Mengapa Merayakan Valentine Dilarang dalam Islam, Ini Alasannya

Senin, 13 Februari 2023 - 21:20 WIB
loading...
Mengapa Merayakan Valentine...
Merayakan Hari Valentine dalam Islam tidak dibolehkan karena bertentangan dengan akidah dan nilai-nilai syariat. Foto/ilustrasi
A A A
Mengapa merayakan Hari Valentine dilarang dalam Islam ? Sudah menjadi tradisi di berbagai negara Eropa, Amerika, dan Asia setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari Valentine atau hari mengungkapkan perasaan cinta kepada pasangannya.

Di Indonesia, sebagian remaja mempersembahkan bunga, mengirim ucapan dan coklat pada hari tersebut. Bahkan ada yang merayakannya dengan pesta hura-hura, mabuk-mabukan dan bercampurnya laki-laki dan perempuan.

Dalam Islam, merayakan Hari Valentine tidak dibolehkan karena bertentangan dengan nilai-nilai akidah. MUI sendiri dalam fatwanya Nomor 3 Tahun 2017 menyatakan haram merayakan Hari Valentine karena bukan termasuk dalam tradisi Islam.

Para ulama juga mengingatkan agar umat muslim tidak menyambut dan merayakan Hari Valentine karena di dalamnya terdapat unsur budaya Nasrani. Inilah salah satu alasan mengapa Valentine dilarang dalam Islam.

Untuk diketahui, perayaan Hari Valentine (Valentine's Day) atau disebut hari kasih sayang setiap 14 Februari berawal dari kisah martir Kristen. Dalam catatan St Valentine, the Real Story (Santo Valentinus, Kisah Aslinya) oleh David Kithcart, Hari Valentine ini sebagai hari pesta Kristen yang menghormati satu atau dua martir Kristen bernama Santo Valentinus.

Melalui tradisi rakyat menjadi perayaan percintaan dalam budaya, agama dan komersil di banyak negara. JC Cooper dalam kamus Kekristenan mencatat bahwa Santo Valentinus adalah pendeta Roma yang dipenjara karena membela orang Kristen yang ditindas.

Menurut Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia Ustaz Farid Nu'man Hasan, sebagian umat Islam terkadang lebih dekat dan menyukai tradisi yang bukan berasal dari agamanya. Bukan lahir dari rahim sejarah pahlawannya.

Ada yang mengikutinya tanpa saringan sedikit pun. Bahkan lebih dari itu, mereka bangga dengannya, merasa modern, dan mengikuti zaman. Padahal bagi seorang mukmin, tidak ada hari istimewa kecuali yang diagungkan Allah dan Rasul-Nya.

Tradisi Valentine, April Mop, Hellowen dan semacamnya bukanlah budaya Islam. Apalagi dalam merayakannya sering kali diisi dengan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Haruskah Merayakan Hari...
Haruskah Merayakan Hari Valentine? Bagaimana Kaum Muslim Menyikapinya?
Hari Valentine, Asal...
Hari Valentine, Asal Usul, dan Pandangan Islam
Hukum Merayakan Hari...
Hukum Merayakan Hari Valentine dalam Islam, Ini Penjelasannya
Hukum Menerima Cokelat...
Hukum Menerima Cokelat di Hari Valentine? Jawaban Buya Yahya Sungguh Menyejukkan
Hukum Hari Valentine...
Hukum Hari Valentine Menurut Islam
Syekh Ibn Utsaimin:...
Syekh Ibn 'Utsaimin: Merayakan Valentine Tak Ada Dasarnya Dalam Islam
Rekomendasi
Umur Bumi Semakin Pendek,...
Umur Bumi Semakin Pendek, Ternyata Ini Penyebabnya
Penemuan Pintu Besar...
Penemuan Pintu Besar di Pegunungan Kazakhstan Dikaitkan dengan Alien
Picu Reaksi Katalitik,...
Picu Reaksi Katalitik, Lubang Ozon di Antartika Semakin Besar
Artikel Terkini
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved