Berikut Dua Pribadi Panutan Bagi Seluruh Kemanusiaan
Selasa, 09 Februari 2021 - 14:07 WIB
Ilustrasi/Ist
Pribadi Ibrahim AS , dan Muhammad SAW merupakan dua tokoh yang paling tepat untuk menggambarkan kualitas kemanusiaan yang sempurna ini. Ibrahim AS telah rela dibakar hidup-hidup karena kalimah "Laa ilaaha illa Allah" ini. Telah sedia diusir dari tanah airnya. Rela dipindahkan ke tanah gersang yang tak memberikan kehidupan di lembah bukit Faran ( Makkah ). Rela dipisahkan dengan anak tunggalnya Ismail AS dan isterinya Sitti Hajar . Rela menyembelih anaknya Isma'il.
Baca juga: Kalimat Kedua Syahadatain, Jembatan Hati Setiap Muslim dengan Al-Qur'an
Semua ini dilakukan hanya karena penghayatan beliau akan sikap "Laa ilaaha illa Allah", tiada tuhan bagiku selain Allah SWT.
Muhammad Imaduddin Abdulrahim (1931-2008) dalam buku Kuliah Tauhid yang diterbitkan oleh Pustaka-Perpustakaan Salman ITB (1980) memaparkan, karena itu beliau telah mendapat kehormatan yang tertinggi dari seluruh manusia. Demikian Allah telah memerintahkan setiap Muslim bershalawat kepada Ibrahim (salaamun 'ala Ibrahim), sebagai Bapak Kemerdekaan dan Bapak Kemanusiaan yang pertama dan paling utama bagi seluruh manusia.
Ajaran Nabi Muhammad SAW pun dikatakan merupakan lanjutan ajaran Nabi Ibrahim AS (Millata Ibrahim). Pokok ajaran Ibrahim AS merupakan missi utama Muhammad SAW.
Di dalam al-Qur'an dijelaskan, bahwa bangsa Quraish, yaitu anak cucu Nabi Ibrahim melalui putera pertama beliau Nabi Ismail AS mempunyai kelebihan khusus.
Baca juga: Tauhid Seorang Muslim: Kemerdekaan dan Makna Syahadat
Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT mengembara menuju lembah bukit Faran yang ketika itu dinamai orang Al-Bakkah, yang artinya lembah "tangisan". Lembah dengan tanahnya yang gersang itu tidak memberikan kehidupan sama sekali, sehingga setiap kabilah yang kehabisan bekal ketika sampai ke tempat itu pasti akan mengalami mati kelaparan dan kehausan.
Ibrahim AS membawa isteri beliau Siti Hajar ke sana semata demi mematuhi perintah Allah. "Aku pergi memenuhi perintah Tuhanku, Yang akan menunjuki aku." (QS 37: 99).
Sesampainya beliau ke tempat yang gersang ini maka beliau menyadari betapa berat tantangan yang akan beliau hadapi. Menegakkan kembali reruntuhan Ka'bah, yang pertama sekali didirikan olhh Nabi Adam AS, namun telah berabad-abad terbengkalai. Maka beliau kembalikan masalah itu kepada Allah SWT. Yang telah memerintahkan beliau ke tempat yang tidak memberikan harapan hidup itu.
Baca juga: Kalimat Kedua Syahadatain, Jembatan Hati Setiap Muslim dengan Al-Qur'an
Semua ini dilakukan hanya karena penghayatan beliau akan sikap "Laa ilaaha illa Allah", tiada tuhan bagiku selain Allah SWT.
Muhammad Imaduddin Abdulrahim (1931-2008) dalam buku Kuliah Tauhid yang diterbitkan oleh Pustaka-Perpustakaan Salman ITB (1980) memaparkan, karena itu beliau telah mendapat kehormatan yang tertinggi dari seluruh manusia. Demikian Allah telah memerintahkan setiap Muslim bershalawat kepada Ibrahim (salaamun 'ala Ibrahim), sebagai Bapak Kemerdekaan dan Bapak Kemanusiaan yang pertama dan paling utama bagi seluruh manusia.
Ajaran Nabi Muhammad SAW pun dikatakan merupakan lanjutan ajaran Nabi Ibrahim AS (Millata Ibrahim). Pokok ajaran Ibrahim AS merupakan missi utama Muhammad SAW.
Di dalam al-Qur'an dijelaskan, bahwa bangsa Quraish, yaitu anak cucu Nabi Ibrahim melalui putera pertama beliau Nabi Ismail AS mempunyai kelebihan khusus.
Baca juga: Tauhid Seorang Muslim: Kemerdekaan dan Makna Syahadat
Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT mengembara menuju lembah bukit Faran yang ketika itu dinamai orang Al-Bakkah, yang artinya lembah "tangisan". Lembah dengan tanahnya yang gersang itu tidak memberikan kehidupan sama sekali, sehingga setiap kabilah yang kehabisan bekal ketika sampai ke tempat itu pasti akan mengalami mati kelaparan dan kehausan.
Ibrahim AS membawa isteri beliau Siti Hajar ke sana semata demi mematuhi perintah Allah. "Aku pergi memenuhi perintah Tuhanku, Yang akan menunjuki aku." (QS 37: 99).
Sesampainya beliau ke tempat yang gersang ini maka beliau menyadari betapa berat tantangan yang akan beliau hadapi. Menegakkan kembali reruntuhan Ka'bah, yang pertama sekali didirikan olhh Nabi Adam AS, namun telah berabad-abad terbengkalai. Maka beliau kembalikan masalah itu kepada Allah SWT. Yang telah memerintahkan beliau ke tempat yang tidak memberikan harapan hidup itu.
Lihat Juga :