5 Adab Puasa Ramadan yang Bersifat Wajib, Pertama Menghindari Dusta
Kamis, 23 Maret 2023 - 17:40 WIB
loading...
Puasa memiliki banyak adab atau tata krama. Foto/Ilustrasi: Dok. SINDOnews
A
A
A
Puasa memiliki banyak adab atau tata krama. Ia tidak sempurna kecuali dengan mengerjakannya dan tidak juga lengkap kecuali dengan menjalankannya.
Dr Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar dalam kitab "Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab" yang diterjemahkan Abdul Ghoffar EM menjadi "Meraih Puasa Sempurna" menyebut adab-adab ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, adab-adab yang bersifat wajib, yang harus dipelihara dan dijaga oleh orang yang berpuasa. Kedua, adab-adab yang bersifat sunnah yang juga harus dipelihara dan dijaga oleh-nya.
Baca juga: Bacaan Zikir Sebelum Berbuka Puasa Ramadhan
Ini kali kita bahas ada-adab yang bersifat wajib.
1. Orang yang berpuasa harus menghindari kedustaan , karena hal itu termasuk amal yang haram dilakukan pada setiap saat, dan pada waktu puasa itu jelas lebih diharamkan.
Rasulullah SAW bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَلاَ يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
“Jauhilah oleh kalian perbuatan dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu menggiring ke Neraka. Dan seseorang itu masih akan terus berdusta dan terus berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Hendaklah orang yang sedang berpuasa menghindari ghibah. Yakni seorang muslim menyebutkan apa-apa yang tidak disukai dari saudaranya ketika saudaranya itu sedang tidak bersamanya, baik yang disebutkannya itu apa yang tidak disukai dari penampilan atau akhlaknya, maupun yang disebutkannya itu memang benar adanya maupun tidak.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
Dr Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar dalam kitab "Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab" yang diterjemahkan Abdul Ghoffar EM menjadi "Meraih Puasa Sempurna" menyebut adab-adab ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, adab-adab yang bersifat wajib, yang harus dipelihara dan dijaga oleh orang yang berpuasa. Kedua, adab-adab yang bersifat sunnah yang juga harus dipelihara dan dijaga oleh-nya.
Baca juga: Bacaan Zikir Sebelum Berbuka Puasa Ramadhan
Ini kali kita bahas ada-adab yang bersifat wajib.
1. Orang yang berpuasa harus menghindari kedustaan , karena hal itu termasuk amal yang haram dilakukan pada setiap saat, dan pada waktu puasa itu jelas lebih diharamkan.
Rasulullah SAW bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَلاَ يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
“Jauhilah oleh kalian perbuatan dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu menggiring ke Neraka. Dan seseorang itu masih akan terus berdusta dan terus berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Hendaklah orang yang sedang berpuasa menghindari ghibah. Yakni seorang muslim menyebutkan apa-apa yang tidak disukai dari saudaranya ketika saudaranya itu sedang tidak bersamanya, baik yang disebutkannya itu apa yang tidak disukai dari penampilan atau akhlaknya, maupun yang disebutkannya itu memang benar adanya maupun tidak.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
Lihat Juga :