Nabi Dawud Kepincut Isri Orang, Lalu Membunuh Suaminya dengan Cara Begini
Rabu, 24 Februari 2021 - 16:47 WIB
Syaikh al-Albani berkata: “Kisah tentang terfitnahnya Nabi Dawud karena dia melihat istri prajuritnya (Areya) sangat masyhur dan tersebar dalam kisah para Nabi dan sebagian kitab tafsir."
"Seorang muslim yang berakal tidak akan meragukan tentang bathilnya kisah ini, karena dalam kisah tersebut terdapat hal-hal yang tidak pantas dengan kedudukan para Nabi, seperti beliau berusaha untuk membunuh suaminya agar dia menikahi istrinya setelah kematiannya," lanjutnya.
"Kisah ini juga diriwayatkan secara ringkas dari Nabi, maka harus disebutkan di sini dan diperingatkan,” ujarnya lagi.
Setelah menyebutkan hadis, beliau berkata: “Nampaknya, kisah ini adalah israiliyyat yang dinukil oleh ahli kitab yang tidak meyakini kema’shuman para Nabi”. (Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah: 313, 314).
Alangkah bagusnya ucapan al-Biqa’i dalam Tafsirnya 5/434: “Kisah tersebut dan yang semisalnya adalah kedustaan orang-orang Yahudi”. Lanjutnya: “Sebagian orang Yahudi yang telah masuk Islam pernah bercerita padaku bahwa mereka sengaja membuat cerita tersebut karena Isa termasuk keturunan beliau (Dawud) agar mereka mendapatkan celah untuk mencelanya”.
Para ulama telah ramai-ramai menjelaskan kebathilan kisah ini. Lihatlah dalam Tafsir al-Alusi 19/159, Faidhul Bari ‘ala Shahih Bukhari 4/38-39, al-Israiliyyat wal Maudhu’at Abu Syuhbah hlm. 369, al-Israil iyyat fi Tafsir wal Hadits Muhammad Husain adz-Dzahabi 130, 139, 148 dan lain-lain.
"Seorang muslim yang berakal tidak akan meragukan tentang bathilnya kisah ini, karena dalam kisah tersebut terdapat hal-hal yang tidak pantas dengan kedudukan para Nabi, seperti beliau berusaha untuk membunuh suaminya agar dia menikahi istrinya setelah kematiannya," lanjutnya.
"Kisah ini juga diriwayatkan secara ringkas dari Nabi, maka harus disebutkan di sini dan diperingatkan,” ujarnya lagi.
Setelah menyebutkan hadis, beliau berkata: “Nampaknya, kisah ini adalah israiliyyat yang dinukil oleh ahli kitab yang tidak meyakini kema’shuman para Nabi”. (Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah: 313, 314).
Alangkah bagusnya ucapan al-Biqa’i dalam Tafsirnya 5/434: “Kisah tersebut dan yang semisalnya adalah kedustaan orang-orang Yahudi”. Lanjutnya: “Sebagian orang Yahudi yang telah masuk Islam pernah bercerita padaku bahwa mereka sengaja membuat cerita tersebut karena Isa termasuk keturunan beliau (Dawud) agar mereka mendapatkan celah untuk mencelanya”.
Para ulama telah ramai-ramai menjelaskan kebathilan kisah ini. Lihatlah dalam Tafsir al-Alusi 19/159, Faidhul Bari ‘ala Shahih Bukhari 4/38-39, al-Israiliyyat wal Maudhu’at Abu Syuhbah hlm. 369, al-Israil iyyat fi Tafsir wal Hadits Muhammad Husain adz-Dzahabi 130, 139, 148 dan lain-lain.
(mhy)
Lihat Juga :