4 Istri Nabi Muhammad SAW yang Berstatus Janda saat Dinikahi
Senin, 12 September 2022 - 18:33 WIB
Setidaknya ada 10 istri Nabi Muhammad SAW yang berstatus janda saat dinikahi. Foto/Ilustrasi: piterest
Setidaknya ada 10 istri Nabi Muhammad SAW yang berstatus janda saat dinikahi. Berikut adalah 4 di antaranya. Beliau adalah Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zam'ah, Hafshah binti Umar, dan Zainab binti Khuzaimah.
Nabi Muhammad menikahi Siti Khadijah saat beliau berusia 25 tahun dengan status lajang. Sementara Siti Khadijah berusia 40 tahun dengan status janda.
Pada pernikahan ini, pasangan Nabi Muhammad dan Siti Khadijah dikarunia dua anak laki-laki bernama Qasim dan Abdullah (masing-masing dijuluki Ath-Thahir dan Ath-Thayyib). Keduanya meninggal muda. Selain itu empat anak perempuan yaitu Zainab, Ruqaiyah, Ummu Kulthum dan Fatimah .
Setelah meninggalnya Siti Khadijah, Rasulullah tidak menikah selama satu tahun. Muhammad Hasan Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menyebut, selama 28 tahun Nabi hanya beristerikan Siti Khadijah seorang, tiada yang lain.
Baca juga: Khadijah binti Khuwailid, sang Cinta Abadi Rasulullah
Setelah itu beliau menikah dengan Saudah binti Zam'ah bin Qais dari Suku Quraisy. Saudah berasal dari keturunan Luiy, salah satu nenek moyang dari Rasulullah. Ayah Saudah merupakan salah satu orang pertama yang memeluk Islam pada awal masa kenabian.
Saat dinikah Nabi Muhammad, Saudah berstatus janda. Sebelumnya, ia menikah dengan Sakran bin Amr bin Abd Syams.
Saudah dan suaminya memeluk Islam setelah dakwah Islam gencar dilakukan oleh Nabi SAW. Suami Saudah meninggal ketika perjalanan dari Abyssinia ke Mekkah atau kembali dari hijrahnya.
Dari Ibnu Abbas diceritakan bahwa Nabi SAW meminang Saudah yang sudah mempunyai 5 orang atau 6 orang anak yang masih kecil-kecil. Saudah berkata, "Demi Allah, tidak ada hal yang dapat menghalangi diriku untuk menerima dirimu, sedang kau adalah sebaik-baik orang yang paling aku cintai. Tapi aku sangat memuliakanmu agar dapat menempatkan mereka, anak-anakku yang masih kecil, berada di sampingmu pagi dan malam."
Rasulullah SAW berkata padanya, "Semoga Allah menyayangi kau, sesungguhnya sebaik-baik wanita adalah mereka yang menunggangi unta, sebaik-baik wanita Quraisy adalah yang bersikap lembut terhadap anak di waktu kecilnya dan merawatnya untuk pasangannya dengan tangannya sendiri."
Nabi Muhammad menikahi Siti Khadijah saat beliau berusia 25 tahun dengan status lajang. Sementara Siti Khadijah berusia 40 tahun dengan status janda.
Pada pernikahan ini, pasangan Nabi Muhammad dan Siti Khadijah dikarunia dua anak laki-laki bernama Qasim dan Abdullah (masing-masing dijuluki Ath-Thahir dan Ath-Thayyib). Keduanya meninggal muda. Selain itu empat anak perempuan yaitu Zainab, Ruqaiyah, Ummu Kulthum dan Fatimah .
Setelah meninggalnya Siti Khadijah, Rasulullah tidak menikah selama satu tahun. Muhammad Hasan Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menyebut, selama 28 tahun Nabi hanya beristerikan Siti Khadijah seorang, tiada yang lain.
Baca juga: Khadijah binti Khuwailid, sang Cinta Abadi Rasulullah
Setelah itu beliau menikah dengan Saudah binti Zam'ah bin Qais dari Suku Quraisy. Saudah berasal dari keturunan Luiy, salah satu nenek moyang dari Rasulullah. Ayah Saudah merupakan salah satu orang pertama yang memeluk Islam pada awal masa kenabian.
Saat dinikah Nabi Muhammad, Saudah berstatus janda. Sebelumnya, ia menikah dengan Sakran bin Amr bin Abd Syams.
Saudah dan suaminya memeluk Islam setelah dakwah Islam gencar dilakukan oleh Nabi SAW. Suami Saudah meninggal ketika perjalanan dari Abyssinia ke Mekkah atau kembali dari hijrahnya.
Dari Ibnu Abbas diceritakan bahwa Nabi SAW meminang Saudah yang sudah mempunyai 5 orang atau 6 orang anak yang masih kecil-kecil. Saudah berkata, "Demi Allah, tidak ada hal yang dapat menghalangi diriku untuk menerima dirimu, sedang kau adalah sebaik-baik orang yang paling aku cintai. Tapi aku sangat memuliakanmu agar dapat menempatkan mereka, anak-anakku yang masih kecil, berada di sampingmu pagi dan malam."
Rasulullah SAW berkata padanya, "Semoga Allah menyayangi kau, sesungguhnya sebaik-baik wanita adalah mereka yang menunggangi unta, sebaik-baik wanita Quraisy adalah yang bersikap lembut terhadap anak di waktu kecilnya dan merawatnya untuk pasangannya dengan tangannya sendiri."
Lihat Juga :