Yesus Meninggal Disalib? Imam Chirri Sesuaikan Pernyataan Al-Qur'an dengan Injil
Kamis, 21 Desember 2023 - 16:24 WIB
loading...
Saya tidak setuju bahwa penganjur dosa asal akan rela meletakkan Tuhan di dalam posisi yang demikian. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Berikut ini adalah dialog Prof Dr Wilson H. Guertin dan Imam Muhammad Jawad Chirri yang dikutip dari buku yang diterjemahkan HM Ridho Umar Baridwan, SH berjudul "Dialog tentang Islam dan Kristen" (Alma'arif, 1981).
Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).
Berikut petikan dialog tersebut:
Baca juga: Yesus Bukan Pencipta Alam, Prof Wilson Mendapat Hidayah
Prof Wilson: Empat Injil jelas menyatakan bahwa Yesus meninggal disalib. Bagaimana kita dapat menyesuaikan (mendamaikan) pernyataan ini dengan pernyataan Qur'an yang menolak dengan tegas kematian Yesus disalib?
Imam Chirri: Ada jalan untuk menyesuaikan pernyataan Qur'an dengan pernyataan Injil-Injil:
Perbedaan antara dua pernyataan dapat dibedakan antara munculnya dan kenyataannya. Tidak boleh tidak bahwa beberapa kejadian yang terjadi pada saat apa yang nampaknya menjadi penyaliban Yesus dan kematiannya disalib. Kehidupan Yesus penuh dengan keajaiban-keajaiban, dan hal demikian dapat terjadi pula pada kematiannya.
Itu dapat terjadi bahwa orang lain (seperti Yudas, orang yang mengkhianatinya), disamakan dengan dia, dan dia bukan Yesus, meninggal pada salib.
Ada jalan lain untuk menyesuaikan kedua pernyataan tersebut tanpa berlindung di bawah dugaan setiap kejadian yang ajaib; mengira bahwa Yesus diletakkan di salib, dan bahwa dia pingsan, padahal dia masih hidup.
Pengandaian ini tidak tanpa bukti dari Injil-injil: Injil-Injil mengatakan bahwa Yesus tidak berada sangat lama pada salib. Dia diturunkan cepat-cepat, tanpa merusak (melukai) kakinya, padahal biasanya penyaliban melukai (merusak) kaki.
Baca juga: Dialog Prof Wilson-Imam Chirri: Adakah Batasan untuk Menguji Kebenaran Islam?
Orang-orang Yahudi menyiapkan untuk merayakan perayaannya. Mereka tidak ingin Yesus berada di salib sampai hari berikutnya, Sabtu, di mana mereka diwajibkan tidak melakukan pekerjaan seperti penguburan. Karena tidak berada lama di tiang salib, dia masih dapat hidup.
Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).
Berikut petikan dialog tersebut:
Baca juga: Yesus Bukan Pencipta Alam, Prof Wilson Mendapat Hidayah
Prof Wilson: Empat Injil jelas menyatakan bahwa Yesus meninggal disalib. Bagaimana kita dapat menyesuaikan (mendamaikan) pernyataan ini dengan pernyataan Qur'an yang menolak dengan tegas kematian Yesus disalib?
Imam Chirri: Ada jalan untuk menyesuaikan pernyataan Qur'an dengan pernyataan Injil-Injil:
Perbedaan antara dua pernyataan dapat dibedakan antara munculnya dan kenyataannya. Tidak boleh tidak bahwa beberapa kejadian yang terjadi pada saat apa yang nampaknya menjadi penyaliban Yesus dan kematiannya disalib. Kehidupan Yesus penuh dengan keajaiban-keajaiban, dan hal demikian dapat terjadi pula pada kematiannya.
Itu dapat terjadi bahwa orang lain (seperti Yudas, orang yang mengkhianatinya), disamakan dengan dia, dan dia bukan Yesus, meninggal pada salib.
Ada jalan lain untuk menyesuaikan kedua pernyataan tersebut tanpa berlindung di bawah dugaan setiap kejadian yang ajaib; mengira bahwa Yesus diletakkan di salib, dan bahwa dia pingsan, padahal dia masih hidup.
Pengandaian ini tidak tanpa bukti dari Injil-injil: Injil-Injil mengatakan bahwa Yesus tidak berada sangat lama pada salib. Dia diturunkan cepat-cepat, tanpa merusak (melukai) kakinya, padahal biasanya penyaliban melukai (merusak) kaki.
Baca juga: Dialog Prof Wilson-Imam Chirri: Adakah Batasan untuk Menguji Kebenaran Islam?
Orang-orang Yahudi menyiapkan untuk merayakan perayaannya. Mereka tidak ingin Yesus berada di salib sampai hari berikutnya, Sabtu, di mana mereka diwajibkan tidak melakukan pekerjaan seperti penguburan. Karena tidak berada lama di tiang salib, dia masih dapat hidup.
Lihat Juga :