Ustaz Dokter Zaidul Akbar: Rasa Lapar Akan Menyucikan Hati

Minggu, 03 Mei 2020 - 14:00 WIB
Adapun fadhillah (keutamaan) menahan rasa lapar adalah akan menguatkan iman dan menyucikan hati. Foto ilustrasi/Ist
Dai yang juga Penggagas Jurus Sehat Rasulullah (JRS) Ustaz Dokter (dr) Zaidul Akbar mengemukakan fadhillah (keutamaan) menahan lapar. Sebagaimana ulama terdahulu dan generasi terbaik tidak membiarkan iman mereka lemah karena terlalu banyaknya makanan masuk ke perut.

"Penyebab iman menjadi lemah itu karena terlalu banyak makan dan terlalu banyak bicara (tak bermanfaat), semoga Allah melindungi iman kita dari kedua hal tersebut," kata Ustaz dr Zaidul Akbar lewat akun IG @zaidulakbar kemarin.

Salah satu hikmah dari Zat Maha Pencipta, Allah Ta'ala memberikan "aplikasi" bernama puasa agar manusia belajar menahan lapar (hawa nafsu lebih tepatnya) hingga diberikan detox tersebut berupa 30 hari Ramadhan , 6 hari syawal, 3 hari ayyamul bidh, 8 hari Senin Kamis sebulan, puasa sunnah, hingga 150 hari puasa Daud selama setahun.

Dan para ulama terdahulu memilih untuk lapar daripada kenyang atau kekenyangan untuk menjaga ilmu mereka dan menjaga hafalan mereka. Karena lapar lebih dekat dengan kesucian hati seorang mukmin.

"Salat akan berat jika dikerjakan dalam keadaan perut kenyang, mata akan sulit menangis jika perut penuh dengan makanan, doa akan berat membuat hati tergetar jika perut penuh dengan makanan," katanya.



Zaman dahulu, penyakit degeneratif seperti stroke, darah tinggi, jantung, kencing manis, tidak seperti sekarang. Bisa jadi karena berharganya iman orang-orang zaman dahulu daripada urusan makanan yang tak selesai selesai. "Makan ya makan saja secukupnya, ya halal sehat tak berlebihan dan itupun hanya sekdar untuk menegakan tulang sulbi untuk beribadah kepada Allah," terangnya.

Allah Ta'ala berfirman: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan." (QS. Al-A'raf: ayat 31).

Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat ini:

قال بعض السلف : جمع الله الطب كله في نصف آية : ( وكلوا واشربوا ولا تسرفوا ) “

Sebagian salaf berkata bahwa Allah telah mengumpulkan semua ilmu kedokteran pada setengah ayat ini.

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menjelaskan bahaya kekenyangan karena penuhnya perut dengan makanan. Kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah beribadah. Demikian kata Ustaz Zaidul Akbar yang menukil pesan dari @shahihfiqih.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(rhs)
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنۡ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحۡيًا اَوۡ مِنۡ وَّرَآىٴِ حِجَابٍ اَوۡ يُرۡسِلَ رَسُوۡلًا فَيُوۡحِىَ بِاِذۡنِهٖ مَا يَشَآءُ‌ؕ اِنَّهٗ عَلِىٌّ حَكِيۡمٌ
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.

(QS. Asy-Syura Ayat 51)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More