Tiga Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Ta'ala
Jum'at, 30 Juli 2021 - 07:11 WIB
Merasakan panasnya dunia saja kita sudah kesakitan. Lalu bagaimana jika gara-gara meninggalkan shalat, kita merasakan panasnya akhirat yang tidak hanya dalam hitungan jam, namun selama-lamanya. Padahal sehari di akhirat itu panjangnya setara dengan seribu tahun di dunia. Na’uzubillahi min zalik.
Baca juga: Inilah 5 Keutamaan Orang yang Tengah Sakit
Sungguh, kita akan sangat merugi jika sampai melalaikan sholat lima waktu. Sungguh sangat merugi jika waktu kita habis untuk mengurusi urusan duniawi hingga lupa mengerjakan sholat.
Padahal, mengerjakan sholat itu hanya butuh waktu yang sangat sedikit. Kira-kira hanya sepuluh menit setiap shalat, dikalikan lima. Hanya lima puluh menit dalam sehari. Sementara kita memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Hanya terkurangi 1 jam untuk sholat. Lalu 23 jam sisanya bisa kita manfaatkan untuk melakukan aktivitas lain yang hukumnya boleh untuk dilakukan.
Namun kenyataannya, sholat lima waktu yang hanya butuh sepuluh menit pada setiap pelaksanaannya ini tetap saja kita lalaikan.
2. Menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan hidup
Kenapa menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan hidup menjadi salah satu cara untuk meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala?
Karena Al-Qur'an adalah wahyu Allah subhanahu wata’ala yang memuat petunjuk-petunjuk utama agar seorang hamba menjalani kehidupan di dunia ini sesuai dengan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, sesuai dengan tujuan Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia.
Baca juga: Pengusaha Bisa Kena Sanksi Gara-gara Aturan Baru Subsidi Gaji
Menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan hidup tentu diawali dengan membacanya. Lalu memahami isinya. Kita harus mau mengkaji isinya. Bukan hanya dengan mengharap keutamaan dari membaca surat-surat tertentu atau ayat-ayat tertentu yang sering kita jumpai keterangannya.Memang itu termasuk salah satu yang disyariatkan, tetapi baru sebagian kecilnya saja, belum mencakup keseluruhan syariat.
Tujuan Allah subhanahu wata’ala menurunkan Al-Qur'an adalah sebagaimana termaktub dalam firman-Nya,
هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
“Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)
Untuk mencapai tujuan tersebut, tidak cukup hanya sekeadar mencari keutamaan membaca surat atau ayat tertentu saja yang memiliki keutamaan tertentu.
Tujuan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk hanya dapat dicapai dengan memelajari isinya. Memahami makna yang terkandung pada setiap ayatnya.
Caranya bagaimana? Tentu saja diawali dengan rajin membacanya. Lalu rajin menghadiri majelis ilmu yang membahas kajian makna dan tafsir al-Quran. Ngaji kepada kyai dan alim ulama. Mari kita hadiri majelis-majelis ilmu yang ada di sekitar kita. Mari kita belajar bersama, ngaji syariat, di taman-taman surga itu.
Baca juga: Inilah 5 Keutamaan Orang yang Tengah Sakit
Sungguh, kita akan sangat merugi jika sampai melalaikan sholat lima waktu. Sungguh sangat merugi jika waktu kita habis untuk mengurusi urusan duniawi hingga lupa mengerjakan sholat.
Padahal, mengerjakan sholat itu hanya butuh waktu yang sangat sedikit. Kira-kira hanya sepuluh menit setiap shalat, dikalikan lima. Hanya lima puluh menit dalam sehari. Sementara kita memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Hanya terkurangi 1 jam untuk sholat. Lalu 23 jam sisanya bisa kita manfaatkan untuk melakukan aktivitas lain yang hukumnya boleh untuk dilakukan.
Namun kenyataannya, sholat lima waktu yang hanya butuh sepuluh menit pada setiap pelaksanaannya ini tetap saja kita lalaikan.
2. Menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan hidup
Kenapa menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan hidup menjadi salah satu cara untuk meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala?
Karena Al-Qur'an adalah wahyu Allah subhanahu wata’ala yang memuat petunjuk-petunjuk utama agar seorang hamba menjalani kehidupan di dunia ini sesuai dengan perintah Allah subhanahu wa ta’ala, sesuai dengan tujuan Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia.
Baca juga: Pengusaha Bisa Kena Sanksi Gara-gara Aturan Baru Subsidi Gaji
Menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan hidup tentu diawali dengan membacanya. Lalu memahami isinya. Kita harus mau mengkaji isinya. Bukan hanya dengan mengharap keutamaan dari membaca surat-surat tertentu atau ayat-ayat tertentu yang sering kita jumpai keterangannya.Memang itu termasuk salah satu yang disyariatkan, tetapi baru sebagian kecilnya saja, belum mencakup keseluruhan syariat.
Tujuan Allah subhanahu wata’ala menurunkan Al-Qur'an adalah sebagaimana termaktub dalam firman-Nya,
هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
“Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)
Untuk mencapai tujuan tersebut, tidak cukup hanya sekeadar mencari keutamaan membaca surat atau ayat tertentu saja yang memiliki keutamaan tertentu.
Tujuan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk hanya dapat dicapai dengan memelajari isinya. Memahami makna yang terkandung pada setiap ayatnya.
Caranya bagaimana? Tentu saja diawali dengan rajin membacanya. Lalu rajin menghadiri majelis ilmu yang membahas kajian makna dan tafsir al-Quran. Ngaji kepada kyai dan alim ulama. Mari kita hadiri majelis-majelis ilmu yang ada di sekitar kita. Mari kita belajar bersama, ngaji syariat, di taman-taman surga itu.
Lihat Juga :