Reconquista dan Kisah Runtuhnya Kekhalifahan Islam di Eropa
Kamis, 25 Juli 2024 - 14:57 WIB
Baca juga: Catatan Emas Jihad Laut Daulah Thuluniyah Bendung Serangan Byzantium
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut faktor tersebut antara lain:
1. Persaingan antarthaifah pascapembubaran Kekhalifahan Cordoba. Persaingan tersebut banyak melahirkan peperangan antar-thaifah untuk membuktikan thaifah terkuat di Spanyol.
Dalam sejarahnya, terdapat penaklukkan lewat peperangan antarthaifah, seperti Thaifah Algeciras pada tahun 1058 ditaklukkan Thaifah Sevilla, Thaifah Tortosa pada tahun 1060 ditaklukkan Thaifah Zaragoza dan sebagainya.
2. Melupakan semangat Arabisasi dan Islamisasi yang dilakukan dengan gencar pada masa kekuasaan Kekhalifahan Umayah di Damaskus.
Penaklukkan tanpa Arabisasi dan Islamisasi akan sia-sia. Arabisasi bertujuan menguatkan simbol persatuan yang terdapat dalam bahasa dan budaya, sedangkan Islamisasi adalah tujuan suci dan mulia yang ditekankan pada masa Rasulullah dengan jalur damai tanpa paksaan.
3. Pemerintahan feodal dan diskriminatif. Pemerintahan Islam pascakeruntuhan kekhalifahan semakin menegaskan lagi bahwa raja adalah pemilik segalanya, dan terdapat perbedaan warga negara antara Arab, campuran, dan pribumi.
Baca juga: Ini Mengapa Byzantium dan Persia Takluk dengan Kekhalifahan Islam
Selain itu diskriminatif antara penduduk Islam dengan Katolik semakin meruncing. Pemerintahan hanya mementingkan pungutan pajak yang realisasinya kurang dirasakan rakyat terutama rakyat non-Arab dan non-Islam.
Keadaan Islam yang kacau di Semenanjung Iberia membuat kerajaan terdekat, Castilla, dapat merebut Thaifah Toledo pada tahun 1085.
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut faktor tersebut antara lain:
1. Persaingan antarthaifah pascapembubaran Kekhalifahan Cordoba. Persaingan tersebut banyak melahirkan peperangan antar-thaifah untuk membuktikan thaifah terkuat di Spanyol.
Dalam sejarahnya, terdapat penaklukkan lewat peperangan antarthaifah, seperti Thaifah Algeciras pada tahun 1058 ditaklukkan Thaifah Sevilla, Thaifah Tortosa pada tahun 1060 ditaklukkan Thaifah Zaragoza dan sebagainya.
2. Melupakan semangat Arabisasi dan Islamisasi yang dilakukan dengan gencar pada masa kekuasaan Kekhalifahan Umayah di Damaskus.
Penaklukkan tanpa Arabisasi dan Islamisasi akan sia-sia. Arabisasi bertujuan menguatkan simbol persatuan yang terdapat dalam bahasa dan budaya, sedangkan Islamisasi adalah tujuan suci dan mulia yang ditekankan pada masa Rasulullah dengan jalur damai tanpa paksaan.
3. Pemerintahan feodal dan diskriminatif. Pemerintahan Islam pascakeruntuhan kekhalifahan semakin menegaskan lagi bahwa raja adalah pemilik segalanya, dan terdapat perbedaan warga negara antara Arab, campuran, dan pribumi.
Baca juga: Ini Mengapa Byzantium dan Persia Takluk dengan Kekhalifahan Islam
Selain itu diskriminatif antara penduduk Islam dengan Katolik semakin meruncing. Pemerintahan hanya mementingkan pungutan pajak yang realisasinya kurang dirasakan rakyat terutama rakyat non-Arab dan non-Islam.
Keadaan Islam yang kacau di Semenanjung Iberia membuat kerajaan terdekat, Castilla, dapat merebut Thaifah Toledo pada tahun 1085.
Lihat Juga :