6 Keutamaan Puasa Arafah, Nomor 1 Menghapuskan Dosa 2 Tahun
Senin, 04 Juli 2022 - 07:43 WIB
Di antara ibadah sunnah yang dianjurkan serta paling utama di bulan Dzulhijjah ini adalah puasa Arafah, puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah yang memiliki banyak keutamaan. Foto ilustrasi/ist
Banyak ibadah sunnah yang dianjurkan (tathawu') bisa dilakukan di bulan istimewa Dzulhijjah ini. Ibadah tathawu' sendiri merupakan perkara yang akan menambah pahala, menggugurkan dosa-dosa, memperbanyak kebaikan, meninggikan derajat, dan menyempurnakan ibadah wajib.
Salah satu amalan tathawwu ini adalah puasa sunnah . Hal ini menurut Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari, karena puasa merupakan ibadah yang dapat mengekang nafsu dari keinginannya. Puasa juga akan mengeluarkan jiwa manusia dari keserupaan dengan binatang menuju keserupaan dengan malaikat.
Dan di antara ibadah sunnah yang dianjurkan serta paling utama di bulan Dzulhijjah ini adalah puasa Arafah. Yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada saat itu kaum muslimin yang melakukan ibadah haji berkumpul wukuf di padang Arafah.
Baca juga: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah Berdasarkan Sidang Isbat Idul Adha 2022
Hari Arafah menjadi salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, ‘Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?‘” (HR. Muslim)
Karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar. Seperti diungkapkan dalam hadis berikut:
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Salah satu amalan tathawwu ini adalah puasa sunnah . Hal ini menurut Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari, karena puasa merupakan ibadah yang dapat mengekang nafsu dari keinginannya. Puasa juga akan mengeluarkan jiwa manusia dari keserupaan dengan binatang menuju keserupaan dengan malaikat.
Dan di antara ibadah sunnah yang dianjurkan serta paling utama di bulan Dzulhijjah ini adalah puasa Arafah. Yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada saat itu kaum muslimin yang melakukan ibadah haji berkumpul wukuf di padang Arafah.
Baca juga: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah Berdasarkan Sidang Isbat Idul Adha 2022
Hari Arafah menjadi salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, ‘Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?‘” (HR. Muslim)
Karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar. Seperti diungkapkan dalam hadis berikut:
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Lihat Juga :