Allah Mencintai Orang-Orang yang Lisannya Basah karena Zikir

Rabu, 10 Juni 2020 - 17:43 WIB
Allah Ta’ala menyebutkan zikir dalam ayat yang sangat banyak dalam al-Qur`an. Foto/Ilustrasi/Ist
ADA belasan ibadah yang sangat dicintai Allah. Iman kepada Allah adalah yang paling utama. Ibadah lainnya yang juga dicintai Allah adalah silaturahim, amar ma'ruf dan nahi munkar, juga faraidh (kewajiban), witir dan masih banyak lagi. Memang, banyak riwayat hadis tentang fadhail amal yang menjelaskan tentang amalan yang paling dicintai Allah. Namun para ulama hadis berkata bahwa jawaban Rasulullah dalam hadis-hadis tersebut disesuaikan dengan sang penanya. (Baca juga: Iman Kepada Allah: Ibadah Hati yang Paling Dicintai Allah )

Asma` binti Rasyid ar-Ruwaisyid dalam " Ibadah Yang Paling Dicintai Allah" menyebut zikir kepada Allah juga salah satu ibadah yang sangat dicintai Allah SWT. (Baca juga: Ibadah Paling Dicintai Allah: Silaturahim, Amar Ma'ruf, dan Nahi Munkar )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (( أحب الأعمال إلى الله أن تموت ولسانك رطب من ذكر الله ))

“Ibadah yang paling dicintai Allah subhanahu wa ta’ala bahwa engkau wafat sedangkan lisanmu basah karena zikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.’

Baca juga: Berikut Ini Tiga Ibadah yang Paling Dicintai Allah Ta'ala

Menurut Ath-Thibiy, basahnya lisan adalah ungkapan karena mudahnya berlakunya sebagaimana keringnya adalah ungkapan kebalikannya, kemudian mengalirnya lisan adalah ungkapan tentang selalu berzikir.

Asma' mengatakan asal zikir adalah ingatnya hati kepada yang disebutkan dan terjagi baginya. Zikir dengan lisan dinamakan zikir karena ia menunjukan atas zikir hati, namun ketika banyak penggunaan zikir terhadap ucapan dengan lisan, jadilah ia yang dipahami.

Zikir adalah mendatangkan dengan lafazh-lafazh ada dorongan mengucapkan dan memperbanyaknya, seperti al-Baqiyat ash-shalihat, yaitu subhanallah, al-hamdulillah, laailaaha illallah, dan Allahu Akbar.

Baca juga: Agar Kerja Menjadi Ibadah, Ingat Allah Maha Pemberi Rezeki

Dan yang lainnya semisal, hauqalah (laahaula wa laaquwwata illa billah), basmalah, hasbalah (hasbiyallahu ...), istighfar dan semisal yang demikian itu serta doa untuk kebaikan dunia dan akhirat .

Zikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala juga ditujukkan dan dimaksudkan tekun melakukan amal ibadah yang wajib atau sunnah seperti membaca al-Qur`an, membaca hadis, mempelajari ilmu dan salat sunnah.

Baca juga: Al-Qur'an Menjawab Para Pengingkar Hari Kiamat

Menurut Asma', zikir bisa dengan lisan dan pembacanya diberi pahala, akan tetapi disyaratkan bahwa ia tidak bermaksud selain maknanya. Dan bila ditambahkan kepada zikir lisan dengan zikir hati maka ia lebih sempurna. Dan bila ditambahkan kepada hal itu menghadirkan makna zikir dan kandungannya berupa pengagungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menafikan kekurangan dari-Nya niscaya bertambah sempurna. Maka jika hal itu terjadi dalam amal shalih niscaya bertambah sempurna.

Jika benar pengarahan dan ikhlas kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam hal itu maka ia lebih sempurna.

Baca juga: Baca juga: Bukti-bukti Keniscayaan Hari Akhir Menurut Al-Qur'an

Zikir Hati
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!