Kisah Nabi Hanzalah, Dakwah di Tengah Kaum Rass yang Gemar Seks Menyimpang

Rabu, 02 Februari 2022 - 05:15 WIB
Sedangkan Abu Al-Hasan Al-Kisa'i dalam kitabnya "Mubtada' Al-Khalq" Ka'bul Ahbar mengatakan: "Ashabur Rass berkembang ketururan di Hadhramaut, mereka membangun bangunan kota sepanjang 40 mil, dengan panjang yang sama.

Mereka juga membuat saluran air dari dalam tanah yang dinamai dengan Rass dan dinisbatkan pada pemiliknya. Mereka juga mendirikan sebuah rumah panjang di dalamnya mereka khusyu' menyembah Allah, tuhan semesta alam, kemudian diceritakan bahwa iblis datang mengatakan, "Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan ibadah kalian, maka sembahlah berhala" kemudian mereka murtad dan menyembah berhala-berhala.”

Diutusnya Nabi Hanzhalah, membawa pesan syariat Allah untuk menuntun umat Rass kembali jalan yang benar, namun pembangkangan dilakukan oleh kaum ini hingga akhirnya dibinasakan.



Burung Raksasa

Menurut Al-Kisa’i, penduduk Rass menetap di tanah Hadhramaut dan kota mereka dinamakan dengan Rass. Kota tersebut memiliki berbagai pepohonan, buah-buahan, dan kampung-kampung yang makmur. Di sana, tinggal beberapa kelompok dari Penduduk Rass yang menyembah berhala dan kelompok yang menyembah api.

Kota yang ditinggali oleh Hanzhalah terdapat sebuah gunung yang bernama Falaj yang menjadi tempat tinggal burung raksasa bernama Anqa'.

Apabila burung itu terbang, ia bisa menutupi matahari seperti layaknya awan. Lehernya seperti leher unta, mempunyai empat sayap: dua panjang dan dua lagi pendek.

Bulunya berwarna-warni, suka mengangkat kuda, unta, gajah yang mati, dan binatang yang lainnya dengan cakarnya dan membawanya ke gunung tempat berdiamnya. Ketika binatang itu kian membahayakan, suka menyambar anak manusia yang masih kecil, lalu dibawa ke gunung dan mereka dijadikan santapan bagi anak-anaknya yang baru menetas dari telurnya, maka penduduk kota tersebut mengadukannya kepada Nabi Hanzhalah bin Shafwan.

Atas pengaduan tersebut, Nabi Hanzhalah berdoa agar Allah membinasakan Anqa’. Dia berdoa, “Ya Allah, matikanlah binatang tersebut dan putuskanlah keturunannya.”

Setelah itu, binatang tersebut jatuh dari langit dan kemudian terbakar bersama anak-anaknya hingga tak ada lagi wujudnya.

Sebagian orang Arab mengingkari keberadaan binatang bernama ‘Anqa’ ini. Menurutnya, itu hanyalah sebuah cerita yang dikarang oleh orang-orang Arab. Dalam hal ini ada sebuah syair: Aku telah belajar banyak dari anak-anak zaman. Mereka tidak bisa dijadikan sahabat, tetapi aku mesti bisa memilih-milih kesempatan. Akhirnya, aku tahu bahwa yang mustahil itu ada tiga, raksasa, ‘Anqa’, dan sahabat yang sempurna.



Makam Nabi Hanzhalah

Tatkala Nabi Hanzhalah berdakwah kepada kaum Rass mereka menentangnya. Mereka bahkan menyebut Nabi Hanzhalah seseorang yang menyesatkan sekaligus kafir.

Mereka pun berniat untuk membunuh Nabi Hanzhalah. Mereka ingin Nabi Hanzhalah mati dengan tersiksa. Kemudian mereka pun membuat sebuah sumur yang sangat dalam untuk membuang Nabi Hanzhalah dan membuatnya mati karena kelaparan serta kehausan.

Setelah mereka menangkap Nabi Hanzhalah dan melemparkan ke dalam sumur yang sudah dibuat lalu menutupnya dengan batu yang besar. Seorang budak yang beriman kepada Nabi Hanzhalah dan kepada Allah pun melihat bagaimana Nabi Hanzhalah dimasukkan ke dalam sumur itu.

Hingga saat ini makam Nabi Hanzhalah diduga masih ada. Makam itu berada di sebelah barat daerah Bour, tepatnya di dataran rendah pegunung barat. Anehnya, di samping kuburannya terdapat sebuah kuburan lagi yang sama panjangnya mencapai sekitar 60 dzira' (kurang lebih 20 meter) dan sama sepertinya makam nabi-nabi yang ada di Hadramaut lainnya.

Pada satu catatan menegaskan bahwa pernah tertulis pada nisan makam Nabi Hanzhalah kalimat; "Saya Hanzhalah bin Shafwan, utusan Allah, aku dikirim kepada Bani Himyar dan Hamdan serta Arab dari penduduk Yaman, mereka mendustakanku hingga membunuhku".

Allah mengazab kaum ini karena kekufurannya itu. Diriwayakan, setelah kekufuran dan kesesatan kaum Rass bertambah-tambah, Jibril berteriak kepada mereka dengan sekali teriakan sehingga mereka berubah menjadi batu hitam, begitu juga barang-barang dan binatang ternak mereka.
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila Berbuka Puasa, beliau mengucapkan:  DZAHABAZH ZHAMAA'U WABTALLATIL 'URUUQU WA TSABATIL AJRU IN SYAA-ALLAAH (Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah).

(HR. Sunan Abu Dawud No. 2010)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More