Golongan Misionaris dan Persepsinya Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt

Jum'at, 20 Januari 2023 - 13:17 WIB
loading...
Golongan Misionaris...
Sekolah di zaman Belanda sebagai sarana misionaris. Foto/Ilustrasi: colonialarchietecture. eu
A A A
Orientalis yang pakar studi-studi keislaman dari Britania Raya, William Montgomery Watt (1909-2006), mengungkap sejak awal mula agama Kristen menjadi agama misioner. Hal ini dalam artian bahwa umat Kristen menyaksikan keajaiban kebenaran-kebenaran baru yang telah berkomunikasi dengan mereka dan telah mengubah tempat tinggal mereka, serta kemudian mengajak umat yang beragama non-Kristen agar beriman kepada agama dan kepercayaannya masing-masing.

Menurutnya, interes pada karya misioner khusus tentu bervariasi dari abad ke abad. Di antara golongan misionar untuk umat Islam telah diberi tempat terhormat kepada Ramon Lull (1232-1316).

"Di sini, walaupun demikian, akan cukup untuk memperhatikan meningkatnya kegiatan misioner yang dimulai sekitar akhir abad delapan belas dan yang pada tempat pertama urusan agama Protestan," ujar William Montgomery Watt dalam buku yang diterjemahkan Zaimudin berjudul "Titik Temu Islam dan Kristen, Persepsi dan Salah Persepsi" (Gaya Media Pratama Jakarta, 1996).

Baca juga: Persepsi Kristen Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt

Agaknya, ungkap Montgomery Watt, memungkinkan kalau hal itu berlangsung sebab kesadaran umat Kristen yang makin meningkat terhadap dunia non-Kristen yang dihasilkan dari kolonialisme. Segeralah ada bentuk organisasi-organisasi yang mengirim kelompok-kelompok misioner ke negeri-negeri non-Kristen, namun tidak ditujukan untuk menyatukan gerakan.

Menurut Montgomery Watt, sebagian besar umat Islam marah dengan orang-orang yang pindah ke agama Kristen dan menuduh gerakan misioner menjadi antek kolonialisme.

"Kebanyakan tuduhan ini hanya merupakan kebenaran yang parsial. Kemungkinan tuduhan itu berlaku segera untuk misi-misi Portugis di negeri-negeri itu setelah Vasco da Gama dan kemudian misi-misi Belanda di Indonesia dan Jerman serta misi-misi Belgia di Afrika," ujarnya.

Di pihak lain, administrator-administrator Inggris di India dan Malaysia kebanyakan hampir menghangat ke arah misioner-misioner Kristen dan di Nigeria Utara mereka rupanya mengakui Islam.

Sekadar mengingatkan William Montgomery Watt adalah seorang penulis barat tentang Islam. Ia pernah mendapatkan gelar "Emiritus Professor," gelar penghormatan tertinggi bagi seorang ilmuwan. Gelar ini diberikan kepadanya oleh Universitas Edinburgh. Penghormatan ini diberikan kepada Watt atas keahliannya di bidang bahasa Arab dan Kajian Islam (Islamic Studies). Berikut tulisan lengkap Montgomery Watt tersebut.

Baca juga: Persepsi Umum Kenabian Menurut Orientalis William Montgomery Watt

Di wilayah-wilayah India yang warga pribuminya beragama Islam di bawah pekerjaan misioner Inggris tidak diizinkan. Namun demikian, di beberapa koloni Inggris administrator-administrator diizinkan menguasai pendidikan dan pekerjaan medis terhadap misi-misi.

Jadi di koloni-koloni Inggris secara keseluruhan, sungguhpun ada kerjasama dalam berbagai tingkatan antara para administrator kolonial dan golongan misioner, yang belakangan jauh dari agen-agen sebelumnya.

Lebih dari itu, pekerjaan misioner yang penting adalah juga dilakukan oleh misi-misi bangsa Amerika, Skandinavia dan Swiss, yang tidak mempunyai koloni-koloni, namun diatur untuk boleh beroperasi di tempat-tempat seperti Kerajaan Ottoman.

Para misioner itu cenderung berbagi tugas kepada sikap superioritas barat dan Eropa terhadap rakyat yang mereka kunjungi. Dalam hal kepercayaan mereka kepada ajaran Kristen ini dipersatukan, apabila tidak dibingungkan, dengan kepercayaan kepada superioritas Eropa atau peradaban barat.

Mereka berharap bahwa banyak rakyat yang mereka kunjungi itu akan menjadi Kristen, namun mereka rupanya tidak membayangkan untuk mampu menawarkan kepada mereka sebagai sama pada hari depan yang dapat diperkirakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Musyrif Cinta Quran...
Musyrif Cinta Quran Center Tembus Grand Final Cahaya Muda Indonesia
Rekomendasi
Temuan 123 Simbol Maya...
Temuan 123 Simbol Maya Ungkap Keberadaan Kota Misterius yang Hilang
Rahasia Tokoh Kontroversial,...
Rahasia Tokoh Kontroversial, Saddam Novelis, Fidel Castro Bandar Narkoba?
Berhala yang Biasa Disembah...
Berhala yang Biasa Disembah Firaun Ditemukan di Dasar Laut
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Hukum Nikah Beda Agama...
Hukum Nikah Beda Agama Tidak Sah Menurut Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved