Azarmidukht, Si Cantik dengan Kapak di Tangan Kanan dan Pedang di Tangan Kirinya

Rabu, 10 November 2021 - 05:15 WIB
Farrukh Hurmuz mencoba mengejar dua peruntungan dengan sekali tepuk, yaitu kekuasaan dan cinta, dengan cara menikahi Ratu baru tersebut. Dia menulis surat untuk Azarmidukht, “Hari ini aku adalah pahlawan bangsa dan pilar Kekaisaran Persia. Menikahlah denganku!”

Azarmidukht membalas suratnya, “Pernikahan bagi seorang ratu tidak diperkenankan. Aku sangat menyadari bahwa niatmu dalam lamaranmu adalah untuk memenuhi kebutuhan (seksual)mu sendiri dan nafsu birahi kepada diriku, jadi datanglah kepadaku pada malam (ini dan itu yang telah ditentukan).”

Agha Ibrahim Akram dalam buku berjudul The Muslim Conquest of Persia mengisahkan begitu gembira dengan undangan dari Ratu tercantik kesukaannya, dengan berbunga-bunga Farrukh Hurmuz melakukan perjalanan ke Ctesiphon.

Pada malam yang telah ditentukan dia datang dengan tenang ke istana, sama sekali tidak menyadari bahwa dia bukan akan bertemu dengan cintanya, namun dengan kematian.

Azarmidukht memerintahkan komandan pengawalnya untuk mengintai dan menunggunya pada malam itu dan kemudian membunuhnya. Dan atas perintah Azarmidukht, dia kemudian menyeret mayat Farrukh Hurmuz dengan menarik kakinya lalu membuangnya ke ruang terbuka di depan istana pemerintahan.

Keesokan paginya, orang-orang menemukan Farrukh Hurmuz yang telah terbunuh, dan Azarmidukht memberi perintah agar jenazahnya dibawa pergi dan dihilangkan dari pandangan. Publik pun menyadari, bahwa orang sepenting Farrukh Hurmuz dapat dibunuh hanya jika ada alasan yang begitu kuat.

Baca juga: Raja Persia Melarikan Diri, Sa'ad bin Abi Waqqash Duduki Istana

Balas Dendam

Berita tentang kematian dan bagaimana jasadnya diperlakukan segera tersebar di ibukota, dan tidak lama kemudian sampai kepada telinga Rustam di Khurasan, putra Farrukh Hurmuz. Sebelum berangkat, Farrukh Hurmuz menugaskan Rustam untuk menjadi gubernur di Khurasan dan sekaligus memimpin pertempuran melawan orang-orang Turki dan Hun.

Rustam adalah seorang jenderal yang termashyur, veteran dari banyak peperangan. Dia bersumpah akan membalas dendam kepada sang Ratu atas pembunuhan ayahnya. Dia berbaris dengan pasukannya yang besar menuju Ctesiphon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!