Prof Agus Purwanto Ungkap Ini Mengapa Negara Islam Kalah dengan Barat
Jum'at, 19 Maret 2021 - 20:48 WIB
“Kalau kita berbicara tentang kesempurnaan Islam seperti dalam Surat Al Ma’idah ayat 3, maka kesempurnaan Islam itu harus meliputi Trilogi relasi Tuhan, Alam, dan Manusia yang harus imbang. Sayangnya umat Islam hanya berfokus pada kajian dan perhatian pada Tuhan atau agama, abai terhadap urusan alam dan yang fokus pada urusan alam adalah orang Barat,” tegasnya.
Dari fakta tersebut sehingga terlihat wajar jika orang Barat saat ini tampak lebih maju. Padahal Tuhan melalui Al Qur’an banyak sekali bercerita tentang alam. Maka ke depan, pesan Prof. Agus, umat Islam harus melakukan kajian intensif terhadap Al Qur’an yang menyebutkan tentang alam, dan umat Islam juga harus melakukan pengkajian terhadap alam itu sendiri.
Baca juga: Inilah Mengapa Muhammadiyah Anggap Sangat Penting Penentuan Waktu Fajar
Sebelumnya, Prof Agus Purwanto, juga mengungkapkan bahwa kemunduran sains dan teknologi di dunia muslim merupakan masalah teologis, alih-alih kapital. Ia mengungkapkan bahwa ketika berbicara ajaran dan kesempurnaan Islam, maka tiga kompenen seperti Tuhan, alam, dan manusia, tidak bisa dilepaskan satu sama lainnya. Baginya, saat ini umat Islam masih terfokus pada relasi Tuhan dan manusia.
“Sedangkan orang Barat di satu sisi dalam kajiannya menitikberatkan kajian tentang alam sehingga mereka unggul dalam sains dan teknologi. Padahal kita tahu bahwa al-Quran ada sekitar ada 800 ayat yang secara spesifik penguasaan ilmu pengetahuan. Akibat melupakan ayat-ayat ini dunia Islam tertinggal dalam ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Ia menyatakan ayat alam di dalam al-Qur’an sedikitnya ada 800, lima kali lebih banyak dari ayat fikih yang 160. Sayangnya, ayat alam terlupakan dan tidak mendapat perhatian umat Islam. Umat Islam abai pada alam dan ilmu tentangnya. Akibatnya, hingga saat ini umat Islam hanya sebagai konsumen dan user hampir semua produk industri modern.
Baca juga: Kabar Kiamat dari Mata Air Zughar, Buah Kurma Baisan, dan Danau Tiberias
Berpikir dan Berpikir
Agus mengatakan ayat tentang ilmu pengetahuan itu disampaikan dalam beragam kosakata seperti ungkapan langit, bintang, matahari, bulan, bumi, tumbuhan, hewan, debu, tanah dan lain sebagainya. Meski ayat hukum hanya berjumlah seperlima dari ayat kauniyah, tetapi telah menyedot hampir semua energi ulama dan umat Islam.
Umat Islam seakan melupakan ayat-ayat al-Quran yang membahas fenomena terbitnya matahari, beredarnya bulan, dan kerlap-kerlipnya gugus bintang. Mereka melupakan kilat yang menyambar, malam yang gelap-gulita, cahaya yang melesat, dan listrik yang membakar. Padahal ayat-ayat tentang alam tersebut dapat diposisikan sebagai prinsip-prinsip dasar dalam rangka bagaimana membangun hubungan sains dan agama.
Dari fakta tersebut sehingga terlihat wajar jika orang Barat saat ini tampak lebih maju. Padahal Tuhan melalui Al Qur’an banyak sekali bercerita tentang alam. Maka ke depan, pesan Prof. Agus, umat Islam harus melakukan kajian intensif terhadap Al Qur’an yang menyebutkan tentang alam, dan umat Islam juga harus melakukan pengkajian terhadap alam itu sendiri.
Baca juga: Inilah Mengapa Muhammadiyah Anggap Sangat Penting Penentuan Waktu Fajar
Sebelumnya, Prof Agus Purwanto, juga mengungkapkan bahwa kemunduran sains dan teknologi di dunia muslim merupakan masalah teologis, alih-alih kapital. Ia mengungkapkan bahwa ketika berbicara ajaran dan kesempurnaan Islam, maka tiga kompenen seperti Tuhan, alam, dan manusia, tidak bisa dilepaskan satu sama lainnya. Baginya, saat ini umat Islam masih terfokus pada relasi Tuhan dan manusia.
“Sedangkan orang Barat di satu sisi dalam kajiannya menitikberatkan kajian tentang alam sehingga mereka unggul dalam sains dan teknologi. Padahal kita tahu bahwa al-Quran ada sekitar ada 800 ayat yang secara spesifik penguasaan ilmu pengetahuan. Akibat melupakan ayat-ayat ini dunia Islam tertinggal dalam ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Ia menyatakan ayat alam di dalam al-Qur’an sedikitnya ada 800, lima kali lebih banyak dari ayat fikih yang 160. Sayangnya, ayat alam terlupakan dan tidak mendapat perhatian umat Islam. Umat Islam abai pada alam dan ilmu tentangnya. Akibatnya, hingga saat ini umat Islam hanya sebagai konsumen dan user hampir semua produk industri modern.
Baca juga: Kabar Kiamat dari Mata Air Zughar, Buah Kurma Baisan, dan Danau Tiberias
Berpikir dan Berpikir
Agus mengatakan ayat tentang ilmu pengetahuan itu disampaikan dalam beragam kosakata seperti ungkapan langit, bintang, matahari, bulan, bumi, tumbuhan, hewan, debu, tanah dan lain sebagainya. Meski ayat hukum hanya berjumlah seperlima dari ayat kauniyah, tetapi telah menyedot hampir semua energi ulama dan umat Islam.
Umat Islam seakan melupakan ayat-ayat al-Quran yang membahas fenomena terbitnya matahari, beredarnya bulan, dan kerlap-kerlipnya gugus bintang. Mereka melupakan kilat yang menyambar, malam yang gelap-gulita, cahaya yang melesat, dan listrik yang membakar. Padahal ayat-ayat tentang alam tersebut dapat diposisikan sebagai prinsip-prinsip dasar dalam rangka bagaimana membangun hubungan sains dan agama.
Lihat Juga :