Amalan Penghapus Dosa Menurut Surat Hud Ayat 114
Kamis, 09 Maret 2023 - 18:47 WIB
loading...
Salat lima waktu dapat melebur kesalahan. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Tiap insan tak luput dari dosa . Dalam al-Qur'an Surah Hud ayat 114 disebutkan amalan yang dapat menghapus dosa atau kesalahan. Allah berfirman dalam Al-Quran :
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ
Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). ( QS Hud [11]: 114)
Ayat ini berisi perintah dan peringatan kepada manusia untuk menunaikan salat, karena salat termasuk amal dan perbuatan baik. Sehingga dosa-dosa manusia dapat dihapus dengan cara melakukan perbuatan baik tersebut.
Baca juga: Keutamaan Menjauhi Dosa-dosa Besar
Salat Siang dan Salat Malam
Dalam laman Tafsir Al-Qur'an disebutkan ada banyak perbedaan pendapat ahli tafsir mengenai pembagian salat siang dan malam. Pandangan Al-Baghawi dalam tafsirnya, ia sendiri menafsiri kedua ujung siang (طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ) adalah pagi dan sore. Mujahid menafsiri siang sebagai salat subuh, zuhur dan asar, serta malam sebagai salat magrib dan isya.
Sedangkan menurut Muqatil, ia berkata, “Salat subuh dan zuhur adalah satu bagian, asar dan magrib adalah satu bagian, dan bagian dari malam adalah salat isya.
Sedangkan menurut Al-Hasan, “Dua ujung siang adalah subuh dan asar, dan bagian dari malam adalah magrib dan isya””. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abbas, ia menuturkan, “Dua ujung siang adalah pagi dan sore, yakni salat subuh dan magrib”.
Lanjut Al-Baghawi, ia menafsiri bagian dari malam (وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ) dengan arti waktu dari salah satu bagian malam tersebut berdekatan. Abu Ja’far membaca “زُلَفًا” dengan lam didamah. Dan lafaz “إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ” diartikan sebagai salat lima waktu yang dapat menghapuskan semua kesalahan. (Ma’alim At-Tanzil fi Tafsir Al-Qur’an/2/469-471)
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ
Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). ( QS Hud [11]: 114)
Ayat ini berisi perintah dan peringatan kepada manusia untuk menunaikan salat, karena salat termasuk amal dan perbuatan baik. Sehingga dosa-dosa manusia dapat dihapus dengan cara melakukan perbuatan baik tersebut.
Baca juga: Keutamaan Menjauhi Dosa-dosa Besar
Salat Siang dan Salat Malam
Dalam laman Tafsir Al-Qur'an disebutkan ada banyak perbedaan pendapat ahli tafsir mengenai pembagian salat siang dan malam. Pandangan Al-Baghawi dalam tafsirnya, ia sendiri menafsiri kedua ujung siang (طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ) adalah pagi dan sore. Mujahid menafsiri siang sebagai salat subuh, zuhur dan asar, serta malam sebagai salat magrib dan isya.
Sedangkan menurut Muqatil, ia berkata, “Salat subuh dan zuhur adalah satu bagian, asar dan magrib adalah satu bagian, dan bagian dari malam adalah salat isya.
Sedangkan menurut Al-Hasan, “Dua ujung siang adalah subuh dan asar, dan bagian dari malam adalah magrib dan isya””. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abbas, ia menuturkan, “Dua ujung siang adalah pagi dan sore, yakni salat subuh dan magrib”.
Lanjut Al-Baghawi, ia menafsiri bagian dari malam (وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ) dengan arti waktu dari salah satu bagian malam tersebut berdekatan. Abu Ja’far membaca “زُلَفًا” dengan lam didamah. Dan lafaz “إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ” diartikan sebagai salat lima waktu yang dapat menghapuskan semua kesalahan. (Ma’alim At-Tanzil fi Tafsir Al-Qur’an/2/469-471)
Lihat Juga :