Makna Khusus Perang Salib: Pasukan Salib Tidak Murni Kerajaan Katolik
Senin, 12 Agustus 2024 - 07:01 WIB
Keempat dinasti tersebut semuanya adalah dinasti yang dibentuk dari Islam. Fakta-fakta sejarah tersebut akhirnya melahirkan suatu kemutlakan: bahwa musuh pasukan Salib adalah Islam.
Terdapat misi tambahan dalam Perang Salib, yaitu menyebarkan paham Katolik. Pada Perang Salib I terjadi pembantaian orang-orang Yahudi di Rhineland, tahun 1096.50
Pada waktu itu keberadaan Yahudi sangat dibenci oleh Katolik. Orang-orang Yahudi secara ekonomi merupakan orang kaya dan kekayaan mereka dibutuhkan untuk membiayai perjalanan ke Yerusalem.
Sebelum pasukan Salib berangkat menuju Yerusalem pada Perang Salib I, banyak pembantaian orang-orang Yahudi di Eropa. Begitu pula ketika berhasil menguasai Yerusalem, orang-orang Yahudi didiskriminasi dan juga banyak yang dieksekusi.
Baca juga: Perang Salib di Era Dinasti Fatimiyah: Makna Yerusalem bagi Umat Kristen
Dari peristiwa tersebut banyak orang-orang Yahudi memeluk Katolik untuk menyelamatkan nyawanya. Jadi Yahudi juga merupakan musuh Katolik dalam Perang Salib.
Setelah jatuhnya Yerusalem ke tangan pasukan Salib pada tahun 1099, tidak hanya Islam yang dirugikan, namun juga orang-orang Yahudi.
Selain Yahudi, pasukan Salib juga memerangi kepercayaan pagan di Eropa. Momentum Perang Salib II dimanfaatkan pasukan Salib untuk menyebarkan Katolik ke kaum pagan.
Perang Salib II yang memerangi kaum pagan tersebut terjadi di Eropa Tengah dan dinamakan Perang Salib Wendish karena memerangi orang-orang Wend yang terdiri dari bangsa Slavia.
Terdapat misi tambahan dalam Perang Salib, yaitu menyebarkan paham Katolik. Pada Perang Salib I terjadi pembantaian orang-orang Yahudi di Rhineland, tahun 1096.50
Pada waktu itu keberadaan Yahudi sangat dibenci oleh Katolik. Orang-orang Yahudi secara ekonomi merupakan orang kaya dan kekayaan mereka dibutuhkan untuk membiayai perjalanan ke Yerusalem.
Sebelum pasukan Salib berangkat menuju Yerusalem pada Perang Salib I, banyak pembantaian orang-orang Yahudi di Eropa. Begitu pula ketika berhasil menguasai Yerusalem, orang-orang Yahudi didiskriminasi dan juga banyak yang dieksekusi.
Baca juga: Perang Salib di Era Dinasti Fatimiyah: Makna Yerusalem bagi Umat Kristen
Dari peristiwa tersebut banyak orang-orang Yahudi memeluk Katolik untuk menyelamatkan nyawanya. Jadi Yahudi juga merupakan musuh Katolik dalam Perang Salib.
Setelah jatuhnya Yerusalem ke tangan pasukan Salib pada tahun 1099, tidak hanya Islam yang dirugikan, namun juga orang-orang Yahudi.
Selain Yahudi, pasukan Salib juga memerangi kepercayaan pagan di Eropa. Momentum Perang Salib II dimanfaatkan pasukan Salib untuk menyebarkan Katolik ke kaum pagan.
Perang Salib II yang memerangi kaum pagan tersebut terjadi di Eropa Tengah dan dinamakan Perang Salib Wendish karena memerangi orang-orang Wend yang terdiri dari bangsa Slavia.
(mhy)
Lihat Juga :