Sholat Tarawih Hingga Sahur Hanya Ada di Tarim Hadramaut
Sabtu, 01 Mei 2021 - 08:30 WIB
Suasana sholat Tarawih berjamaah di Kota Tarim Hadhramaut Yaman. Foto/Ist
Ramadhan tanpa melaksanakan sholat Tarawih rasanya tidak lengkap. Sholat sunnah yang satu ini memang punya keutamaan tersendiri karena hanya dilakukan di bulan Ramadhan.
Sholat sunnah ini dikerjakan selepas sholat fardhu Isya dan lazimnya dilakukan secara berjamaah di masjid ataupun mushalla. Di Indonesia, sholat Tarawih dilaksanakan sebanyak 8 rakaat ditambah 3 rakaat Witir. Ada juga yang mengerjakannya 20 rakaat ditutup dengan Witir 3 rakaat.
Baca Juga: Keistimewaan Tarim (2), Rumah dan Jalanannya Dipenuhi Cahaya
Berbeda dengan di Tarim, sebuah kota kecil di Hadhramaut, Yaman. Di kota yang berjuluk 'Seribu Wali' ini, sholat Tarawih dilaksanakan berjamaah hingga sahur. Setiap masjid yang ada di Tarim menggelar Tarawih 20 rakaat dengan waktu yang berbeda-beda.
Tarawih di Tarim memang tergolong unik. Umat muslim di kota ini sudah terbiasa sholat Tarawih hingga sahur. Bagi yang fisiknya kuat dapat melaksanakan sholat Tarawih hingga 100 rakaat.
Dilansir dari "Cahaya Tareem Hadramaut", Tarim memiliki sekitar 365 masjid ada di setiap sudut kota. Setiap masjid masing-masing menggelar Tarawih dengan jadwal berbeda hingga waktu sahur.
Adat di Kota Tarim biasanya saat azan Maghrib berkumandang, mereka tidak langsung menyantap nasi, tapi hanya dengan makan beberapa maqliaat (gorengan) khas negeri Yaman. Seperti sambossa, batotis, bakhomriy, dan aneka gorengan diy syayi ahmar (teh manis), atau gahwah zanjabil (kopi Arab yang kekompakan jahe) minuman yang konon mulai banyak dikonsumsi sejak 8 Hijriah.
Menu seperti ini tak pernah absen pada acara-acara kumpulan semacam maulid Nabi, hadlim, hadrah acara agama lainnya. Setelah sholat ba'da Maghrib langsung sholat Tasbih empat raka'at baru kemudian menyantap nasi dengan mengonsumsi asheer atau jus buah-buahan, sirup atau es teh.
Bagi yang ingin mengerjakan Tarawih tinggal memilih waktunya, insya Allah ada masjid yang menggelar sholat tarawih. Misalnya di Masjid As-Sakran, tarawih dilaksanakan pada pukul 21.00 waktu setempat. Sekitar seratus meter dari Masjid As-Sakran, terdapat Masjid Ba'alawi, dibangun oleh Imam Ali bin Alawi Khali 'Qasam (529 H) menggelar Tarawih pada pukul 23.00.
Sholat sunnah ini dikerjakan selepas sholat fardhu Isya dan lazimnya dilakukan secara berjamaah di masjid ataupun mushalla. Di Indonesia, sholat Tarawih dilaksanakan sebanyak 8 rakaat ditambah 3 rakaat Witir. Ada juga yang mengerjakannya 20 rakaat ditutup dengan Witir 3 rakaat.
Baca Juga: Keistimewaan Tarim (2), Rumah dan Jalanannya Dipenuhi Cahaya
Berbeda dengan di Tarim, sebuah kota kecil di Hadhramaut, Yaman. Di kota yang berjuluk 'Seribu Wali' ini, sholat Tarawih dilaksanakan berjamaah hingga sahur. Setiap masjid yang ada di Tarim menggelar Tarawih 20 rakaat dengan waktu yang berbeda-beda.
Tarawih di Tarim memang tergolong unik. Umat muslim di kota ini sudah terbiasa sholat Tarawih hingga sahur. Bagi yang fisiknya kuat dapat melaksanakan sholat Tarawih hingga 100 rakaat.
Dilansir dari "Cahaya Tareem Hadramaut", Tarim memiliki sekitar 365 masjid ada di setiap sudut kota. Setiap masjid masing-masing menggelar Tarawih dengan jadwal berbeda hingga waktu sahur.
Adat di Kota Tarim biasanya saat azan Maghrib berkumandang, mereka tidak langsung menyantap nasi, tapi hanya dengan makan beberapa maqliaat (gorengan) khas negeri Yaman. Seperti sambossa, batotis, bakhomriy, dan aneka gorengan diy syayi ahmar (teh manis), atau gahwah zanjabil (kopi Arab yang kekompakan jahe) minuman yang konon mulai banyak dikonsumsi sejak 8 Hijriah.
Menu seperti ini tak pernah absen pada acara-acara kumpulan semacam maulid Nabi, hadlim, hadrah acara agama lainnya. Setelah sholat ba'da Maghrib langsung sholat Tasbih empat raka'at baru kemudian menyantap nasi dengan mengonsumsi asheer atau jus buah-buahan, sirup atau es teh.
Bagi yang ingin mengerjakan Tarawih tinggal memilih waktunya, insya Allah ada masjid yang menggelar sholat tarawih. Misalnya di Masjid As-Sakran, tarawih dilaksanakan pada pukul 21.00 waktu setempat. Sekitar seratus meter dari Masjid As-Sakran, terdapat Masjid Ba'alawi, dibangun oleh Imam Ali bin Alawi Khali 'Qasam (529 H) menggelar Tarawih pada pukul 23.00.
Lihat Juga :