Peristiwa di Bulan Syawal: Nabi Muhammad SAW Berdakwah ke Thaif dan Diusir Warga Setempat

Selasa, 16 April 2024 - 12:52 WIB
Nabi Muhammad SAW keluar dari Makkah menuju Thaif. Namun di daerah ini ia diusir penduduk setempat. Ilustrasi: SINDOnews
Pada tanggal 27 tahun ke-10 Hijriyah, Nabi Muhammad SAW berdakwah di Thaif . Daerah yang berada di sebelah tenggara Makkah sekitar 80 km. Kini, Thaif adalah kota terbesar ketiga setelah Kota Makkah dan Madinah .

Kota Thaif diberkahi dengan tanah yang subur, walaupun komposisi bebatuan lebih mendominasi. Dengan kesuburan yang dimilikinya, maka kota Thaif terkenal dengan kekayaan produk pertanian. Berbagai jenis buah-buahan, seperti anggur, kurma, delima dan lain-lain dihasilkan oleh daerah yang subur ini.

Dr Mahdi Rizqullah Ahmad dalam buku berjudul "As-Sîratun-Nabawiyatu fi Dhau-il Mashâdiril ash Liyyah" mengisahkan sepeninggal Abu Thalib dan Khadijah ra , gangguan kaum Quraisy terhadap Rasulullah SAW semakin meningkat. Abu Thalib adalah paman Rasulullah dan Khadijah istrinya.

Kaum Quraisy tak peduli dengan kesedihan yang tengah menghinggapi Rasulullah. Hingga akhirnya, beliau memutuskan meninggalkan Makkah menuju Thaif. Beliau berharap penduduk Thaif mau menerimanya.

Baca juga: Peristiwa di Bulan Syawal: Ibrahim Putra Nabi Muhammad SAW Meninggal

Harapan Rasulullah SAW ternyata tinggal harapan. Penduduk Thaif menolak beliau dan mencemoohnya, bahkan mereka memperlakuan secara buruk terhadap Rasulullah SAW.

Kenyataan ini sangat menggoreskan kesedihan dalam hati Rasulullah SAW. Maka beliaupun kembali ke Makkah dalam keadaan sangat sedih, merasa sempit dan susah.

Begitulah sambutan penduduk Thaif. Penolakan mereka saat itu sangat mempengaruhi jiwa Nabi Muhammad SAW, sehingga beliaupun bersedih. Namun kesedihan ini tidak berlangsung lama. Karena sebelum beliau sampai di Makkah, saat melakukan perjalanan kembali dari Thaif, Rasulullah mendapatkan pertolongan Allah SWT.

Pertolongan ini sangat berpengaruh positif pada jiwa beliau, mengurangi kekecewaan karena penolakan penduduk Thaif, sehingga semakin menguatkan tekad dan semangat beliau mendakwahkan din (agama) yang hanif ini.

Pertongan pertama datang saat beliau berada di Qarnuts-Tsa’âlib atau Qarnul-Manazil. Allah mengutus Malaikat Jibril bersama malaikat penjaga gunung yang siap melaksanakan perintah Rasulullah SAW atas perlakuan buruk penduduk Thaif. Namun tawaran ini diabaikan Rasulullah SAW. Beliau tidak berkeinginan melampiaskan kekecewaaan atas penolakan penduduk Thaif. Justru sebaliknya, beliau mengharapkan agar dari penduduk Thaif ini terlahir generasi bertauhid yang akan menyebarkan Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!