5 Fakta Menarik tentang Esmail Qaani, Komandan Pasukan Quds yang Hilang

Selasa, 08 Oktober 2024 - 17:42 WIB
Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani Foto reuters
Pada tanggal 3 Oktober 2024 saat sedang memanasnya konflik antara Iran dan Israel sejak kematian pemimpin Hizbullah , Komandan Quds dari pasukan dari cabang Islamic Revolutionary Group Corps (IRGC) yaitu Esmail Qaani menghilang.

Banyak yang berspekulasi bahwa Esmail menjadi target penyerangan Israeli Defence Force (IDF) dalam penyerangan penerus Hizbullah , Hashem Safieddine saat serangan udara terhadap bunker Dahiya di tanggal yang sama.

Menjadi pertanyaan, siapa itu Esmail Qaani dan apakah benar beliau menjadi salah satu target dari serangan udara Dahiya ?

5 Fakta Tentang Esmail Qaani

1. Masuk ke dalam IRGC dan Langsung Ikut Perang Di Tahun Berikutnya

Esmail Qaani lahir pada tanggal 8 Agustus 1957 di Mashhad, kota kedua paling perpenduduk di Iran. Beliau masuk kedalam Islamic Revolution Group Corp (IRGC) pada tahun 1980. Setahun berikutnya beliau langsung berikut serta dalam perang Iran-Irak dari tahun 1980 hingga 1988.

Pada saat perang Iran-Irak itu beliau memimpin brigadir Nasr ke-5 dan brigade lapis baja Imam Reza ke-21. Selain itu, Esmail Qaani juga mendapatkan pelatihan militernya di Universitas Perwira Imam Ali di Tehran.

Setelah perang Iran-Irak berakhir, beliau pasukan Quds IRGC dan melanjutkan aktivitas militernya di provinsi Khorasan yang dimana membatasi Afghanistan, Turkmenistan, dan Pakistan.

2. Melawan Taliban di Afghanistan

Selain memimpin pasukan Quds, Esmail Qaani juga menanggulangi aksi Taliban yang sedang melonjak di perbatasan antara Afghanistan dengan Iran pada tahun 1990-an. Beliau dengan bantuan dari Afghanistan Harus menghadapi Taliban yang sejak saat itu, menjadi kartel narkoba di Afghanistan.

Selain itu, beliau juga mengunjungi rumah sakit di Afghanistan yang didanai oleh Iran sebagai utusan Iran pada tanggal 9 Januari 2018. Aksi ini dapat membantu kedua negara dalam melakukan pengintaian terhadap taliban di sekitar area rumah sakit.

Akan tetapi sejak tahun 2021 saat militer Amerika memundurkan diri dari Afghanistan dimana akhirnya para Taliban dapat menduduki Afghanistan, Esmail mengadvokasi pendekatan pragmatik mendorong kehidupan berdamping secara damai dengan Taliban tetapi tetap memiliki hubungan yang sama dengan Afghanistan seperti dahulu.

3. Perang Saudara Suriah

Pada tanggal 25 Mei 2012 dua desa di wilayah Houla, Suriah di serang mengakibatkan 108 kematian warga termasuk 48 anak-anak. Diketahui bahwa korban dari penyerangan tersebut hasil dari eksekusi ringkas yang dijalankan oleh Pro-Assad Shabiha.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!