Hati Siti Aisyah Tersayat-sayat Meratapi Akhir Tragis Muhammad bin Abu Bakar

Jum'at, 12 Februari 2021 - 19:13 WIB
"Hai orang-orang yang beriman, ketahuilah bahwa kaum yang sudah biasa melanggar kehormatan, yang tenggelam dalam kesesatan, dan yang terus menerus berbuat sewenang-wenang sekarang sudah terang-terangan menyatakan permusuhan terhadap kalian. Mereka sedang bergerak menuju negeri kalian ini dengan membawa pasukan bersenjata. Oleh karena itu, barang siapa yang menginginkan surga dan pengampunan dari Allah SWT, ia harus berani keluar dan berjuang melawan mereka dengan niat semata-mata untuk memperoleh keridhoan Allah.

"Majulah menggempur mereka bersama-sama Kinanah bin Bisyir!"

Baca juga: Kaum Khawarij Angggap Ali bin Abu Thalib Murtad dan Menjadi Kafir

Kinanah bin Bisyir kemudian diserahi tugas memimpin pasukan sebesar 2.000 orang, sedangkan Muhammad bin Abu Bakar bertahan di belakang dengan 2.000 orang pengikut.

Amr bin Al Ash bergerak terus menghadapi pasukan Kinanah yang mengambil posisi di depan pasukan Muhammad. Ketika sudah mendekati pasukan Kinanah, Amr menggerakkan pasukannya regu demi regu. Tiap regu Syam yang berani mendekat, selalu berhasil dipukul mundur oleh pasukan Kinanah. Ini terjadi sampai berulang kali.

Ketika Amr melihat pasukannya dalam keadaan meresahkan cepat-cepat ia mengirim kurir kepada Muawiyah bin Hudaij untuk minta bantuan.

Permintaan Amr itu segera dipenuhi Muawiyah bin Hudaij dengan mengerahkan pasukan besar. Melihat pasukan musuh yang berjumlah sangat banyak itu, Kinanah dan sejumlah anggota pasukannya turun dari kuda, lalu melancarkan serangan keras terhadap musuh dengan pedang.

Dengan gigih ia menyerang terus-menerus, dan akhirnya gugur di medan tempur sebagai pahlawan syahid.

Setelah Kinanah mati terbunuh, Muawiyah bin Hudaij maju ke depan barisan untuk mencari-cari Muhammad bin Abu Bakar. Waktu itu para pendukung Muhammad sudah lari bercerai-berai meninggalkannya.

Muhammad keluar berjalan kaki pelahan-lahan sampai tiba di sebuah rumah tua yang sudah rusak. Lalu masuk ke dalam untuk berlindung.

Baca juga: Kisah Perlawanan Sengit Kaum Khawarij Terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib

Saat itu Amr rnasih bergerak terus sampai ke Fusthat, sedangkan Ibnu Hudaij masih terus mencari-cari Muhammad bin Abu Bakar. Akhirnya ia berjumpa dengan orang-orang yang sedang lari untuk menyelamatkan diri.

Waktu Ibnu Hudaij bertanya apakah ada orang yang mencurigakan lewat, mereka menjawab: "Tidak!"

Tetapi kemudian salah seorang di antara mereka menambahkan: "Aku tadi masuk ke dalam rumah tua itu, dan kulihat di dalamnya ada seorang lelaki sedang duduk."

Seketika itu juga Muawiyah bin Hudaij berteriak: "Nah…, itu mesti dia…, demi Allah!" Bersama beberapa temannya ia masuk ke dalam, lalu Muhammad bin Abu Bakar diseret keluar dalam keadaan hampir mati kehausan, kemudian di bawa ke Fusthat.

Ketika melihat saudaranya diseret-seret oleh Ibnu Hudaij, Abdurrahman bin Abu Bakar segera lari menemui Amr, kemudian berkata: "Demi Allah, saudaraku jangan sampai dibunuh perlahan-lahan. Perintahkan orang supaya melarang Ibnu Hudaij berbuat seperti itu!"

Atas permintaan Abdurrahman, Amr memerintahkan supaya Muhammad bin Abu Bakar dibawa kepadanya. Akan tetapi Ibnu Hudaij menjawab: "Kalian telah membunuh anak pamanku, Kinanah bin Bisyir. Apakah aku harus membiarkan Muhammad hidup? Tidak!"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!