Pahala dan Keutamaan Ibadah Kurban

Selasa, 07 Juni 2022 - 08:14 WIB
Dalam buku berjudul Adhwa-ul Bayan fii Iidhohil Qur’an bil Qur’an, Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi mengatakan, janganlah meninggalkan ibadah kurban jika seseorang mampu untuk menunaikannya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan, “Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu dan ambil perkara yang tidak meragukanmu.”

Jadi selayaknya bagi mereka yang mampu agar tidak meninggalkan berkurban. Karena dengan berkurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan.

Dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa yang ingin dicapai dari ibadah kurban adalah keshalihan kepada Allah, keikhlasan, dan sekaligus ketakwaan. Artinya, bukan hanya daging atau darahnya.

AllahTa’alaberfirman :

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ


“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah,tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Jadi, bukanlah yang dimaksudkan hanyalah menyembelih saja. Sebab yang diharapkan Allah Ta'ala bukanlah daging dan darah kurban tersebut. Allah tidaklah butuh pada segala sesuatu dan dialah yang pantas diagung-agungkan. Yang Allah Ta'ala kehendaki dari kurban tersebut adalah keikhlasan, ihtisab (selalu mengharap-harap pahala dari-Nya) dan niat yang lurus dari hambaNya untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.

Baca juga: Hukum Menjadi Seorang Vegetarian Dalam Islam

Wallahu'alam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!