Keutamaan Takziyah dan Doa yang Diajarkan Rasulullah
Rabu, 24 November 2021 - 11:37 WIB
"Tidaklah seorang Mukmin bertakziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemuliaan kepadanya di hari kiamat." (HR Ibnu Majah)
Waktu Bertakziyah
Menurut jumhur ulama, waktu melakukan takziyah adalah tiga hari, dan dimakruhkan melebihi dari tiga hari, karena tujuan Takziyah itu untuk menenangkan hati orang yang tertimpa musibah.
Setelah tiga hari, hati biasanya sudah bisa tenang. Justru bila ada Takziyah setelah itu, akan mengingatkan kepada kesedihannya. Pendapat ini didasarkan kepada Hadis :
لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثِ أَيَّامٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ فَإِنَّهَا تُحِدُّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
"Tidaklah dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, untuk berkabung lebih dari tiga hari, terkecuali berkabung kerana (ditinggal mati) suaminya, yaitu selama empat bulan sepuluh hari." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Doa Nabi Ketika Bertakziyah
Para ulama tidak membatasi dan tidak menentukan bacaan-bacaan khusus yang harus diucapkan ketika bertakziyah. Namun, diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melayat seseorang dan mengucapkan:
Rahimakallahu wa Ajaroka
Waktu Bertakziyah
Menurut jumhur ulama, waktu melakukan takziyah adalah tiga hari, dan dimakruhkan melebihi dari tiga hari, karena tujuan Takziyah itu untuk menenangkan hati orang yang tertimpa musibah.
Setelah tiga hari, hati biasanya sudah bisa tenang. Justru bila ada Takziyah setelah itu, akan mengingatkan kepada kesedihannya. Pendapat ini didasarkan kepada Hadis :
لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثِ أَيَّامٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ فَإِنَّهَا تُحِدُّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
"Tidaklah dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, untuk berkabung lebih dari tiga hari, terkecuali berkabung kerana (ditinggal mati) suaminya, yaitu selama empat bulan sepuluh hari." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Doa Nabi Ketika Bertakziyah
Para ulama tidak membatasi dan tidak menentukan bacaan-bacaan khusus yang harus diucapkan ketika bertakziyah. Namun, diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melayat seseorang dan mengucapkan:
رَحِمَكَ اللهُ وَآجَرَكَ
Rahimakallahu wa Ajaroka
Lihat Juga :