Hati-hati, Ternyata Panca Indera pun Bisa Melakukan Zina
Kamis, 01 Oktober 2020 - 13:43 WIB
Mata bisa melakukan zina (ain), ketika seseorang memandang lawan jenisnya dengan perasaan senang, maka hati-hatilah jangan sampai terjerumus ke dalam zina panca indera ini. Foto ilustrasi/alamy stock
Islam sangat melarang zina, karena zina adalah suatu perbuatan keji dan diharamkan. Dosa pelaku zina bahkan dinyatakan setingkat dibawah pembunuhan yang untuk mendekatinya saja, kita sebagai umat islam sangat dilarang. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta'ala :
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan jangalah kalian dekat-dekat dengan zina, karena sesungguhnya zina itu kotor dan sejelek-jeleknya jalan” (Surat Al Isra’ 32)
Zina itu sendiri sering diartikan sebagai persetubuhan yang dilakukan laki-laki dan wanita di luar hubungan nikah. Selain melakukan zina dengan alat kemaluan ternyata zina yang dilakukan oleh manusia dapat terkait dengan bagian tubuh ( panca indera ) lainnya.
(Baca juga : Surat Al-Kafirun, Surat yang Sangat Ditakuti Iblis )
Tentang hal tersebut disebutkan dalam sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berikut ini :
“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).
Juga hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Setiap (anggota tubuh ) anak Adam memiliki peluang untuk melakukan zina, mata, mempunyai peluang untuk zina, dan zinanya yaitu : melihat atau memandang. Kedua tangan berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu menyentuh. Dan, kedua kaki berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu melangkah. Mulut berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu ciuman. Hati berkeinginan kuat atau berangan-angan dan kemaluan membenarkan hal itu atau mendustakannya(HR. al-Baihaqi di dalam as Sunan ash Shugro)
(Baca juga : Amalan Ringan yang Bisa Jadi Sebab Turunnya Rahmat Allah )
Imam an Nawawi mengatakan, makna hadis ini adalah bahwa manusia ditakdirkan baginya bagian dari zina. Maka, sebagian mereka adalah yang benar-benar melakukan perzinaan sesungguhnya yaitu dengan memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan yang haram.
Dan ada pula sebagiannya yang zinanya merupakan kiasan yaitu dengan memandang hal-hal yang haram, atau mendengarkan kepada hal-hal yang akan dapat mengantarkannya untuk melakukan perbuatan zina, atau melakukan segala hal yang dengan itu seseorang akan dapat melakukan perzinaan, atau dengan sentuhan menggunakan tangan, menyentuh wanita asing dengan tangannya, atau bahkan menciumnya, atau dengan berjalan dengan kaki menuju perbuatan zina, atau pandangan, atau sentuhan, atau ucapan haram dengan wanita asing dan yang lain-Nya. Atau dengan memikirkan dengan hati.
(Baca juga : Derajat Kemuliaan Ibu dalam Pandangan Al-Qur'an )
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan jangalah kalian dekat-dekat dengan zina, karena sesungguhnya zina itu kotor dan sejelek-jeleknya jalan” (Surat Al Isra’ 32)
Zina itu sendiri sering diartikan sebagai persetubuhan yang dilakukan laki-laki dan wanita di luar hubungan nikah. Selain melakukan zina dengan alat kemaluan ternyata zina yang dilakukan oleh manusia dapat terkait dengan bagian tubuh ( panca indera ) lainnya.
(Baca juga : Surat Al-Kafirun, Surat yang Sangat Ditakuti Iblis )
Tentang hal tersebut disebutkan dalam sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berikut ini :
“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).
Juga hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Setiap (anggota tubuh ) anak Adam memiliki peluang untuk melakukan zina, mata, mempunyai peluang untuk zina, dan zinanya yaitu : melihat atau memandang. Kedua tangan berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu menyentuh. Dan, kedua kaki berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu melangkah. Mulut berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu ciuman. Hati berkeinginan kuat atau berangan-angan dan kemaluan membenarkan hal itu atau mendustakannya(HR. al-Baihaqi di dalam as Sunan ash Shugro)
(Baca juga : Amalan Ringan yang Bisa Jadi Sebab Turunnya Rahmat Allah )
Imam an Nawawi mengatakan, makna hadis ini adalah bahwa manusia ditakdirkan baginya bagian dari zina. Maka, sebagian mereka adalah yang benar-benar melakukan perzinaan sesungguhnya yaitu dengan memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan yang haram.
Dan ada pula sebagiannya yang zinanya merupakan kiasan yaitu dengan memandang hal-hal yang haram, atau mendengarkan kepada hal-hal yang akan dapat mengantarkannya untuk melakukan perbuatan zina, atau melakukan segala hal yang dengan itu seseorang akan dapat melakukan perzinaan, atau dengan sentuhan menggunakan tangan, menyentuh wanita asing dengan tangannya, atau bahkan menciumnya, atau dengan berjalan dengan kaki menuju perbuatan zina, atau pandangan, atau sentuhan, atau ucapan haram dengan wanita asing dan yang lain-Nya. Atau dengan memikirkan dengan hati.
(Baca juga : Derajat Kemuliaan Ibu dalam Pandangan Al-Qur'an )