Kaum Khawarij Angggap Ali bin Abu Thalib Murtad dan Menjadi Kafir
Senin, 08 Februari 2021 - 08:48 WIB
loading...
Ilustrasi Ali Bin Abi Thalib/Ist/mhy
A
A
A
Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a. berusaha menginsyafkan kaum Khawarij yang sudah mulai berangkat ke Nehrawan guna mempersiapkan pemberontakan bersenjata. Ali bin Abu Thalib cepat-cepat menulis surat kepada mereka, dibawa oleh seorang kurir. Dalam surat tersebut Ali bin Abu Thalib menjelaskan seperti yang sudah pernah dikemukakan dalam khutbah-khutbahnya.
Baca juga: Kisah Perlawanan Sengit Kaum Khawarij Terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib
Buku Sejarah Hidup Imam Ali ra karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini memaparkan sebelum menutup suratnya dengan kata-kata "Wassalaam", Ali bin Abu Thalib r.a. menegaskan ajakannya: "Seterimanya surat ini, hendaknya kalian segera kembali kepada kami. Kami sudah siap untuk berangkat menghadapi musuh kami dan musuh kalian, dan kami tetap memegang pimpinan seperti semula!"
Surat Ali bin Abu Thalib r.a. itu cepat dijawab oleh kaum Khawarij dengan penuh ejekan dan tuduhan semena-mena: "Engkau marah bukan karena Allah. Engkau marah hanya karena dirimu sendiri! Allah tidak akan menyelamatkan tipu-daya orang-orang yang berkhianat!"
Setelah membaca surat jawaban Khawarij yang seperti itu, Ali bin Abu Thalib putus harapan mengajak mereka bersatu kembali. Tadinya ia berniat hendak berangkat menghadapi pasukan Muawiyah di Shiffin , tetapi sekarang..., apa boleh buat! Daripada tertusuk dari belakang, lebih baik kaum Khawarij "dibenahi" lebih dahulu.
Usaha memberi pengertian sudah ditempuh. Mengajak bersatu kembali telah dicoba. Ajakan untuk berjuang lagi melawan pasukan Syam sudah ditolak. Bahkan mereka sekarang siap mengacungkan pedang.
Bahaya harus ditanggulangi satu demi satu. Yang lebih ringan perlu disingkirkan lebih dulu. Sekarang Ali bin Abu Thalib mengubah niat semula. Menangguhkan perlawanan terhadap pasukan Syam dan menumpas kaum Khawarij lebih dulu.
Baca juga: Teperdaya Amr bin Al-Ash, Abu Musa Berhentikan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah
Pasukan disiapkan untuk berangkat mengejar kaum Khawarij. Lalu Ali bin Abu Thalib r.a. mengucapkan amanat yang berisi petunjuk dan komando: "Barang siapa meninggalkan perjuangan dan menjauhi perintah Allah, ia berada di tepi jurang bahaya, sampai Allah sendiri menyelamatkan dengan rahmat-Nya. Oleh karena itu, hai para hamba Allah, bertakwalah kalian semua kepada-Nya. Perangilah orang-orang yang bertindak memerangi kaum pengemban Amanat Allah. Perangilah mereka yang mengubah agama Allah, orang-orang yang tidak mau mengerti Kitab Allah, dan tidak mau mengerti isyarat-isyarat Al-Qur'an, yaitu mereka yang tidak mau melihat persoalan dari sudut agama. Mereka itu sesungguhnya orang-orang yang belum begitu lama memeluk agama Islam."
"Demi Allah," kata Ali bin Abu Thalib r.a. seterusnya, "seandainya mereka itu sampai dapat menguasai kalian, mereka pasti akan berbuat seperti Kisra dan Kaisar (raja-raja Persia dan Romawi). Berangkatlah sekarang dan siap bertempur. Aku sudah mengirim utusan ke Bashrah agar saudara-saudara yang ada di sana bergabung dengan kalian. Insya Allah, mereka akan segera datang!"
Baca juga: Kisah Perlawanan Sengit Kaum Khawarij Terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib
Buku Sejarah Hidup Imam Ali ra karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini memaparkan sebelum menutup suratnya dengan kata-kata "Wassalaam", Ali bin Abu Thalib r.a. menegaskan ajakannya: "Seterimanya surat ini, hendaknya kalian segera kembali kepada kami. Kami sudah siap untuk berangkat menghadapi musuh kami dan musuh kalian, dan kami tetap memegang pimpinan seperti semula!"
Surat Ali bin Abu Thalib r.a. itu cepat dijawab oleh kaum Khawarij dengan penuh ejekan dan tuduhan semena-mena: "Engkau marah bukan karena Allah. Engkau marah hanya karena dirimu sendiri! Allah tidak akan menyelamatkan tipu-daya orang-orang yang berkhianat!"
Setelah membaca surat jawaban Khawarij yang seperti itu, Ali bin Abu Thalib putus harapan mengajak mereka bersatu kembali. Tadinya ia berniat hendak berangkat menghadapi pasukan Muawiyah di Shiffin , tetapi sekarang..., apa boleh buat! Daripada tertusuk dari belakang, lebih baik kaum Khawarij "dibenahi" lebih dahulu.
Usaha memberi pengertian sudah ditempuh. Mengajak bersatu kembali telah dicoba. Ajakan untuk berjuang lagi melawan pasukan Syam sudah ditolak. Bahkan mereka sekarang siap mengacungkan pedang.
Bahaya harus ditanggulangi satu demi satu. Yang lebih ringan perlu disingkirkan lebih dulu. Sekarang Ali bin Abu Thalib mengubah niat semula. Menangguhkan perlawanan terhadap pasukan Syam dan menumpas kaum Khawarij lebih dulu.
Baca juga: Teperdaya Amr bin Al-Ash, Abu Musa Berhentikan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah
Pasukan disiapkan untuk berangkat mengejar kaum Khawarij. Lalu Ali bin Abu Thalib r.a. mengucapkan amanat yang berisi petunjuk dan komando: "Barang siapa meninggalkan perjuangan dan menjauhi perintah Allah, ia berada di tepi jurang bahaya, sampai Allah sendiri menyelamatkan dengan rahmat-Nya. Oleh karena itu, hai para hamba Allah, bertakwalah kalian semua kepada-Nya. Perangilah orang-orang yang bertindak memerangi kaum pengemban Amanat Allah. Perangilah mereka yang mengubah agama Allah, orang-orang yang tidak mau mengerti Kitab Allah, dan tidak mau mengerti isyarat-isyarat Al-Qur'an, yaitu mereka yang tidak mau melihat persoalan dari sudut agama. Mereka itu sesungguhnya orang-orang yang belum begitu lama memeluk agama Islam."
"Demi Allah," kata Ali bin Abu Thalib r.a. seterusnya, "seandainya mereka itu sampai dapat menguasai kalian, mereka pasti akan berbuat seperti Kisra dan Kaisar (raja-raja Persia dan Romawi). Berangkatlah sekarang dan siap bertempur. Aku sudah mengirim utusan ke Bashrah agar saudara-saudara yang ada di sana bergabung dengan kalian. Insya Allah, mereka akan segera datang!"
Lihat Juga :