Kisah Al-Mutsanna: Perintah Khalifah Abu Bakar setelah Kuasai Irak

Senin, 15 Januari 2024 - 05:15 WIB
Khalid bin Walid ditugaskan membantu Al-Mutsanna dalam menghadapi pasukan Ormizd. Ilustrasi: Ist
Al-Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani adalah pemimpin pasukan dalam awal masa penaklukan Kekaisaran Sasaniyah di era Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq . Beliau wafat sebelum kemenangan pasukan Muslim dalam Pertempuran Qadisiyyah.

Ia menjadi tokoh yang dihormati dalam sejarah Irak modern karena keterlibatan militernya tersebut, dan namanya pernah dijadikan nama gerakan politik Pan Arabisme Nadi al-Muthanna di Irak. Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama Kegubernuran Al-Mutsanna yang terletak di selatan Irak.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Abu Bakr As-Siddiq" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (PT Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menjelaskan bahwa sebagian sejarawan mencatat sebelum berangkat ke Irak, Al-Mutsanna menghadap Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq di Madinah .

Baca juga: Kisah Al-Mutsanna Pimpin Pasukan Muslim Bebaskan Surga Dunia Bernama Irak

Hanya saja, sumber lain menyebut Al-Mutsanna tidak datang ke Madinah, juga tidak menghadap Abu Bakar. Dia masih meneruskan perjalanan bersama pasukannya ke Delta Furat dari Bahrain .

Pasukan ini sempat dihadang oleh Ormizd yang kemudian terjadi pertempuran hebat, yang beritanya sampai kepada Abu Bakar. Ketika menanyakan tentang Al-Mutsanna dan diketahuinya siapa orang itu dan apa peranannya di Bahrain ketika perang Riddah, ia mengeluarkan perintah kepada Khalid bin Walid supaya segera datang.

Ia ditugaskan membantu Al-Mutsanna dalam menghadapi pasukan Ormizd dan orang-orang Arab yang mendukungnya dan melepaskan mereka dari penguasa Persia yang kejam ini.

"Menurut hemat kita sumber ini lebih dapat diterima, meskipun kita tak dapat memastikan tanpa ada pegangan yang lebih autentik," ujar Haekal.

Sebenarnya Al-Mutsanna sudah dapat mengalahkan Persia dan tidak lagi memerlukan bantuan, dan kemenangannya itu mendorong pikiran Abu Bakar untuk menyerbu Irak. Ketika itulah ia memerintahkan Khalid berangkat ke Delta Furat untuk memperkuat pasukan Musanna.

Dari sana kemudian memasuki Hirah ibu kota Banu Lakhm. Iyad bin Ganm diperintahkan berangkat ke Dumat al-Jandal menundukkan penduduknya yang masih membangkang dan murtad. Dari sana ke Hirah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!