10 Paus yang Menyerukan Perang Salib: Shalahuddin Al Ayyubi Bebaskan Baitul Maqdis
Jum'at, 26 Juli 2024 - 10:54 WIB
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
Paus Gregory yang mencetuskan Perang Salib III juga meninggal setelah dia menyerukan Perang Salib III di pertengahan Desember 1187.
Kepemimpinan Gregory VIII hanya berlangsung kurang dari dua bulan. Selanjutnya Perang Salib III dikawal oleh Paus Clemens III.
4. Paus Inosentius III menyerukan Perang Salib IV.
Gagalnya Richard I dari Inggris merebut Yerusalem walaupun memenangkan keseluruhan Perang Salib III melawan Shalahuddin tetap membuat kecewa Kepausan Roma.
Paus Inosentius akhirnya menyerukan pengiriman pasukan lagi ke Yerusalem melalui jalur laut dengan bantuan armada laut Venesia.
Pasukan Salib akhirnya menuju ke Konstantinopel terlibat konflik internal di kerajaan tersebut. Perang Salib IV tidak menghasilkan apa-apa mengenai pembebasan Yerusalem namun membuat Kerajaaan Byzantium menjadi terpecah menjadi dua.
5. Paus Honorius III menyerukan Perang Salib V.
Seruan Paus Honorius III dijawab dengan positif dari raja-raja di Eropa Barat. Hampir semua raja-raja di Eropa Barat yang beraliran Katolik mengikuti Perang Salib V. Perintah dari Honorius cukup jelas yaitu merebut Yerusalem yang ditaklukkan Shalahuddin tahun 1187. Kenyataanya Pasukan Salib menyerang Mesir pada Perang Salib V.
Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito
6. Paus Gregory IX adalah Paus pada masa Perang Salib VI.
Paus Gregory IX menjadi Paus menggantikan Paus Honorius III. Perang Salib VI tidak terjadi karena perjanjian damai disepakati oleh Frederick II dengan Sultan al-Kamil pada tahun 1229.
Perjanjian tersebut menyepakati bahwa Yerusalem diberikan kepada Pasukan Salib selama 15 tahun dan diberikan kepada Dinasti Ayyubiah pada tahun 1244. Walaupun tidak terjadi perang, kehadiran Frederick II dengan pasukannya di Timur Tengah juga atas izin Paus Gregoy IX sebagai pemimpin tertinggi Kristen Katolik.
7. Paus Inosentius IV.
Paus Gregory yang mencetuskan Perang Salib III juga meninggal setelah dia menyerukan Perang Salib III di pertengahan Desember 1187.
Kepemimpinan Gregory VIII hanya berlangsung kurang dari dua bulan. Selanjutnya Perang Salib III dikawal oleh Paus Clemens III.
4. Paus Inosentius III menyerukan Perang Salib IV.
Gagalnya Richard I dari Inggris merebut Yerusalem walaupun memenangkan keseluruhan Perang Salib III melawan Shalahuddin tetap membuat kecewa Kepausan Roma.
Paus Inosentius akhirnya menyerukan pengiriman pasukan lagi ke Yerusalem melalui jalur laut dengan bantuan armada laut Venesia.
Pasukan Salib akhirnya menuju ke Konstantinopel terlibat konflik internal di kerajaan tersebut. Perang Salib IV tidak menghasilkan apa-apa mengenai pembebasan Yerusalem namun membuat Kerajaaan Byzantium menjadi terpecah menjadi dua.
5. Paus Honorius III menyerukan Perang Salib V.
Seruan Paus Honorius III dijawab dengan positif dari raja-raja di Eropa Barat. Hampir semua raja-raja di Eropa Barat yang beraliran Katolik mengikuti Perang Salib V. Perintah dari Honorius cukup jelas yaitu merebut Yerusalem yang ditaklukkan Shalahuddin tahun 1187. Kenyataanya Pasukan Salib menyerang Mesir pada Perang Salib V.
Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito
6. Paus Gregory IX adalah Paus pada masa Perang Salib VI.
Paus Gregory IX menjadi Paus menggantikan Paus Honorius III. Perang Salib VI tidak terjadi karena perjanjian damai disepakati oleh Frederick II dengan Sultan al-Kamil pada tahun 1229.
Perjanjian tersebut menyepakati bahwa Yerusalem diberikan kepada Pasukan Salib selama 15 tahun dan diberikan kepada Dinasti Ayyubiah pada tahun 1244. Walaupun tidak terjadi perang, kehadiran Frederick II dengan pasukannya di Timur Tengah juga atas izin Paus Gregoy IX sebagai pemimpin tertinggi Kristen Katolik.
7. Paus Inosentius IV.
Lihat Juga :