7 Isi Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 11-20 yang Bermanfaat untuk Dipahami

Minggu, 24 November 2024 - 15:10 WIB
Artinya :

“Mereka berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk."”

Al-Maidah (5:23)

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمَا ٱدْخُلُوا۟ عَلَيْهِمُ ٱلْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَـٰلِبُونَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ


Artinya :

“Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, "Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu benar-benar orang-orang beriman."”

Al-Maidah (5:24)

قَالُوا۟ يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَآ أَبَدًۭا مَّا دَامُوا۟ فِيهَا ۖ فَٱذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَـٰتِلَآ إِنَّا هَـٰهُنَا قَـٰعِدُونَ


Artinya :

“Mereka berkata, "Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja."”

Al-Maidah (5:25)

قَالَ رَبِّ إِنِّى لَآ أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِى وَأَخِى ۖ فَٱفْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَـٰسِقِينَ


Artinya :

“Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu."”

Dalam tafsiran Ibnu Katsir, Nabi Musa diperintahkan untuk memimpin kaumnya memasuki tanah yang telah ditentukan Allah, yang diungkapkan dalam ayat ini sebagai "tanah suci". Ayat 21 juga mengingatkan Bani Israil untuk tidak mundur dari perintah tersebut karena takut musuh, karena jika mereka melakukannya, mereka akan rugi.

Selanjutnya Kaum Bani Israil menanggapi perintah Musa dengan rasa takut dan alasan mereka tidak bisa memasuki negeri tersebut, karena ada orang-orang yang sangat kuat dan perkasa di dalamnya.

Tanggapan datang dari dua orang yang takut kepada Allah dan mendapatkan nikmat dari-Nya, yaitu Yusya' bin Nun dan Kalib bin Yufana. Mereka mengingatkan Bani Israil bahwa jika mereka memasuki kota dan bertawakal kepada Allah, mereka akan menang.

Namun, meskipun ada dorongan dari dua orang yang beriman, Bani Israil tetap menolak untuk bertindak. Mereka mengatakan kepada Nabi Musa untuk pergi berperang bersama Allah, sementara mereka hanya akan menunggu.

Tafsiran ini menggambarkan bagaimana Nabi Musa merasa sangat kecewa dengan sikap kaumnya yang enggan berjuang. Cerita ini menjadi pelajaran tentang pentingnya keberanian, keteguhan hati, dan kepercayaan kepada Allah dalam menghadapi ujian dan perjuangan.

Ketidakmauan mereka untuk berperang menyebabkan keterlambatan bagi kaum Bani Israil dalam memperoleh warisan tanah yang telah dijanjikan Allah kepada mereka.
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Dua kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat timbangannya, dan disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala Yang Maha Pengasih yaitu, Subhanallah wa Bihamdihi Subhaanallaahil Azhim (Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung).

(HR. Muslim No. 4860)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More