Hukum Menggabung Puasa Qadha Ramadhan dan Syawal

Minggu, 29 Mei 2022 - 23:40 WIB
Hukum menggabung puasa qadha Ramadhan dan puasa Syawal memiliki pendapat beragam. Foto/dok Daarul Quran
KH Ahmad Kosasih MAg

Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur'an

Puasa Syawal memiliki keutamaan besar sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama enam hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR Muslim)

Lantas, apakah boleh menggabung puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadhan ? Dalam menjawab pertanyaan ini, para ulama memiliki dasar untuk ketentuan menggabungkan dua ibadah dalam satu niat.

Tercantum dalam Kitab Idoh al-Qowa'idul al-Fiqhiyyah yang ditulis oleh Syaikh Abdullah Sa'id Al-Hadhromi terdapat beberapa hukum mengenai hal ini, yaitu:

Pertama, dua ibadah yang digabung dianggap sah seperti niat puasa qadha dengan puasa Arafah.

Kedua, hanya ibadah fardhu yang dianggap sah, contohnya niat haji wajib dan sunnah.

Ketiga, hanya ibadah sunnah yang dianggap sah, dalam kasus membayar zakat dan bersedekah dengan segenggam beras. Hanya sedekah yang dihitung karena tidak memenuhi syarat zakat.

Keempat, tidak ada yang dianggap sah, contohnya saat makmum masbuk yang melakukan takbir untuk takbiratul ihram dan rukuk.

Untuk penggabungan puasa qadha Ramadhan dan puasa Syawal juga beragam. Pendapat dari kalangan ulama Hanabilah menyebut jika kedua ibadah ini digabung maka hanya satu puasa saja yang dianggap sah, seperti yang ditulis dalam Fatwa Majma' al-Buhuts al-Islamiyah Al-Azhar as-Syarif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!