Begini Reaksi Islam Terhadap Orientalisme Menurut Montgomery Watt
Senin, 23 Januari 2023 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Berikut selengkapnya tulisan Montgomery Watt tersebut:
Di antara orang-orang Islam yang dinyatakan menyerang Islam tidak ada usaha mendapatkan pemahaman yang senyatanya tentang pandangan intelektual barat dan menciptakan "oksidentalisme" Islam sebagai serangan balasan terhadap orientalisme.
Malahan mereka dipenuhi dengan argumen-argumen superfisial menentang Kristen dan pandangan-pandangan barat. Jadi komunitas Ahmadiyah yang heretik (bid'ah) itu menyatakan dirinya telah mendapatkan kuburan Yesus di Srinagar, Kashmir dan mengadopsi pandangan bahwa Yesus hanya jatuh pingsan di tiang kayu salib, lalu pulih lagi dan pergi ke timur untuk menyebarkan ajarannya. Bukti bagi pengidentifikasian kuburan yang khusus sebagai kuburan Yesus itu adalah tidak ada gunanya sama sekali.
Sebagian orang Islam mendapatkan senjata lain untuk menyerang Kristen dalam kitabnya yang disebut Injil Barnabas. Manuskrip asli tentang kitab yang disebut Injil Barnabas ini hanya ada di (dalam bahasa) Italia dan pertama kali didengar di Amsterdam pada tahun 1709, lalu kemudian diperoleh jalannya ke perpustakaan Imperial di Vienna.
Disebutkan ada yang telah menjadi versi terbitan bahasa Arab awal, namun tidak ada salinannya yang muncul. Teks Injil Barnabas ini diterbitkan oleh dua orang ilmuwan Kristen pada tahun 1907 dengan terjemahan bahasa Inggris.
Kitab ini besar -- tebalnya lebih dari dua ratus bab dan terdiri dari empat ratus halaman. Kitab ini sebagian terbesar berisi bahan pada ajaran-ajaran yang aktual, namun juga terdapat beberapa tambahan yang disusun untuk mendukung Islam dengan mengorbankan Kristen.
Hal itu dilakukan sepanjang untuk membuat Yesus menyatakan Muhammad sebagai Messiah. Ilmuwan-ilmuwan Kristen telah sepakat bahwa kitab itu ditulis kemungkinan sekali pada akhir abad enam belas, atau kemungkinan juga pada abad ke empat belas -- oleh seorang Kristen yang pindah agama ke Islam.
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
Pengetahuannya tentang Islam belum sempurna, karena orang ini masih banyak melakukan kesalahan tentang Islam, demikian pula semua bentuk kesalahan yang lain, seperti menempatkan Nazareth di Laut Galile.
Jadi nilai historis kitab Injil Barnabas ini sama sekali nihil atau nol, yang secara meyakinkan diperlihatkan pada pendahuluan buku itu. Yang amat meyakinkan adalah bahwa para ilmuwan Kristen telah menerbitkan kitab ini untuk menunjukkan bahwa para ilmuwan Kristen itu tidak berpikir tentang kitab ini yang dapat merugikan kepercayaan Kristen dalam beberapa cara.
Mereka agaknya dimotivasi oleh semacam bentuk rasa ingin tahu historis, karena, ketika kitab itu diketemukan di awal abad delapan belas, banyak orang yang menggunakan kitab ini dipakai oleh Deist Inggris untuk menyerang ortodoksi Kristen.
Setelah terbitan teks dalam bahasa Italia dan terjemahan bahasa Inggrisnya, sebagian orang Islam menjadi tertarik kepada kitab itu dan pada tahun 1908 terjemahan bahasa Arab terdapat di Kairo.
Terjemahan Arab ini diikuti oleh terjemahan ke dalam bahasa-bahasa Islam yang lain, bahasa Urdu, bahasa Persia dan bahasa Indonesia. Kebanyakan orang muslim diyakinkan bahwa kitab ini dengan jelas menunjukkan ketidaksahihan dan kesalahan ajaran Kristen, dan berdasarkan alasan ini terjemahan-terjemahan sudah acapkali diangkat kembali ke permukaan.
Jadi kitab Injil Barnabas ini mempunyai pengaruh tidak menguntungkan untuk mempertegas orang muslim dalam pengakuannya terhadap persepsi Kristen yang tidak sahih, kemudian akan membutakan mereka akan adanya keperluan untuk mencapai persepsi yang lebih akurat dalam keimanan dan amaliah berjuta-juta umat Kristen secara aktual.
Baca juga: Golongan Misionaris dan Persepsinya Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt
Terjemahan bahasa Perancis muncul pada tahun 1977 dengan pengantar dua orang ilmuwan dari barat, berspekulasi pada kemungkinan penulis asli yang telah memasukkan bahan dari sumber Yahudi Kristen yang tidak diketahui.
Di antara orang-orang Islam yang dinyatakan menyerang Islam tidak ada usaha mendapatkan pemahaman yang senyatanya tentang pandangan intelektual barat dan menciptakan "oksidentalisme" Islam sebagai serangan balasan terhadap orientalisme.
Malahan mereka dipenuhi dengan argumen-argumen superfisial menentang Kristen dan pandangan-pandangan barat. Jadi komunitas Ahmadiyah yang heretik (bid'ah) itu menyatakan dirinya telah mendapatkan kuburan Yesus di Srinagar, Kashmir dan mengadopsi pandangan bahwa Yesus hanya jatuh pingsan di tiang kayu salib, lalu pulih lagi dan pergi ke timur untuk menyebarkan ajarannya. Bukti bagi pengidentifikasian kuburan yang khusus sebagai kuburan Yesus itu adalah tidak ada gunanya sama sekali.
Sebagian orang Islam mendapatkan senjata lain untuk menyerang Kristen dalam kitabnya yang disebut Injil Barnabas. Manuskrip asli tentang kitab yang disebut Injil Barnabas ini hanya ada di (dalam bahasa) Italia dan pertama kali didengar di Amsterdam pada tahun 1709, lalu kemudian diperoleh jalannya ke perpustakaan Imperial di Vienna.
Disebutkan ada yang telah menjadi versi terbitan bahasa Arab awal, namun tidak ada salinannya yang muncul. Teks Injil Barnabas ini diterbitkan oleh dua orang ilmuwan Kristen pada tahun 1907 dengan terjemahan bahasa Inggris.
Kitab ini besar -- tebalnya lebih dari dua ratus bab dan terdiri dari empat ratus halaman. Kitab ini sebagian terbesar berisi bahan pada ajaran-ajaran yang aktual, namun juga terdapat beberapa tambahan yang disusun untuk mendukung Islam dengan mengorbankan Kristen.
Hal itu dilakukan sepanjang untuk membuat Yesus menyatakan Muhammad sebagai Messiah. Ilmuwan-ilmuwan Kristen telah sepakat bahwa kitab itu ditulis kemungkinan sekali pada akhir abad enam belas, atau kemungkinan juga pada abad ke empat belas -- oleh seorang Kristen yang pindah agama ke Islam.
Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt
Pengetahuannya tentang Islam belum sempurna, karena orang ini masih banyak melakukan kesalahan tentang Islam, demikian pula semua bentuk kesalahan yang lain, seperti menempatkan Nazareth di Laut Galile.
Jadi nilai historis kitab Injil Barnabas ini sama sekali nihil atau nol, yang secara meyakinkan diperlihatkan pada pendahuluan buku itu. Yang amat meyakinkan adalah bahwa para ilmuwan Kristen telah menerbitkan kitab ini untuk menunjukkan bahwa para ilmuwan Kristen itu tidak berpikir tentang kitab ini yang dapat merugikan kepercayaan Kristen dalam beberapa cara.
Mereka agaknya dimotivasi oleh semacam bentuk rasa ingin tahu historis, karena, ketika kitab itu diketemukan di awal abad delapan belas, banyak orang yang menggunakan kitab ini dipakai oleh Deist Inggris untuk menyerang ortodoksi Kristen.
Setelah terbitan teks dalam bahasa Italia dan terjemahan bahasa Inggrisnya, sebagian orang Islam menjadi tertarik kepada kitab itu dan pada tahun 1908 terjemahan bahasa Arab terdapat di Kairo.
Terjemahan Arab ini diikuti oleh terjemahan ke dalam bahasa-bahasa Islam yang lain, bahasa Urdu, bahasa Persia dan bahasa Indonesia. Kebanyakan orang muslim diyakinkan bahwa kitab ini dengan jelas menunjukkan ketidaksahihan dan kesalahan ajaran Kristen, dan berdasarkan alasan ini terjemahan-terjemahan sudah acapkali diangkat kembali ke permukaan.
Jadi kitab Injil Barnabas ini mempunyai pengaruh tidak menguntungkan untuk mempertegas orang muslim dalam pengakuannya terhadap persepsi Kristen yang tidak sahih, kemudian akan membutakan mereka akan adanya keperluan untuk mencapai persepsi yang lebih akurat dalam keimanan dan amaliah berjuta-juta umat Kristen secara aktual.
Baca juga: Golongan Misionaris dan Persepsinya Terhadap Islam Menurut Montgomery Watt
Terjemahan bahasa Perancis muncul pada tahun 1977 dengan pengantar dua orang ilmuwan dari barat, berspekulasi pada kemungkinan penulis asli yang telah memasukkan bahan dari sumber Yahudi Kristen yang tidak diketahui.
Lihat Juga :