Golongan Misionaris dan Persepsinya Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt
Jum'at, 20 Januari 2023 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut mereka berasumsi bahwa intelektualnya sendiri dan bentuk keimanan Kristen yang mempribadi akan cocok bagi setiap orang dan mereka tidak serius mempelajari Islam dan masyarakat Islam dalam rangka menemukan hal-hal yang kurang dalam Islam yang dapat dipenuhi oleh Kristen.
Baca juga: Agresi Kerajaan Ottoman di Mata Orientalis Montgomery Watt
Dalam hal ini mereka seharusnya sadar bahwa masyarakat dan umat Islam benci terhadap orang- orang yang murtad (pindah agama), namun hal ini agaknya tidak menolong mereka untuk menyatakan bahwa persaudaraan dan solidaritas umat Islam adalah suatu nilai yang positif.
Khususnya di negeri-negeri Islam pekerjaan paling baik yang dilakukan oleh para misioner adalah mungkin di bidang pendidikan. Pendidikan ala barat yang mereka tawarkan adalah yang diinginkan oleh rakyat dan secara umum mempunyai kualitas yang tinggi dan merupakan usaha-usaha indoktrinasi anak-anak yang bebas dari kesalahan, walaupun terjadi kasus-kasus penekanan kecil bagi diterimanya Kristen.
Sekarang Universitas Amerika di Beirut aslinya adalah yayasan misioner dan telah mempertahankan standar-standar akademik yang tinggi.
Di negeri-negeri yang tidak ada tradisi literasi umum -- barangkali terutama di wilayah-wilayah yang lebih primitif di Afrika -- satu alasan bagi pendirian sekolah-sekolah misioner dalam rangka menjamin umat Kristen lokal mampu membaca dan mempelajari kitab Bible.
Rumah-rumah sakit dan klinik-klinik medis dibangun oleh para misioner yang terutama sekali merupakan ekspresi perhatian perawatan bagi penduduk tanpa akses keuntungan-keuntungan kedokteran Eropa. Memang benar juga harus dinyatakan bahwa pekerjaan medis yang efisien dapat meredusir rasa permusuhan dan kecurigaan terhadap misioner-misioner Kristen yang ada di berbagai kawasan.
Kita mendengar tempat-tempat di mana dibuat kondisi perawatan hingga pasien-pasien memperoleh pelayanan atau mendengarkan khutbah-khutbah, akan tetapi hal ini tidak disukai oleh kebanyakan misioner.
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
Persepsi Bangsa Eropa
Persepsi Islam terhadap yang dimungkinkan oleh para misioner adalah persepsi bangsa Eropa tentang waktu, yakni, penyimpangan-penyimpangan abad pertengahan yang masih tetap memainkan peranan secara luas.
Kemungkinan ini tidak wajar diambil sebagai persepsi misioner terhadap Islam dari pamflet yang diterbitkan oleh Masyarakat Buku Agama di London kira-kira tahun 1887.
Pamflet ini berjudul The Rise and Decline of Islam (Berkembang dan Mundurnya Islam: Islam bukannya Muhammadanisme!) dan yang ditulis oleh pendukung misi terpelajar yang antusias, Sir William Muir (yang akan dinyatakan kemudian).
Presentasi Islam ini mengulang kembali semua gambaran yang dinyatakan terdahulu sebagai yang memberi ciri khas bayangan abad pertengahan yang menyimpang, yakni, banyak kesalahan dalam pengajarannya, dikembangkannya dengan pedang dan kekerasan, dorongan untuk mengikuti nafsu seksual dan karakter Muhammad sendiri yang tidak memuaskan.
Memang benar para misioner hidup di tengah umat Islam lebih lanjut diuntungkan dengan wawasan pada kehidupan sehari-hari bagi rakyat yang mengitarinya, namun rupanya masih banyak yang mempunyai pemikiran tentang Islam terutama Islam sebagai suatu sistem ajaran yang salah.
Di abad sembilan belas di negeri-negeri Islam yang memungkinkan, seperti India yang dikuasai Inggris dan di suatu saat Iran yang ada perdebatan umum antara umat Islam dan Kristen. Memang para pelaku utama itu telah mempunyai pengetahuan tentang argumen-argumen yang dipakai oleh lawan-lawan mereka, namun sebagian mereka yang mengambil bagian jauh dari pengetahuan ilmiah bahkan dalam agamanya sendiri .
Baca juga: Agresi Kerajaan Ottoman di Mata Orientalis Montgomery Watt
Dalam hal ini mereka seharusnya sadar bahwa masyarakat dan umat Islam benci terhadap orang- orang yang murtad (pindah agama), namun hal ini agaknya tidak menolong mereka untuk menyatakan bahwa persaudaraan dan solidaritas umat Islam adalah suatu nilai yang positif.
Khususnya di negeri-negeri Islam pekerjaan paling baik yang dilakukan oleh para misioner adalah mungkin di bidang pendidikan. Pendidikan ala barat yang mereka tawarkan adalah yang diinginkan oleh rakyat dan secara umum mempunyai kualitas yang tinggi dan merupakan usaha-usaha indoktrinasi anak-anak yang bebas dari kesalahan, walaupun terjadi kasus-kasus penekanan kecil bagi diterimanya Kristen.
Sekarang Universitas Amerika di Beirut aslinya adalah yayasan misioner dan telah mempertahankan standar-standar akademik yang tinggi.
Di negeri-negeri yang tidak ada tradisi literasi umum -- barangkali terutama di wilayah-wilayah yang lebih primitif di Afrika -- satu alasan bagi pendirian sekolah-sekolah misioner dalam rangka menjamin umat Kristen lokal mampu membaca dan mempelajari kitab Bible.
Rumah-rumah sakit dan klinik-klinik medis dibangun oleh para misioner yang terutama sekali merupakan ekspresi perhatian perawatan bagi penduduk tanpa akses keuntungan-keuntungan kedokteran Eropa. Memang benar juga harus dinyatakan bahwa pekerjaan medis yang efisien dapat meredusir rasa permusuhan dan kecurigaan terhadap misioner-misioner Kristen yang ada di berbagai kawasan.
Kita mendengar tempat-tempat di mana dibuat kondisi perawatan hingga pasien-pasien memperoleh pelayanan atau mendengarkan khutbah-khutbah, akan tetapi hal ini tidak disukai oleh kebanyakan misioner.
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
Persepsi Bangsa Eropa
Persepsi Islam terhadap yang dimungkinkan oleh para misioner adalah persepsi bangsa Eropa tentang waktu, yakni, penyimpangan-penyimpangan abad pertengahan yang masih tetap memainkan peranan secara luas.
Kemungkinan ini tidak wajar diambil sebagai persepsi misioner terhadap Islam dari pamflet yang diterbitkan oleh Masyarakat Buku Agama di London kira-kira tahun 1887.
Pamflet ini berjudul The Rise and Decline of Islam (Berkembang dan Mundurnya Islam: Islam bukannya Muhammadanisme!) dan yang ditulis oleh pendukung misi terpelajar yang antusias, Sir William Muir (yang akan dinyatakan kemudian).
Presentasi Islam ini mengulang kembali semua gambaran yang dinyatakan terdahulu sebagai yang memberi ciri khas bayangan abad pertengahan yang menyimpang, yakni, banyak kesalahan dalam pengajarannya, dikembangkannya dengan pedang dan kekerasan, dorongan untuk mengikuti nafsu seksual dan karakter Muhammad sendiri yang tidak memuaskan.
Memang benar para misioner hidup di tengah umat Islam lebih lanjut diuntungkan dengan wawasan pada kehidupan sehari-hari bagi rakyat yang mengitarinya, namun rupanya masih banyak yang mempunyai pemikiran tentang Islam terutama Islam sebagai suatu sistem ajaran yang salah.
Di abad sembilan belas di negeri-negeri Islam yang memungkinkan, seperti India yang dikuasai Inggris dan di suatu saat Iran yang ada perdebatan umum antara umat Islam dan Kristen. Memang para pelaku utama itu telah mempunyai pengetahuan tentang argumen-argumen yang dipakai oleh lawan-lawan mereka, namun sebagian mereka yang mengambil bagian jauh dari pengetahuan ilmiah bahkan dalam agamanya sendiri .
Lihat Juga :