3 Macam Kisah dalam Al-Qur'an dan 4 Hikmahnya
Jum'at, 20 Mei 2022 - 16:57 WIB
Ada 3 macam kisah-kisah dalam al-Quran, serta ada 4 tujuan dan hikmahnya. Foto/Ilustrasi: SINDOnews
Ada tiga macam kisah dalam Al-Qur'an . Pertama, kisah-kisah Nabi terdahulu, mencakup tentang sepak terjang dakwah mereka kepada kaumnya, mukjizat yang Allah berikan kepada mereka, para penentang dakwahnya, serta perjalanan dan perkembangan dakwah mereka.
Kedua, kisah-kisah yang menceritakan peristiwa-peristiwa terdahulu serta sosok-sosok yang tidak termasuk nabi. Seperti, perawan suci Maryam yang melahirkan Nabi Isa as.
Ketiga, kisah-kisah yang terkait peristiwa pada zaman Nabi saw. Seperti, perang Badar, dan perang Uhud dalam Surah Ali Imran, dan lain-lain.
Baca juga: Kisah-kisah dalam Al-Quran, Pelajaran Penting Umat Manusia
Syaikh Manna’ al-Qaththan, dalam kitab berjudul "Mabahits fi Ulum Al-Quran", adanya kisah-kisah yang ada dalam Al-Qur'an itu mempunyai beberapa tujuan atau hikmah.
Pertama, dari adanya kisah Al-Qur'an ialah sebagai bukti kesamaan misi dakwah Al-Qur'an dengan Nabi terdahulu. Di dalam kitab-kitab Nabi terdahulu itu tertulis informasi tentang datangnya Nabi terakhir. Tetapi sangat disayangkan, fakta ini sengaja disembunyikan, bahkan hal ini dilakukan oleh para pemuka agamanya sendiri.
Penceritaan kisah-kisah adalah sebagai bentuk untuk memperlihatkan bahwa apa yang dibawa Nabi SAW dan nabi-nabi sebelumnya sama. Yakni, mengajak umat manusia untuk menyembah Tuhan yang Esa. Jika kisah-kisah nabi sebelumnya tidak disebutkan dalam Al-Qur'an, bagaimana bisa para pembaca mengetahui kesamaan misi dakwahnya.
Kedua, bahwa kisah dalam Al-Qur'an memantapkan hati Nabi SAW dan umatnya atas agama. Hal ini digambarkan dengan perjuangan Nabi dan umat Islam dalam berdakwah dan menyebarkan agama Allah ini dengan berbagai penolakan bahkan siksaan yang dialami mereka. Maka untuk menghadapi itu dibutuhkan keimanan yang kuat dan spirit (semangat) yang dapat menjadikan hati mereka untuk mengobarkan cahaya keimanan.
Beratnya medan juang juga dirasakan oleh para utusan terdahulu. Intimidasi terhadap umat yang beriman juga pernah dialami oleh umat terdahulu juga. Namun, hal itu hanya sebagai cobaan saja, karena kemenangan akan tercapai cepat atau lambat dan kebatilan akan segera sirna.
Baca juga: Memahami Ayat Penyembuhan dalam Al-Quran
Kedua, kisah-kisah yang menceritakan peristiwa-peristiwa terdahulu serta sosok-sosok yang tidak termasuk nabi. Seperti, perawan suci Maryam yang melahirkan Nabi Isa as.
Ketiga, kisah-kisah yang terkait peristiwa pada zaman Nabi saw. Seperti, perang Badar, dan perang Uhud dalam Surah Ali Imran, dan lain-lain.
Baca juga: Kisah-kisah dalam Al-Quran, Pelajaran Penting Umat Manusia
Syaikh Manna’ al-Qaththan, dalam kitab berjudul "Mabahits fi Ulum Al-Quran", adanya kisah-kisah yang ada dalam Al-Qur'an itu mempunyai beberapa tujuan atau hikmah.
Pertama, dari adanya kisah Al-Qur'an ialah sebagai bukti kesamaan misi dakwah Al-Qur'an dengan Nabi terdahulu. Di dalam kitab-kitab Nabi terdahulu itu tertulis informasi tentang datangnya Nabi terakhir. Tetapi sangat disayangkan, fakta ini sengaja disembunyikan, bahkan hal ini dilakukan oleh para pemuka agamanya sendiri.
Penceritaan kisah-kisah adalah sebagai bentuk untuk memperlihatkan bahwa apa yang dibawa Nabi SAW dan nabi-nabi sebelumnya sama. Yakni, mengajak umat manusia untuk menyembah Tuhan yang Esa. Jika kisah-kisah nabi sebelumnya tidak disebutkan dalam Al-Qur'an, bagaimana bisa para pembaca mengetahui kesamaan misi dakwahnya.
Kedua, bahwa kisah dalam Al-Qur'an memantapkan hati Nabi SAW dan umatnya atas agama. Hal ini digambarkan dengan perjuangan Nabi dan umat Islam dalam berdakwah dan menyebarkan agama Allah ini dengan berbagai penolakan bahkan siksaan yang dialami mereka. Maka untuk menghadapi itu dibutuhkan keimanan yang kuat dan spirit (semangat) yang dapat menjadikan hati mereka untuk mengobarkan cahaya keimanan.
Beratnya medan juang juga dirasakan oleh para utusan terdahulu. Intimidasi terhadap umat yang beriman juga pernah dialami oleh umat terdahulu juga. Namun, hal itu hanya sebagai cobaan saja, karena kemenangan akan tercapai cepat atau lambat dan kebatilan akan segera sirna.
Baca juga: Memahami Ayat Penyembuhan dalam Al-Quran
Lihat Juga :