Tanggapan Montgomery Watt tentang Kolusi Kaum Orentalis dengan Kolonialis untuk Hancurkan Islam

Sabtu, 21 Januari 2023 - 11:48 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Golongan Misionaris dan Persepsinya Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt

Poin lebih penting makin dikembangkan oleh halaman yang lain. Setelah menguraikan bahwa "sebagaimana buku ini mencoba menunjukkan, Islam secara mendasar digambarkan secara salah di Barat", dia melanjutkan penjelasannya:

Isu yang sesungguhnya baik yang dapat menjadi representasi yang benar terhadap sesuatu, sebagian maupun semua, sebab semua itu adalah gambaran-gambaran, yang pertama melekat pada bahasa dan kemudian melekat pada kebudayaan, pranata sosial dan ambiensi politik yang mewakili.

Penjelasan di atas agaknya dimaksudkan bahwa para orientalis telah salah memberi gambaran tentang Islam sebab pemyataan-pernyataan para orientalis ini dilekatkan pada latar belakang linguistik dan latar belakang kebudayaan mereka; dan ini jelas berlaku terhadap pokok persoalan ini.

Tetapi pertanyaan penting yang lebih meluas bagi penggambaran yang salah ini, disebabkan oleh pendirian pengamat dari luar Islam. Sebagian terbesar ilmuwan Barat tentang Islam di masa lampau secara pasti telah gagal mengapresiasi nilai-nilai agama Islam yang positif, meskipun dalam beberapa hal, yang mereka nyatakan itu benar.

Pengamat suatu agama dari dalam terpengaruh oleh faktor-faktor yang sama sebagai pengamat dari luar, sungguhpun dalam bentuk yang berbeda.

Baca juga: Orientalis Montgomery Watt Kupas Ramalan Bibel tentang Nabi Muhammad SAW

Pengamat dari dalam biasanya melekat pada satu aliran agama khusus tertentu dan oleh karenanya sulit untuk memperoleh hasil nilai imbang terhadap keseluruhan. Maka para penganut agama tertentu harus belajar dari yang diinformasikan sedemikian baiknya oleh pengamat dari luar yang harus mengatakan tentang suatu agama itu apa adanya. Sebagaimana penyair Skotlandia, Robert Burns, menggubah sebuah syair:

Wahai gumpalan kekuasaan yang dikaruniakan kepada kita
Untuk melihat diri kita sebagai yang sesungguhnya melihat kita.

Suatu saat penggambaran salah dari penyimpangan image benar-benar dibakukan pada pandangan umum dari suatu keseluruhan komunitas kultural, yang sulit sekali berubah. Generasi-generasi baru dari para ilmuwan diajarkan oleh orang-orang yang menerima persepsi lama dan ketika mereka sendiri mendapatkan fakta-fakta baru, masih tetap disesuaikan dengan persepsi lama tersebut. Hanya ketika ketidaksesuaian itu menjadi serius, maka para ilmuwan baru mulai memikirkan kembali kebenaran persepsi lama tersebut.

Gerakan Intelektual Baru
Dalam kasus Islam, yang pertama kali dicatat oleh para ilmuwan adalah ketidaksesuaian antara Islam sebagai yang mereka pahami dari tulisan-tulisan orang Islam yang sempat mereka baca dan konsep populer Islam, secara luas didasarkan pada ide-ide ganjil dan khayali.

Pada abad tujuh belas, sejalan dengan gerakan-gerakan intelektual baru di Eropa, kecenderungan bangkit kembali ke buku-buku Arab. Satu produk yang penting dari kebangkitan kembali ini adalah sebuah buku yang berjudul De religõone Mohammedica hasil pemikiran Hadrian Reland of Utrecht, yang terbit pada tahun 1705.

Dalam buku ini dia memberi pertimbangan yang didasarkan atas sumber-sumber umat Islam, dan mengecam dongeng- dongeng dan legenda-legenda yang belakangan muncul di Eropa.

Baca juga: Ketika Orientalis Montgomery Watt Bicara tentang Kesempurnaan dan Kemandirian Islam

Dia tidak mengecam titik-titik persepsi menyimpang abad pertengahan seperti dijelaskan terdahulu, malah walaupun buku itu ditempatkan pada Indeks Romawi sebab rupanya terlalu menguntungkan untuk Islam. Selain buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jerman dan Spanyol, juga berpengaruh baik bagi pemikiran bangsa Eropa.

Keinginan untuk mendapatkan informasi tentang Islam yang lebih akurat nampak pula pada penerjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Latin oleh Ludovico Marracci, terbit di Padua tahun 1698. Terjemahan ini lebih akurat daripada terjemahan Robert Ketton, akan tetapi diikuti oleh penolakan beberapa hal secara rinci tentang ajarannya yang berbeda dengan keimanan Kristen.

Kontribusi penting lainnya terhadap pengetahuan Islam yang akurat adalah terjemahan Al-Qur'an ke dalam bahasa Inggris oleh George Sale, terbit pada tahun 1734 disertai dengan wacana Kata Pengantar.

Terjemahan Sale ini dengan lantang diserang oleh umat Islam di tahun-tahun belakangan ini, namun secara menyeluruh tanpa dasar pembenaran. Sale memiliki petunjuk bahasa Arab yang bagus dan sudah menyelidiki komentar-komentar penting orang Islam, terutama komentar al-Baidawi.

Penerjemahannya terhadap Al-Qur'an ini bertujuan untuk mengikuti komentar-komentar tersebut. Para pembaca muslim modern barangkali ditolak oleh fakta bahwa dalam Kata Pengantar dan Pendahuluannya, Sale harus memperkenalkan penjelasan-penjelasan yang hampir kritis sebagai kesimpulan untuk membela diri dari reaksi-reaksi musuh. Maka pada tahun 1734 Kerajaan Ottoman masih menjadi obyek dari rasa takut.

Abad kesembilan belas nampak makin meningkatnya volume kegiatan keilmuan. Yang paling nampak adalah yang ditujukan bagi makin meningkatnya kuantitas informasi akurat tentang Islam yang tersedia di Eropa, dan berdasarkan atas prinsip yang kembali ke sumber-sumber Islam.

Baca juga: 3 Kelemahan Kristen, Titik Temu dengan Islam Menurut Montgomery Watt
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
Cekungan Saint Croix,...
Cekungan Saint Croix, Ilmuwan Sebut Keajaiban Irigasi dari Peradaban yang Terlupakan
Ribuan Meteorit di Antartika...
Ribuan Meteorit di Antartika Ditakdirkan Hilang Selamanya
Terlihat Jelas dan Nyata!...
Terlihat Jelas dan Nyata! Awan Berbentuk Muka Iblis Muncul di Langit
Artikel Terkini
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved