Menanamkan Jiwa Kreatif Anak Sesuai Syariat
Senin, 07 Desember 2020 - 14:37 WIB
(Baca juga : Najiskah Jilbab Terkena Lumpur atau Tanah? )
Ini sebuah masukan ataupun kata-kata yang memberikan motivasi bagi para pendidik untuk memperlakukan anak itu dari sudut pandang anak, bukan dari sudut pandang orang tua.
Jadi sangat penting untuk memperkenankan anak itu mengikuti pembicaraan yang lebih dewasa daripada usianya. Kadang-kadang orang tua suka mematahkan dengan mengatakan: “Anak-anak jangan ikut campur,” padahal mungkin kita tidak tahu potensi yang ada pada anak, ide yang mereka miliki. Banyak orang tua suka mematahkan dan meremehkan anak-anak mereka dengan mengatakan: “Kamu jangan ikut campur urusan orang dewasa.”
(Baca juga : KPK Sedang On Fire, Jokowi Diingatkan Segera Reshuffle Kabinet )
Sesekali waktu, perkenankan anak untuk mengikuti pembicaraan, mempersilahkannya untuk menyampaikan pendapat, meskipun kadang-kadang pikiran itu aneh atau mungkin tidak masuk akal atau tidak memiliki sangkut paut dengan pokok pembicaraan. Tapi kadang-kadang anak itu juga mengikuti pembicaraan orang-orang yang mungkin lebih dewasa dari mereka.
Tentunya di sini kita ingin menggali lebih luas lagi apa yang ada pada anak ini, apa yang ada pada mereka. Jadi termasuk tindakan yang sangat tidak bijaksana adalah mengejek dan meremehkan anak. Ini sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh orang tua, demikian juga para guru.
(Baca juga : 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tiba, Airlangga: Kedatangan Ini Momentum Awal Pelaksanaan Vaksinasi )
Jadi lebih baik orang tua itu menunjukkan kesalahan anak dalam cara berpikir atau berargumentasi. Kalau ada yang salah, itu diluruskan, bukan mematahkannya dan seolah-olah dia tidak layak untuk bicara, dia tidak layak untuk menyampaikan argumentasi ataupun pendapat.
Anak harus senantiasa didorong supaya menyampaikan apa yang dia anggap benar, walaupun mungkin salah. Kalau salah, maka kita luruskan. Kalau benar, maka berikan apresiasi dan dorong dia untuk lebih tajam lagi di dalam menyampaikan pendapat-pendapatnya.
(Baca juga : Epidemiolog Beri Sinyal Bahaya Corona Setelah Pilkada, Usul PSBB se-Jawa )
Ini sebuah masukan ataupun kata-kata yang memberikan motivasi bagi para pendidik untuk memperlakukan anak itu dari sudut pandang anak, bukan dari sudut pandang orang tua.
Jadi sangat penting untuk memperkenankan anak itu mengikuti pembicaraan yang lebih dewasa daripada usianya. Kadang-kadang orang tua suka mematahkan dengan mengatakan: “Anak-anak jangan ikut campur,” padahal mungkin kita tidak tahu potensi yang ada pada anak, ide yang mereka miliki. Banyak orang tua suka mematahkan dan meremehkan anak-anak mereka dengan mengatakan: “Kamu jangan ikut campur urusan orang dewasa.”
(Baca juga : KPK Sedang On Fire, Jokowi Diingatkan Segera Reshuffle Kabinet )
Sesekali waktu, perkenankan anak untuk mengikuti pembicaraan, mempersilahkannya untuk menyampaikan pendapat, meskipun kadang-kadang pikiran itu aneh atau mungkin tidak masuk akal atau tidak memiliki sangkut paut dengan pokok pembicaraan. Tapi kadang-kadang anak itu juga mengikuti pembicaraan orang-orang yang mungkin lebih dewasa dari mereka.
Tentunya di sini kita ingin menggali lebih luas lagi apa yang ada pada anak ini, apa yang ada pada mereka. Jadi termasuk tindakan yang sangat tidak bijaksana adalah mengejek dan meremehkan anak. Ini sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh orang tua, demikian juga para guru.
(Baca juga : 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tiba, Airlangga: Kedatangan Ini Momentum Awal Pelaksanaan Vaksinasi )
Jadi lebih baik orang tua itu menunjukkan kesalahan anak dalam cara berpikir atau berargumentasi. Kalau ada yang salah, itu diluruskan, bukan mematahkannya dan seolah-olah dia tidak layak untuk bicara, dia tidak layak untuk menyampaikan argumentasi ataupun pendapat.
Anak harus senantiasa didorong supaya menyampaikan apa yang dia anggap benar, walaupun mungkin salah. Kalau salah, maka kita luruskan. Kalau benar, maka berikan apresiasi dan dorong dia untuk lebih tajam lagi di dalam menyampaikan pendapat-pendapatnya.
(Baca juga : Epidemiolog Beri Sinyal Bahaya Corona Setelah Pilkada, Usul PSBB se-Jawa )
Lihat Juga :