Muhammad Ali Pasha (4-Habis): Buta Huruf Peletak Dasar Mesir Modern
Selasa, 02 November 2021 - 05:15 WIB
Termotivasi Napoleon
Pada awal kehadiran Muhammad Ali Pasha di Mesir, hubungannya berjalan dengan mudah menyesuaikan diri dengan masyarakatnya.
Hampir setiap masalah yang muncul dapat diselesaikan. Ia dikenal sebagai perwira yang luwes dan mempunyai wawasan masa depan. Tetapi ketika ia mulai menerapkan ide-idenya, maka mulailah muncul tantangan dari penduduk Mesir terutama dari kaum ulama.
Hanya saja, karena kearifannya, Muhammad Ali Pasha dapat meredam setiap reaksi yang muncul. Dalam waktu singkat ia dapat mewujudkan program pembaruannya dalam berbagai bidang antara lain bidang militer, ekonomi, pendidikan, dan ilmu pengetahuan.
Philip K. Hitti dalam bukunya berjudul History Of The Arabs, memaparkan bahwa lahirnya keinginan Muhammad Ali Pasha untuk memajukan peradaban modern termotifasi dari unsur-unsur dan hal-hal baru yang dibawa oleh Napoleon Bonaparte, ketika ia memimpin ekspedisi di daerah-daerah kekuasaan pemerintahan yang dibangun oleh umat Islam.
Muhammad Ali Pasha menganggap kunci utama untuk menciptakan langgengnya kekuasaan adalah mengubah sistim
militer.
Kemudian Muhammad Ali Pasha mengundang seorang kolonel Prancis, bernama Seve, yang memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sulayman Pasha. Ia ditugaskan untuk melatih dan memodernisasikan angkatan bersenjata di Mesir.
Untuk mendukung kekuatan militer maka dibutuhkan dana yang sangat banyak untuk keperluan bala tentara, maka semua itu harus ditunjang dengan sistim ekonomi.
Kemudian ia pun terdorong untuk mempelajari ilmu ekonomi yang telah berkembang di Eropa.
Tidak hanya militer dan perekonomian saja yang diperhatikan oleh Muhammad Ali Pasha, tetapi ia juga mengupayakan pengetahuan mengenai administrasi negara. Ini ditunjukkannya dengan mendirikan beberapa lembaga yang terkait dengan sekolah-sekolah modern, seperti: Kementerian Pendidikan pada tahun 1815 M, yang sebelumnya tidak dikenal.
Lalu sekolah militer pada tahun 1815 M. Pembentukan sekolah ini untuk memperkuat kekuasaannya di Mesir. sekolah teknik (1816 M) ini didirikan agar rakyat Mesir dapat memproduksi persenjataan, dan keahlian dalam berperang.
Baca juga: Muhammad Ali Pasha (1): Pembantaian Kaum Mamluk di Benteng Kairo
Pada awal kehadiran Muhammad Ali Pasha di Mesir, hubungannya berjalan dengan mudah menyesuaikan diri dengan masyarakatnya.
Hampir setiap masalah yang muncul dapat diselesaikan. Ia dikenal sebagai perwira yang luwes dan mempunyai wawasan masa depan. Tetapi ketika ia mulai menerapkan ide-idenya, maka mulailah muncul tantangan dari penduduk Mesir terutama dari kaum ulama.
Hanya saja, karena kearifannya, Muhammad Ali Pasha dapat meredam setiap reaksi yang muncul. Dalam waktu singkat ia dapat mewujudkan program pembaruannya dalam berbagai bidang antara lain bidang militer, ekonomi, pendidikan, dan ilmu pengetahuan.
Philip K. Hitti dalam bukunya berjudul History Of The Arabs, memaparkan bahwa lahirnya keinginan Muhammad Ali Pasha untuk memajukan peradaban modern termotifasi dari unsur-unsur dan hal-hal baru yang dibawa oleh Napoleon Bonaparte, ketika ia memimpin ekspedisi di daerah-daerah kekuasaan pemerintahan yang dibangun oleh umat Islam.
Muhammad Ali Pasha menganggap kunci utama untuk menciptakan langgengnya kekuasaan adalah mengubah sistim
militer.
Kemudian Muhammad Ali Pasha mengundang seorang kolonel Prancis, bernama Seve, yang memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sulayman Pasha. Ia ditugaskan untuk melatih dan memodernisasikan angkatan bersenjata di Mesir.
Untuk mendukung kekuatan militer maka dibutuhkan dana yang sangat banyak untuk keperluan bala tentara, maka semua itu harus ditunjang dengan sistim ekonomi.
Kemudian ia pun terdorong untuk mempelajari ilmu ekonomi yang telah berkembang di Eropa.
Tidak hanya militer dan perekonomian saja yang diperhatikan oleh Muhammad Ali Pasha, tetapi ia juga mengupayakan pengetahuan mengenai administrasi negara. Ini ditunjukkannya dengan mendirikan beberapa lembaga yang terkait dengan sekolah-sekolah modern, seperti: Kementerian Pendidikan pada tahun 1815 M, yang sebelumnya tidak dikenal.
Lalu sekolah militer pada tahun 1815 M. Pembentukan sekolah ini untuk memperkuat kekuasaannya di Mesir. sekolah teknik (1816 M) ini didirikan agar rakyat Mesir dapat memproduksi persenjataan, dan keahlian dalam berperang.
Baca juga: Muhammad Ali Pasha (1): Pembantaian Kaum Mamluk di Benteng Kairo
Lihat Juga :