Apakah Ada Wali yang Berdakwah Keras dan Lantang?

Sabtu, 14 November 2020 - 07:30 WIB
Ustaz Miftah el-Banjary, Dai yang juga pakar ilmu linguistik Arab dan Tafsir Al-Quran asal Banjar Kalimantan Selatan. Foto/Ist
Ustaz Miftah el-Banjary

Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an

Kita sering dengar di antara sifat-sifat dan akhlak para wali Allah itu orangnya taat beribadah siang dan malam, berilmu pengetahuan agama yang tinggi, penyabar, pemaaf meski dizalimi. Jika berdakwah beliau akan santun dan penuh kelembutan. Ini sifat-sifat yang sering dipahami kebanyakan orang, bukan?

Lantas, apakah ada wali yang berdakwah keras dan lantang dalam bersikap amar ma'ruf dan nahi munkar? Apakah benar seseorang dapat dikatakan bahwa dia seorang wali jika dakwahnya keras dan tegas? (Baca Juga: Rahasia Keberkahan Usia Para Ulama )

Ibnu Arabi dan Syaikh Yusuf an-Nabhani dalam kitab "Karamatul Awliya" membagi sejumlah tingkatan dan maqam para wali-wali Allah . Di antara tingkatan wali itu ada yang maqamnya Hawariyyun. Hawari atau Hawariyyun ini merujuk pada kelompok yang membela Nabi Isa yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Ali-Imran Ayat 52:

قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Wali Hawary artinya wali penolong. Jumlahnya hanya ada 1 orang dalam satu abad atau satu zaman. Jika seorang wali Hawariy meninggal, maka kedudukannya akan diganti orang lain.

Dia mendapat tugas khusus, membela agama Allah baik dengan argumen maupun dengan senjata. Wali Hawariyyun diberi kelebihan oleh Allah dalam hal keberanian, Pedang (jihad fi sabilillah) di dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

Di zaman Nabi hanya sahabat Zubair Bin Awwam radhiyallahu 'anhu saja yang mendapatkan derajat wali Hawariy seperti yang disabdakan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "Setiap Nabi mempunyai Hawariy. Hawariyku adalah Zubair ibnul Awwam".

Walaupun pada waktu itu Nabi صلى الله عليه وسلم mempunyai banyak sahabat yang setia dan selalu berjuang di sisi beliau. Namun, beliau tahu hanya Zubair saja yang meraih pangkat wali Hawariy. Kelebihan seorang wali Hawariy biasanya seorang yang berani dan pandai berhujjah atau beragumentasi.

Di Mesir, Imam Ahmad Al-Badawi adalah seorang wali yang sangat gigih berjihad melawan kolonial Prancis. Dakwah beliau keras kepada musuh, namun lemah lembut kepada sesama kaum muslimin atau terhadap non-muslim yang tidak menyatakan permusuhan terhadap Islam.

Dalam maqam kewalian itu, ada wali yang memperoleh limpahan maqam Jamalullah. Artinya, dia hanya melihat keelokan dan keindahan dari sifat-sifat Allah Ta'ala, sehingga wali itu dianugerahi sifat-sifat kasih sayang, lemah lembut, penyabar dan pemaaf jika dizhalimi.

Ada pula wali yang mendapatkan limpahan maqam Jalalullah yang berarti wali tersebut memperoleh limpahan anugerah sifat keperkasaan Allah Ta'ala. Sehingga wali ini memiliki sifat-sifat keberanian, ketegasan, dan tidak pernah takut dalam beramar ma'ruf nahi munkar. (Baca Juga: Para Ulama Apabila Hendak Tidur Badan Mereka Gemetar, Apa Sebab? )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!