Mullah Nashruddin, Si Bakhil, dan Uang dari Tuhan

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 09:43 WIB
"Baiklah," tukas si bakhil, "ambil jubahku dan aku akan memakai pakaianmu!" (Baca juga: Nashruddin Sering Mainkan Peranan Orang yang Belum Tercerahkan )

Mereka telah berlalu beberapa meter ketika Nashruddin berkata, "Engkau menunggang kuda dan aku jalan kaki. Jika kita terlihat seperti ini di depan hakim, ia mungkin akan berpikir bahwa dirinya seharusnya memberikan keputusan yang memberatkanmu."

"Aku tahu siapa yang akan memenangkan kasus ini, tidak jadi soal ia terlihat seperti apa! Ayo tunggangilah kudaku!"

Nashruddin pun menaiki kuda itu, sementara tetangganya yang bakhil itu berjalan di belakangnya. (Baca juga: Mullah Nashruddin, Keledai, dan Kualitas Magis Berkah )

Ketika giliran mereka tiba, si bakhil menjelaskan apa yang telah terjadi kepada hakim.

"Dan apa yang bisa Anda katakan atas tuduhan ini?" tanya hakim kepada Nashruddin.

"Yang Mulia. Orang ini bakhil, dan ia juga menderita penyakit delusi. Ia berilusi bahwa dirinya telah memberi uang kepadaku. Sesungguhnya, uang itu berasal dari sumber yang lebih tinggi. Uang itu sekadar terlihat oleh orang ini telah diberikan olehnya."

"Tetapi bagaimana Anda bisa membuktikannya?" (Baca juga: Mullah Nashruddin: Bagaimana Aku Tahu Apakah Aku Mati atau Hidup? )

"Sangat mudah, obsesi-obsesinya berbentuk pemikiran bahwa segala hal menjadi miliknya, padahal tidak. Coba tanyakan kepadanya, milik siapa jubah yang kupakai ini ...?" Nashruddin berhenti sejenak sambil menunjuk jubah yang dipakainya.

"Itu milikku," teriak si bakhtil.

Baca juga: BLT Karyawan Rp600.000 Ditransfer Besok, Menaker: Tenang Nggak Mungkin Nyasar

"Sekarang," ucap Nashruddin, "tanyakan kepadanya, kuda siapa yang aku tunggangi ketika datang ke pengadilan ini?"

"Anda menunggangi kudaku!" jerit si bakhil.

"Kasus ditutup," ucap sang hakim. (Baca juga: Ketika Nashruddin Menjadi Hakim dan Orang Bodoh )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!