka sendiri mengakui ketidakberdayaan berhala-berhala tersebut. Namun, sekali lagi, mengikuti ajaran nenek moyang yang menjadikan mereka berbuat seperti itu.
Padahal telah nyata kesesatan mereka. Karena itu beliau mengatakan, "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah Kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku. ( QS Asy-Syu'ara : 75-77)
Baca juga: Munculnya Penyembah Berhala dan Kisah Nabi Ibrahim Membangun Kakbah pada 8 Zulhijah
Kaumnya terperanjat dengan ketegasan Nabi Ibrahim yang menjelaskan kebatilan tuhan-tuhan mereka, sehingga mereka perlu mempertegas apakah yang dikatakan Nabi Ibrahim sungguh-sungguh atau sekedar main-main.
Artinya: Nabi Ibrahim menjawab: "Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata". ( QS Al-Anbiya: 54 )
Kemudian Nabi Ibrahim as menjelaskan lebih lanjut argumen tentang kebatilan menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan.
Baca juga: Doa Nabi Ibrahim: Jauhkanlah Aku beserta Anak Cucuku dari Menyembah Berhala
Ibrahim berkata, "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?"
Mereka menjawab, "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian". ( QS Asy-Syu’ara : 72-74)
Sebenarnya mereka sendiri mengakui ketidakberdayaan berhala-berhala tersebut. Namun, sekali lagi, mengikuti ajaran nenek moyang yang menjadikan mereka berbuat seperti itu.
Padahal telah nyata kesesatan mereka. Karena itu beliau mengatakan, "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah Kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku. ( QS Asy-Syu'ara : 75-77)
Baca juga: Munculnya Penyembah Berhala dan Kisah Nabi Ibrahim Membangun Kakbah pada 8 Zulhijah
Kaumnya terperanjat dengan ketegasan Nabi Ibrahim yang menjelaskan kebatilan tuhan-tuhan mereka, sehingga mereka perlu mempertegas apakah yang dikatakan Nabi Ibrahim sungguh-sungguh atau sekedar main-main.
Lihat Juga :