Apakah Boleh Puasa di Akhir Bulan Syaban?
Kamis, 27 Februari 2025 - 09:50 WIB
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum puasa setelah memasuki paruh terakhir dari bulan Syaban. Sebagian melarang, sedangkan mayoritasnya membolehkan. Foto ilustrasi/ist
Apakah boleh puasa di akhir Bulan Syaban ? Hal ini terkait banyaknya pertanyaan tentang hukum puasa di akhir bulan Syaban. Mari kita simak penjelasan berikut.
Para ulama mazhab berbeda pendapat tentang hukum puasa setelah memasuki paruh terakhir dari bulan Syaban . Sebagian melarang, sedangkan mayoritasnya membolehkan. [Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah al Kuwaitiyah (48/291), Bidayatul Mujtahid (1/249)]
"Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada seorang laki-laki sedangkan Imran mendengarnya, "Hai Abu Fulan, tidakkah kamu berpuasa di sarar bulan ini..? "Tidak wahai Rasulullah.." jawab orang itu. Beliau pun bersabda: "Apabila kamu tidak berpuasa maka berpuasalah dua hari (pada hari lain)..." (HR Al-Bukhari)
Mayoritas ulama menjelaskan yang dimaksud dengan sarar adalah akhir dari setiap bulan. Berkata Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah:
"Mayoritas ulama membolehkan puasa sunnah setelah Nisfu Syaban dan mereka melemahkan hadis larangan puasa setelah nishfu Syaban. Imam Ahmad dan Ibnu Ma'in mengatakan hadis tersebut munkar." [Fath al Bari (4/129)]
Baca juga: Doa-doa di Penghujung Bulan Syaban, Yuk Amalkan!
Para ulama mazhab berbeda pendapat tentang hukum puasa setelah memasuki paruh terakhir dari bulan Syaban . Sebagian melarang, sedangkan mayoritasnya membolehkan. [Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah al Kuwaitiyah (48/291), Bidayatul Mujtahid (1/249)]
1. Yang Membolehkan
Umumnya ulama mazhab berpendapat tidak ada larangan untuk berpuasa pada akhir dari bulan Syaban. Selain karena menilai hadis di atas dhaif, juga karena adanya hadis yang menganjurkan untuk berpuasa di akhir setiap bulan berikut ini:عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سَأَلَهُ أَوْ سَأَلَ رَجُلًا وَعِمْرَانُ يَسْمَعُ فَقَالَ يَا أَبَا فُلَانٍ أَمَا صُمْتَ سَرَرَ هَذَا الشَّهْرِ قَالَ الرَّجُلُ لَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا أَفْطَرْتَ فَصُمْ يَوْمَيْنِ
"Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada seorang laki-laki sedangkan Imran mendengarnya, "Hai Abu Fulan, tidakkah kamu berpuasa di sarar bulan ini..? "Tidak wahai Rasulullah.." jawab orang itu. Beliau pun bersabda: "Apabila kamu tidak berpuasa maka berpuasalah dua hari (pada hari lain)..." (HR Al-Bukhari)
Mayoritas ulama menjelaskan yang dimaksud dengan sarar adalah akhir dari setiap bulan. Berkata Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah:
وقال جمهور العلماء يجوز الصوم تطوعا بعد النصف من شعبان وضعفوا الحديث الوارد فيه وقال أحمد وبن معين إنه منكر
"Mayoritas ulama membolehkan puasa sunnah setelah Nisfu Syaban dan mereka melemahkan hadis larangan puasa setelah nishfu Syaban. Imam Ahmad dan Ibnu Ma'in mengatakan hadis tersebut munkar." [Fath al Bari (4/129)]
Baca juga: Doa-doa di Penghujung Bulan Syaban, Yuk Amalkan!
2. Yang Melarang
Ulama Syafi'iyah berpendapat dilarangnya berpuasa di waktu-waktu dari akhir bulan Syaban berdasarkan hadis yang telah disebutkan. Sifat larangannya adalah haram menurut mayoritas mazhab ini, makruh menurut sebagian yang lain. [I'anatut Thalibin (2/273)]Lihat Juga :