alexametrics

Kisah Sufi

Tiga Cincin Permata Pembuka Pintu Harta Karun

loading...
Tiga Cincin Permata Pembuka Pintu Harta Karun
Harta karun.Foto/Ilustrasi/Ist
PADA zaman dahulu, ada seorang bijaksana dan sangat kaya yang mempunyai seorang anak laki-laki. Ia berkata kepada anaknya, "Anakku, ini cincin permata. Simpanlah sebagai bukti bahwa kau pewarisku, dan kelak wariskan kepada anak-cucumu. Cincin ini mahal harganya, bentuknya indah, dan juga memiliki kemampuan untuk membuka pintu kekayaan." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Berharga dan Tak Berharga)

Beberapa tahun kemudian, orang kaya itu mempunyai seorang anak laki-lakl lagi. Ketika anak itu sudah cukup umur, Si Bijaksana memberinya cincin pula, disertai nasihat yang sama.

Hal yang sama juga terjadi atas anaknya yang ketiga, yang terakhir. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen)

Tatkala Si Tua sudah meninggal dan anak-anaknya tumbuh dewasa, masing-masing merasa lebih berhak menjadi pewaris sebab memiliki cincin pemberian sang ayah. Tak ada seorang pun yang bisa meyakinkan cincin mana yang paling berharga.



Masing-masing anak memiliki pengikut, yang menyatakan cincinnya lebih bernilai dan paling indah.(Baca juga: Air Surga dari Orang Badui untuk Baginda Harun Al-Rasyid)

Namun, hal yang mengherankan adalah bahwa 'pintu kekayaan' itu masih tertutup bagi pemilik kunci itu dan juga pengikutnya yang terdekat. Mereka semua terlampau sibuk soal hak yang lebih tinggi, kepemilikan cincin, nilai, dan keindahannya.



Hanya beberapa orang saja yang mencari pintu kekayaan Si Tua. Tetapi, cincin-cincin itu memilki kekuatan magis pula. Meskipun disebut kunci, cincin-cincin itu tidak dapat langsung digunakan membuka pintu kekayaan.

Cukup dengan mengamati satu atau lain keindahannya saja, tanpa perbantahan atau rasa ingin yang berlebihan. Kalau hal itu telah dilakukan, orang yang melihatnya akan bisa mengetahui letak harta karun itu, dan bisa membuka pintunya dengan hanya memantulkan lingkaran cincin itu. Harta itu pun mempunyai sifat lain. Tak ada habis-habisnya. Baca juga: Jalan Gunung: Ahli Logika Cenderung Buram Matanya, Benarkan?

Sementara itu, para pendukung ketiga cincin itu mengulang-ulang kisah leluhurnya mengenai kegunaannya, masing-masing dengan cara yang sedikit berbeda.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
اِنَّ الَّذِيۡنَ اَجۡرَمُوۡا كَانُوۡا مِنَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا يَضۡحَكُوۡنَ
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.

(QS. Al-Mutaffifin:29)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak