Golongan Misionaris dan Persepsinya Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt
Jum'at, 20 Januari 2023 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gambaran Kristen Mekkah di Era Rasulullah SAW Menurut William Montgomery Watt
Salah satu partisipan yang memimpin dalam hal ini di pihak Kristen adalah Carl Gottlieb Pfander, yang secara umum diperdebatkan di Iran dan di India, yang kemudian juga diakui. Banyak buku-bukunya yang diterbitkan, pertama dalam bahasa Persia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Yang paling terkenal adalah buku yang berjudul Mizan ul Haqq atau Timbangan Kebenaran.
Dalam tiga bab dia memberi keterangan simpel yang positif tentang keimanan Kristiani, yang merupakan tema utama adalah makhluk yang bernama manusia yang memiliki kebutuhan-kebutuhan spiritual dan karenanya umat Kristen menemukan yang lebih baik ketimbang Islam. Bab keempatnya memberikan kritik terhadap Islam, terutama sesuai dengan persepsi yang belakangan ini disimpangkan.
Rupanya hal itu tidak seperti perselisihan-perselisihan umum yang banyak dilakukan untuk mempromosikan tujuan-tujuan golongan misioner. Secara umum ada sebagian kecil orang Islam yang pindah ke agama Kristen, bertentangan dengan jumlah relatif bangsa primitif di Afrika.
Temple Gairdner
Sikap-sikap misioner selanjutnya dapat diilustrasikan dari kehidupan WH Temple Gairdner (1873-1928).
Setelah pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam di masa kuliahnya dia memutuskan untuk meminta menjadi seorang misioner di luar negeri.
Pada akhirnya pilihannya adalah ke Mesir sebagai bagian yang benar-benar berbeda karena nyatanya Jenderal Charles Gordon telah menjadi pahlawannya yang besar dan kematian Gordon adalah di tangan golongan Mahdi Sudan di tahun 1885 yang menjadikannya shock.
Hal ini agaknya yang menjadikan pemikirannya tentang Islam sebagai tantangan besar terhadap Kristen dan "bidang" ini yang dia geluti terus dalam pekerjaannya.
Baca juga: Orientalis Montgomery Watt Kupas Ramalan Bibel tentang Nabi Muhammad SAW
Barangkali dia juga secara tidak sadar digerakkan oleh berbagai kenyataan dari masa lalu, misalnya penempatan kembali Islam bagi Kristiani di negeri-negeri asalnya terkemudian.
Pada suatu saat teman-temannya dan dia sendiri berpikir bahwa dia dapat menjadi seorang sarjana-misioner, dan dia mulai dengan pemikiran ini; namun pada akhirnya memperkenankan dirinya terlibat dalam pekerjaan hari-demi-hari pada masyarakat misionernya di Kairo.
Satu keajaiban yang dapat dia rasakan bahwa ada semacam jalan buntu yang diperoleh dalam presentasi Kristiani terhadap umat Islam dan bahkan dia tidak melihat adanya jalan keluar yang memungkinkan.
Walaupun para misioner tidak membuka hubungannya dengan komunitas-komunitas muslim, pekerjaan mereka agaknya tidak memberi pengaruh perubahan besar dalam persepsi Kristen terhadap Islam.
Barangkali mereka terlalu tertutup untuk beberapa aspek tentang Islam yang memampukan melihatnya dari perspektif yang lebih luas. Administrasi Gairdner bagi Gordon dapat mempengaruhi sedikit warna sikap kolonialis, namun dalam waktu yang lama pekerjaannya di Kairo (1900-1928) tidak menunjukkan bukti keterlibatan politik.
Baca juga: Ketika Orientalis Montgomery Watt Bicara tentang Kesempurnaan dan Kemandirian Islam
Salah satu partisipan yang memimpin dalam hal ini di pihak Kristen adalah Carl Gottlieb Pfander, yang secara umum diperdebatkan di Iran dan di India, yang kemudian juga diakui. Banyak buku-bukunya yang diterbitkan, pertama dalam bahasa Persia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Yang paling terkenal adalah buku yang berjudul Mizan ul Haqq atau Timbangan Kebenaran.
Dalam tiga bab dia memberi keterangan simpel yang positif tentang keimanan Kristiani, yang merupakan tema utama adalah makhluk yang bernama manusia yang memiliki kebutuhan-kebutuhan spiritual dan karenanya umat Kristen menemukan yang lebih baik ketimbang Islam. Bab keempatnya memberikan kritik terhadap Islam, terutama sesuai dengan persepsi yang belakangan ini disimpangkan.
Rupanya hal itu tidak seperti perselisihan-perselisihan umum yang banyak dilakukan untuk mempromosikan tujuan-tujuan golongan misioner. Secara umum ada sebagian kecil orang Islam yang pindah ke agama Kristen, bertentangan dengan jumlah relatif bangsa primitif di Afrika.
Temple Gairdner
Sikap-sikap misioner selanjutnya dapat diilustrasikan dari kehidupan WH Temple Gairdner (1873-1928).
Setelah pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam di masa kuliahnya dia memutuskan untuk meminta menjadi seorang misioner di luar negeri.
Pada akhirnya pilihannya adalah ke Mesir sebagai bagian yang benar-benar berbeda karena nyatanya Jenderal Charles Gordon telah menjadi pahlawannya yang besar dan kematian Gordon adalah di tangan golongan Mahdi Sudan di tahun 1885 yang menjadikannya shock.
Hal ini agaknya yang menjadikan pemikirannya tentang Islam sebagai tantangan besar terhadap Kristen dan "bidang" ini yang dia geluti terus dalam pekerjaannya.
Baca juga: Orientalis Montgomery Watt Kupas Ramalan Bibel tentang Nabi Muhammad SAW
Barangkali dia juga secara tidak sadar digerakkan oleh berbagai kenyataan dari masa lalu, misalnya penempatan kembali Islam bagi Kristiani di negeri-negeri asalnya terkemudian.
Pada suatu saat teman-temannya dan dia sendiri berpikir bahwa dia dapat menjadi seorang sarjana-misioner, dan dia mulai dengan pemikiran ini; namun pada akhirnya memperkenankan dirinya terlibat dalam pekerjaan hari-demi-hari pada masyarakat misionernya di Kairo.
Satu keajaiban yang dapat dia rasakan bahwa ada semacam jalan buntu yang diperoleh dalam presentasi Kristiani terhadap umat Islam dan bahkan dia tidak melihat adanya jalan keluar yang memungkinkan.
Walaupun para misioner tidak membuka hubungannya dengan komunitas-komunitas muslim, pekerjaan mereka agaknya tidak memberi pengaruh perubahan besar dalam persepsi Kristen terhadap Islam.
Barangkali mereka terlalu tertutup untuk beberapa aspek tentang Islam yang memampukan melihatnya dari perspektif yang lebih luas. Administrasi Gairdner bagi Gordon dapat mempengaruhi sedikit warna sikap kolonialis, namun dalam waktu yang lama pekerjaannya di Kairo (1900-1928) tidak menunjukkan bukti keterlibatan politik.
Baca juga: Ketika Orientalis Montgomery Watt Bicara tentang Kesempurnaan dan Kemandirian Islam
(mhy)
Lihat Juga :