Kisah Khalifah Abu Bakar Mengutus Ala' bin Hadrami Hadapi Kaum Murtad Bahrain
Rabu, 27 Desember 2023 - 12:48 WIB
Dengan kalbu penuh iman Ala' berkata lagi:
"Saudara-saudara! Jangan takut. Bukankah kita Muslimin? Bukankah kita berjuang di jalan Allah? Bukankah kita berjuang membela agama Allah?"
"Benar," sahut mereka.
"Bergembiralah! Sungguh, Allah tidak akan mengecewakan orang semacam kita."
Bertalian dengan ini juga ada sumber lain yang menyebutkan bahwa selesai salat subuh mereka hanyut dalam doa, hingga begitu matahari terbit tampak oleh mereka sekilas bayangan udara (fatamorgana), kemudian menyusul yang kedua lalu yang ketiga. Pemimpin mereka berkata: "Air!"
Mereka pergi mendatangi tempat itu. Mereka minum, mandi dan mengambil air sepuas-puasnya.
Matahari pun sudah makin tinggi. Tiba-tiba dari segenap penjuru unta-unta itu datang kembali dan menderum (berlutut) di depan mereka. Sekarang mereka menaiki kembali unta masing-masing dan meneruskan perjalanan.
Diceritakan juga bahwa Abu Hurairah dan seorang sahabatnya dari orang Arab pedalaman yang sudah mengenal daerah ini, ketika kembali ke tempat ditemukannya air tadi, ternyata tak melihat kolam ataupun bekas air.
Baca juga: Murtad dan Penolakan Membayar Zakat Pascawafatnya Rasulullah
Orang yang sudah mengenal benar daerah-daerah ini mengatakan bahwa ia tahu benar tempat ini, dan sebelum kejadian itu memang tak pernah ia melihat ada air tergenang di sana. Itu sebabnya dikatakan bahwa kejadian ini adalah salah satu mukjizat Allah, dan bahwa air itu merupakan anugerah dari Allah.
Serangan Muslimin
Menurut Haekal, beberapa Orientalis menyatakan kesangsiannya mengenai cerita ini. Baik kesangsian itu beralasan atau tidak, yang jelas Ala' dan pasukan untanya sudah berangkat dan meneruskan perjalanan sampai tiba di Bahrain.
Dalam pada itu Ala' tetap memberi semangat kepada Jarud dan teman-temannya. Dia sendiri memang sudah siap menghadapi Hutam. Tetapi dilihatnya kaum murtad itu jumlah orang dan persenjataan yang cukup besar, yang tak akan mudah diserang begitu saja.
"Saudara-saudara! Jangan takut. Bukankah kita Muslimin? Bukankah kita berjuang di jalan Allah? Bukankah kita berjuang membela agama Allah?"
"Benar," sahut mereka.
"Bergembiralah! Sungguh, Allah tidak akan mengecewakan orang semacam kita."
Bertalian dengan ini juga ada sumber lain yang menyebutkan bahwa selesai salat subuh mereka hanyut dalam doa, hingga begitu matahari terbit tampak oleh mereka sekilas bayangan udara (fatamorgana), kemudian menyusul yang kedua lalu yang ketiga. Pemimpin mereka berkata: "Air!"
Mereka pergi mendatangi tempat itu. Mereka minum, mandi dan mengambil air sepuas-puasnya.
Matahari pun sudah makin tinggi. Tiba-tiba dari segenap penjuru unta-unta itu datang kembali dan menderum (berlutut) di depan mereka. Sekarang mereka menaiki kembali unta masing-masing dan meneruskan perjalanan.
Diceritakan juga bahwa Abu Hurairah dan seorang sahabatnya dari orang Arab pedalaman yang sudah mengenal daerah ini, ketika kembali ke tempat ditemukannya air tadi, ternyata tak melihat kolam ataupun bekas air.
Baca juga: Murtad dan Penolakan Membayar Zakat Pascawafatnya Rasulullah
Orang yang sudah mengenal benar daerah-daerah ini mengatakan bahwa ia tahu benar tempat ini, dan sebelum kejadian itu memang tak pernah ia melihat ada air tergenang di sana. Itu sebabnya dikatakan bahwa kejadian ini adalah salah satu mukjizat Allah, dan bahwa air itu merupakan anugerah dari Allah.
Serangan Muslimin
Menurut Haekal, beberapa Orientalis menyatakan kesangsiannya mengenai cerita ini. Baik kesangsian itu beralasan atau tidak, yang jelas Ala' dan pasukan untanya sudah berangkat dan meneruskan perjalanan sampai tiba di Bahrain.
Dalam pada itu Ala' tetap memberi semangat kepada Jarud dan teman-temannya. Dia sendiri memang sudah siap menghadapi Hutam. Tetapi dilihatnya kaum murtad itu jumlah orang dan persenjataan yang cukup besar, yang tak akan mudah diserang begitu saja.
Lihat Juga :