alexametrics

Kisah Sufi

Kisah Bijak Para Sufi: Darwis dan Ahli Bahasa

loading...
Kisah Bijak Para Sufi: Darwis dan Ahli Bahasa
Ilustrasi sufi. Foto/Ist
PADA suatu malam. yang gelap, seorang darwis sedang melintasi sebuah sumur kering ketika didengarnya teriakan minta tolong dari dalam sumur itu. "Apa yang terjadi?" ia berseru ke dasar sumur. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen)

"Saya seorang ahli bahasa," jawab seseorang dari dalam sumur, "karena gelap, saya salah melangkah, lalu terjatuh ke sumur dalam ini, saya tak bisa bergerak di bawah sini."

"Bertahan, kawan, dan akan kuambil tangga dan tali," kata Sang Darwis.

Baca juga: Cara Jitu Menjebak Anak-Anak Serakah ke Jalan yang Benar



"Tunggu sebentar!" kata Si Ahli Bahasa, "tata bahasa dan gaya bicaramu keliru; lebih baik kau betulkan dulu kekeliruanmu itu."

"Kalau hal itu jauh lebih penting daripada hal yang perlu," teriak darwis .itu, "tentu kau sebaiknya tinggal saja di situ sampai aku telah belajar bicara dengan benar."



Dan darwis itu pun meneruskan perjalanannya. (Baca juga: Tiga Nasihat Berharga dari Burung yang Tertangkap)

====
Idries Shah dalam Tales of The Dervishes yang diterjemahkan Ahmad Bahar dengan judul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi menyebut kisah ini diceritakan oleh Jalaludin Rumi dan tercatat juga dalam "Kelakuan Para Ahli" (Acts of Adepts), karya Aflaki. Diterbitkan di Inggris tahun 1965, bejudul "Kumpulan Legenda Sufi" (Legend of the Sufi), kisah tentang kaum Mevlevi dan kebiasaan kelakuan mereka ditulis pada abad keempat belas. (Baca juga: Kebijaksanaan yang Diperjualbelikan)

Beberapa dari kisah tersebut hanya dongeng belaka, namun ada juga yang berhubungan dengan sejarah: dan di antaranya merupakan jenis kisah yang dikenal para Sufi sebagai 'sejarah yang ilustratif' artinya sekumpulan peristiwa yang dimaksudkan untuk menunjukkan makna sehubungan dengan proses kejiwaan.
(mhy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَقَالُوۡا رَبَّنَاۤ اِنَّاۤ اَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَاَضَلُّوۡنَا السَّبِيۡلَا
Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).

(QS. Al-Ahzab:67)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak