Pendekar Pincang Itu Syahid Bersama Putranya dalam Perang Uhud

Jum'at, 30 April 2021 - 04:22 WIB
Sesudah mendo’a dia berangkat diiringi ketiga orang putranya dan pasukan besar kaumnya, Bani Salamah. Ketika pertempuran telah berkecamuk, tentara muslimin terpencar-pencar, banyak yang meninggalkan Rasulullah. ‘Amr bin Jamuh berada di barisan depan pasukan berkuda.

Dia jatuh terbanting dari kudanya. Dia bangun dan menyerang musuh terpincang-pincang sambil berteriak, “Saya tertarik ke surga. Saya tertarik ke surga. Saya tertarik ke surga!“

Amr selalu didampingi puteranya Khallad. Kedua beranak itu melindungi Rasulullah dengan menebaskan pedang mereka kepada musuh-musuh yang mendekat. Namun akhirnya kedua beranak itu tewas di medan tempur sebagai syuhada’ dalam waktu hampir bersamaan.

Baca juga: Kisah di Balik Perang Uhud (1): Trio Macan yang Membuat Musuh Lari Terbirit-birit

Selesai pertempuran, Rasulullah memeriksa korban-korban yang syahid untuk menyaksikan mayat-mayat mereka. Beliau memerintahkan kepada para sahabat, “Kuburkan mereka dengan pakaian mereka yang berlumuran darah. Saya menjadi saksi bagi mereka, bahwa mereka syahid karena Allah. Tidak seorang pun muslim yang terluka dalam perang fi sabilillah, melainkan darahnya mengalir di hari kiamat menjadi za‘faran dan baunya seperti kasturi”.

“Kuburkan Amr bin Jamuh satu kuburan dengan Khallad bin Amr. Keduanya saling mencinta dan berada dalam satu barisan di dunia.” Semoga Allah meridhai Amr bin Jamuh dan seluruh syuahada dalam perang Uhud.

Baca juga: Kisah Perempuan di Perang Uhud yang Mengkhawatirkan Rasulullah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!