Sejarah Tarim Yaman, Kota Seribu Wali Penghasil Ulama dan Keturunan Nabi Muhammad
Kamis, 17 November 2022 - 23:26 WIB
"Tak salah jika pada tahun 2010, Tarim dinobatkan sebagai Kota Pusat Kebudayaan Islam dunia oleh Organisasi Konferensi Islam dunia," katanya seperti dikutip dari Sanadmedia.
Di kota ini ada tiga pemakaman yang sangat masyhur dan menjadi tempat ziarah penduduk Tarim maupun peziarah dari luar Yaman, yaitu Maqbarak Zanbal, Maqbarah Furaith, dan Maqbarah Basyar.
Di antara keistimewaan Kota Tarim lainnya, ia juga termasuk kota ilmu. Para penduduk kota ini sejak dulu mendalami ilmu fikih Mazhab Syafi'i yang sangat kental.
Selain itu, mereka mengimbanginya dengan tasawuf, ilmu yang mengajarkan penyucian hati, sampai-sampai orang yang boleh menempati shaf pertama di masjid jami' hanyalah para Mufti dan orang-orang salih.
Saking banyaknya wali dan ulama di Tarim, kota ini menjadi berkah dan jauh dari hal-hal negatif. Salah seorang ulama sampai mengatakan, "Syawari' Tarim syaikhun li man la syaikha lahu (jalan-jalan di Kota Tarim adalah guru bagi orang-orang yang tidak mempunyai guru)."
Imam Ahmad bin Hasan al-Atthas (wafat 1330 H) mengatakan, ada tiga hal yang diwajibkan bagi orang-orang yang berkeinginan tinggal di Kota Tarim: tawadhu, adab, dan hidup sederhana.
Demikian sejarah Tarim Yaman hingga dijuluki Kota Seribu Wali. Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk mengunjunginya.
Di kota ini ada tiga pemakaman yang sangat masyhur dan menjadi tempat ziarah penduduk Tarim maupun peziarah dari luar Yaman, yaitu Maqbarak Zanbal, Maqbarah Furaith, dan Maqbarah Basyar.
Di antara keistimewaan Kota Tarim lainnya, ia juga termasuk kota ilmu. Para penduduk kota ini sejak dulu mendalami ilmu fikih Mazhab Syafi'i yang sangat kental.
Selain itu, mereka mengimbanginya dengan tasawuf, ilmu yang mengajarkan penyucian hati, sampai-sampai orang yang boleh menempati shaf pertama di masjid jami' hanyalah para Mufti dan orang-orang salih.
Saking banyaknya wali dan ulama di Tarim, kota ini menjadi berkah dan jauh dari hal-hal negatif. Salah seorang ulama sampai mengatakan, "Syawari' Tarim syaikhun li man la syaikha lahu (jalan-jalan di Kota Tarim adalah guru bagi orang-orang yang tidak mempunyai guru)."
Imam Ahmad bin Hasan al-Atthas (wafat 1330 H) mengatakan, ada tiga hal yang diwajibkan bagi orang-orang yang berkeinginan tinggal di Kota Tarim: tawadhu, adab, dan hidup sederhana.
Demikian sejarah Tarim Yaman hingga dijuluki Kota Seribu Wali. Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk mengunjunginya.
(rhs)
Lihat Juga :